Sponsors Link

3 Perbedaan Bitmap dan Vektor Paling Mendasar

Paradigma GUI (Graphical User Interface) pada antarmuka Sistem Operasi berimbas pada perkembangan perangkat lunak pengelola grafis, berbagai format grafispun bermunculan, dari gambar grafis yang hanya memiliki variasi warna yang sederhana seperti lineart (hanya black and white) hingga gambar bergerak (animated). (Baca juga : Fungsi Sistem Operasi , Jenis – Jenis VGA Card)

ads

Namun secara umum gambar dikategorikan kedalam dua kelompok (jenis) yaitu vektor dan bitmap, gambar berjenis bitmap juga dikenal dengan istilah raster, jadi gambar raster adalah gambar bitmap, bagi Anda yang masih kebingungan mengenai perbedaan bitmap dan vektor , berikut ulasannya. (Baca juga : Tips Memilih Laptop Untuk Desain Grafis ,  Universitas Swasta Komputer Terbaik Di Indonesia)

1. Komponen penyusunnya


Gambar vektor disusun oleh titik-titik (nodes) yang dihubungkan dengan garis (line), jadi gambar vektor sederhana dengan bentuk kotak setidaknya memiliki 4 nodes pada tiap sudutnya, dan tiap node tersebut dihubungkan dengan line sehingga membentuk obyek berbentuk kotak. (Baca juga : Macam Software Multimedia , Penyebab Kerusakan Hard Disk)


Nama bitmap berasal dari dua kata, “bit” dan “map”, dan seperti namanya gambar ini terdiri dari kumpulan (map) pixels dengan variasi warna 1-bit (umumnya hitam dan putih saja) hingga 32-bit (format tertentu), jadi satu pixel mewakili satu warna. (Baca juga : Cara Merubah JPEG ke PDF)


2. Perangkat Lunak Editor-nya


Beberapa perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola gambar vektor diantaranya:

  • CorelDRAW
  • InkScape
  • Adobe Illustrator

(Baca juga : Macam Software Grafis , Cara Mengatasi Laptop Blank)


Beberapa perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola gambar bitmap diantaranya:

  • Adobe Photoshop
  • CorelPhotoPaint
  • GIMP

(Baca juga : Software Gratis Untuk Edit Video , Macam-macam Software Jaringan)


3. Format File Yang Digunakan

Gambar Jenis Vektor (Vector Graphic)

  • EPS (Encapsulated PostScript)

Format file ini (Saya pikir) yang paling populer dikalangan para desainer grafis untuk saling bertukar gambar vektor, format file ini memberikan ukuran file yang efisien dengan tetap menjaga kualitas grafis yang di-ekspor, selain itu hampir semua perangkat lunak grafis mendukung format file ini. (Baca juga : Jenis Scanner dan Fungsinya , Penyebab Charger Laptop Panas)

  • PDF (Portable Data Format)

Selama ini kita (khususnya Saya) menggunakan file berformat PDF hanya untuk bertukar file dokumen, namun format file PDF juga dapat digunakan untuk semua jenis data bahkan lebih lengkap dibandingkan dengan format file lain, misalnya ekspor halaman workspace secara lengkap. (Baca juga : Macam Macam Software Pengolah Kata)

  • CDR (CorelDraw)

Format ini merupakan format file dari gambar vektor yang umumnya dibuat menggunakan perangkat lunak CorelDRAW atau perangkat lunak vektor lain seperti InkScape (yang digadang-gadang merupakan perangkat lunak free dan opensource saingan CorelDRAW). (Baca Juga: Pengertian Software)

Namun tidak semua file dengan format *.cdr dapat dibuka oleh pernagkat lunak CorelDRAW itu sendiri, ada kompatibilitas yang menentukan file tersebut dapat dibuka oleh perangkat lunak CorelDRAW minimal versi berapa, hingga artikel ini dibuat, CorelDRAW sudah sampai ke versi X8. (Baca Juga: Fungsi Komputer Server)

Jadi jika Anda membuat gambar vektor menggunakan CorelDRAW dan bermaksud membagikan (sharing) file *.cdr-nya, pastikan saat menyimpan hasil kerja Anda dalam versi yang sesuai dengan CorelDRAW yang digunakan oleh orang yang akan menerimanya. (Baca Juga: Fungsi Tombol Alt , Jenis Port Pada Komputer )

Atau jika Anda tidak yakin (karena membagikannya secara bebas), Anda dapat menyimpannya ke file *.cdr versi X3 atau X4, Saya sarankan atur saja ke versi X3 karena sepengetahuan Saya masih banyak para desainer grafis yang menggunakan CorelDRAW versi X3. (Baca juga : Fungsi Freehand Tool )

  • AI (Adobe Illustrator)

Format ini merupakan format file dari gambar vektor yang umumnya dibuat menggunakan perangkat lunak Adobe Illustrator, namun perangkat lunak lainpun dapat mengekspor atau menyimpan file hasil kerjanya dalam format ini, misalnya vektor yang dibuat dengan CorelDRAW dapat disimpan dalam format *.ai. (Baca juga : Cara Mendapatkan Banyak Like di Instagram)

  • SVG (Scalable Vector Graphic)

Seperti namanya, gambar ini merupakan gambar vektor, uniknya format gambar *.svg dapat dilihat menggunakan web browser atau bahkan beberapa perangkat lunak image viewer (seperti irfanView) tidak seperti format *.cdr yang hanya bisa dilihat (dibuka) oleh perangkat lunak CorelDRAW. (Baca Juga: Komputer Tidak Bisa Masuk Bios)

Kata “scalable” yang merupakan bagian dari namanya juga (menurut Saya) merupakan keunikan lain, gambar ini tidak akan pecah layaknya gambar bitmap saat di zoom-in, gambar akan tetap konsisten dan responsif terhadap skala (scalable).

Gambar ini (berdasarkan pengalaman Saya pribadi) cocok digunakan untuk gambar peta vektor seperti pada situs web atau sistem informasi pemetaan berbasis web yang mendukung zoom-in hingga berkali-kali lipat dan tanpa merusak kualitas (display) gambar yang disajikan. (Baca Juga: Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri )

Gambar Jenis Bitmap (Bitmap Image)

  • JPG/JPEG (Joint Photographic Group/Joint Photographic Experts Group)

Kata photographic yang merupakan bagian dari namanya sebenarnya sudah dapat mencerminkan kegunaannya, yaitu photographic (fotografi), format JPG/JPEG memang populer digunakan sebagai standar dalam fotografi, format ini umumnya dipilih karena dukungan warnanya. (baca juga: Jenis Jenis Kabel Jaringan)

Pada mode RGB (Red-Green-Blue) gambar dengan format JPG/JPEG mendukung hingga kedalaman warna 24-bit per pixel dan pada mode CMYK (Cyan-Magenta-Yellow-Black) lebih banyak lagi, hingga 32-bit per pixel, format ini tidak mendukung transparansi (karena tidak dibutuhkan dalam fotografi). (Baca juga : LCD Laptop Pecah , Ciri Ciri LCD Laptop Rusak)

  • PNG (Portable Network Graphic)

Seperti namanya, format gambar ini sangat direkomendasikan untuk digunakan pada jaringan (network) terutama pada situs web, *.png merupakan format yang cukup populer digunakan untuk icon selain file ICO (*.ico), atau untuk foto/gambar thumb (preview) karena loading time-nya relatif lebih singkat. (Baca Juga: Cara Mengatasi Printer Not Responding)

Gambar PNG mendukung hingga 24-bit warna dan yang tak kalah penting (bagi Saya) adalah dukungannya terhadap transparansi, oleh karena itu format ini banyak digunakan untuk produk akhir suatu gambar terutama yang membutuhkan warna yang variatif dan transparansi. (Baca juga : Fungsi Website Bagi Perusahaan)

  • BMP (Bitmap)

Gambar ini merupakan file bitmap yang mendukung alpha channel, pada beberapa perangkat lunak alpha channel digunakan untuk memberi efek transparan pada gambar, atau untuk keperluan masking, misalnya seleksi obyek pada perangkat lunak grafis seperti Adobe Photoshop. (Baca juga : Cara Mengatasi Notebook Lemot)

  • GIF (Graphics Interchange Format)

Interchange yang merupakan bagian dari namanya dapat diartikan dengan “bertukar tempat”, gambar berformat *.gif memang banyak dijumpai dalam “wujud” gambar bergerak (animated gif image), artinya dalam satu file gif terdapat banyak data gambar. (Baca Juga: Cara Menyambungkan Wifi Ke Laptop)

Dalam animasi atau videografi hal tersebut disebut “frame”, gambar GIF bergerak (tidak semua gambar berformat *.gif dapat bergerak/animated) minimal memiliki 2 frames didalamnya, gambar pada frame 1 berbeda dengan gambar pada frame 2 dan keduanya di “putar” bergantian (seperti flipbook). (Baca Juga: Perangkat Keras Jaringan Komputer)

Gambar GIF juga tidak banyak mendukung variasi warna dibandingkan dengan file berformat *.png karena hanya mendukung 8-bit per pixel, namun gambar GIF mendukung transparansi seperti halnya gambar PNG, oleh karena itulah umumnya gambar GIF berukuran (resolusi) kecil, sekitar 200px*200px namun tidak mutlak. (Baca juga : Perbedaan Web dengan Blog)


  • ICO (Icon) dan CUR (Cursor)

Seperti namanya, gambar berekstensi *.ico digunakan sebagai icon, baik itu icon pada tab suatu situs web (favicon.ico), icon pada perangkat lunak desktop (misalnya pada Visual Basic) atau bahkan icon pada Optical Disk Drive (misalnya pada CD atau DVD).

Sedangkan gambar berekstensi *.cur digunakan khusus untuk gambar pada cursor (pointer) mouse atau touchpad, format gambar ini memiliki banyak kesamaan dengan gambar berformat *.gif, mendukung animasi sederhana (gambar bergerak) dan mendukung transparansi. (Baca juga : Fungsi Touchpad , Penyebab Monitor Berkedip)

Demikian perbedaan gambar vektor dengan bitmap (raster), semoga menambah pengetahuan kita semua terutama dalam bidang grafis, sebagai tambahan Adobe Photoshop dan CorelDRAW merupakan pasangan perangkat lunak yang masih sangat dibutuhkan dalam produksi grafis. (Baca Juga: Penyebab Komputer Tidak Bisa Booting)

Adobe Photoshop untuk manipulasi gambar bitmap dan CorelDRAW untuk manipulasi gambar vektor, namun tidak menutup kemungkinan kebutuhan industri berubah ke perangkat lunak lain untuk kebutuhan yang lain pula, jadi jangan pernah berhenti belajar karena teknologi tidak pernah berhenti berkembang.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Sunday 26th, March 2017 / 12:44 Oleh :
Kategori : Ilmu Komputer