8 Cara Mengatasi Notebook Lemot Agar Lebih Cepat

Sponsors Link

Notebook, alternatif terbaik untuk kita yang membutuhkan komputer dengan mobilitas yang tinggi, jika dibandingkan dengan laptop (yang ukurannya lebih besar, panjang diagonal sekitar 14 inch) notebook memang lebih minimalis, ukurannya yang relatif kecil dan bobotnya yang jauh lebih ringan daripada laptop menjadi alasan utama kita (khususnya Saya) memilih notebook sebagai “rekan” kerja yang portable.(Baca juga: Perbedaan Laptop dan Notebook)

Namun dibalik segala kelebihannya (ukuran, bobot, dan lain sebagainya), spesifikasi yang minimalis-pun terkadang menjadi kekurangan, layar yang relatif kecil (panjang diagonal sekitar 10 inch), RAM yang umumnya hanya satu slot, dan lain sebagainya.(Baca juga: Kapasitas RAM Terbesar Saat Ini , Penyebab Kerusakan RAM pada Laptop)

Hal itulah yang membuat performa notebook kalah telak jika dibandingkan dengan laptop (dengan spesifikasi yang sama, misalnya sistem operasi dan aplikasi-aplikasi yang sama), notebook relatif lebih lamban/lemot, namun DosenIT punya beberapa tips untuk meningkatkan performa notebook sehingga mampu diajak “ngebut” dalam bekerja (tergantung pekerjaannya juga sih…), berikut ulasannya:(Baca juga: Cara Meningkatkan Kinerja Laptop Yang Lemot , Fungsi Sistem Operasi)

Cara Mengatasi Notebook Lemot

1. Lakukan perawatan sistem operasi atau (bila perlu) re-install sistem operasi

Gunakan aplikasi utility seperti TuneUp Utilities (sekarang AVG PC TuneUp) atau CCleaner untuk melakukan perawatan terhadap sistem operasi (Windows) yang Anda gunakan dengan membersihkan file yang tidak diperlukan (dari recycle bin, dari web browser, dan lain sebagainya), membersihkan dan memperbaiki registry yang rusak, memeriksa adanya kemungkinan bad sector pada partisi hard disk drive, dan masih banyak lagi fitur yang ditawarkan aplikasi utility tersebut.(Baca juga: Pengertian Software , Sejarah Microsoft Windows)

2. Pilih sistem operasi yang ringan

Jika Anda pengguna notebook yang ingin selalu menggunakan sistem operasi ter-update, coba Anda pertimbangkan kembali untuk menggunakan sistem operasi yang ringan, mengingat spesifikasi notebook memang dibuat cukup minimalis (Processor Intel Atom dengan clock yang tidak lebih dari 2GHz, RAM satu slot dengan kapasitas tidak lebih dari 2GB) pertimbangkan untuk menggunakan sistem operasi Windows 8, Windows 7, atau bahkan Windows XP (Saya tidak menyarankan Windows Vista).(Baca juga: Fungsi Registry Pada Windows , Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Windows)

Atau jika Anda ingin yang lebih ringan lagi, Anda bisa mencoba Sistem Operasi Linux Distro Lubuntu yang saat ini Saya gunakan, Lubuntu memang dikenal dengan load-nya yang ringan, Lubuntu berbasis Linux Distro Ubuntu namun dengan Desktop Environment LXDE, awalan “L” pada Lubuntu merupakan nama Desktop Environmentnya (LXDE) namun pengembang Lubuntu mengklaim bahwa awalan “L” pada Lubuntu merupakan singkatan dari “Lightweight” (ringan), dan benar saja, selain sistem operasinya yang ringat, aplikasi yang ter-install-pun merupakan aplikasi pilihan yang ringan, namun konsekuensinya fitur yang tersediapun sangat minimalis. (Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Linux ,  Contoh Sistem Operasi Komputer dan Penjelasannya)

sponsored links

3. Kurangi program yang startup secara otomatis

Saat komputer notebook dinyalakan dan Anda sudah login ke sistem operasi (misalnya Windows), pada saat yang sama beberapa aplikasi dan/atau plugin (add-in/add-on/fitur tambahan) dari aplikasi aktif secara otomatis, hal tersebut tentu saja sangat merugikan Anda yang mengutamakan kecepatan (loading speed) dari sistem operasi yang Anda gunakan. (Baca juga: Cara Mempercepat Startup Komputer , Komputer Sering Restart)

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kecepatan notebook Anda terutama kecepatan saat sistem operasi starting-up (mulai menyala), Anda sangat perlu mengatur program apa saja yang Anda ijinkan untuk auto-start dan mana yang tidak.

Caranya, Anda dapat menggunakan aplikasi utility gratis favorit Saya yaitu CCleaner, setelah Anda mendownload aplikasi CCleaner, meng-install lalu membukanya, Anda dapat mengontrol aplikasi yang startup secara otomatis di menu Tools->Startup, pada fitur ini CCleaner mengalompokkan aplikasi startup kedalam 3 kelompok atau tab, yaitu Windows, Scheduled Tasks dan Context Menu.(Baca juga: Cara Mengatasi Blue Screen Windows 7 , Penyebab Blue Screen)

Daftar aplikasi pada tab Windows adalah aplikasi yang ikut startup saat Windows startup, inilah yang menjadi fokus utama Kita, matikan (Disable) aplikasi yang sekiranya tidak atau belum kita butuhkan untuk startup. (Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Windows 10 Pro Final , Software Untuk Melacak Lokasi Nomor Handphone)

Daftar aplikasi pada tab Scheduled Tasks adalah aplikasi yang startup otomatis pada jadwal tertentu, misalnya fitur auto-scan dari antivirus, ini juga cukup berpengaruh terhadap kecepatan sistem operasi. (Baca juga: Pengertian Trojan , Ciri Ciri Browser Kena Virus)

Daftar aplikasi pada tab Context Menu adalah aplikasi yang  fungsinya dapat kita akses saat klik kanan, misalnya WinRAR (jika Anda meng-install aplikasi WinRAR), dan tentunya semakin banyak aplikasi yang startup otomatis pada kelompok ini juga sedikit-banyak akan mempengaruhi kecepatan notebook Anda.(Baca juga: Virus Komputer Paling Mematikan Di Dunia)

4. Gunakan aplikasi-aplikasi yang ringan

Ganti beberapa aplikasi terbaru yang membutuhkan resource yang besar dengan versi terdahulu yang lebih “hemat” resource namun tetap bermanfaat, misalnya ganti Adobe Photoshop CS6 Anda dengan Adobe Photoshop CS3, Ganti CorelDRAW X7 Anda dengan CorelDRAW X3 dan seterusnya.(Baca juga: Manfaat Komputer Dalam Bidang Industri , Pengertian Software Menurut Para Ahli)

Hindari menginstall aplikasi dengan minimum system requirement yang pas-pasan dengan spesifikasi notebook , misalnya Anda meng-install aplikasi dengan minimum system requirement RAM 2GB pada notebook Anda yang memiliki RAM 2GB, memang memenuhi syarat namun tentunya itu syarat minimum yang sangat pas-pasan.(Baca juga: Penyebab RAM PC Penuh , Tips Memilih Laptop Untuk Desain Grafis)

5. Lakukan defrag partisi hard disk drive

Defragment pada partisi hard disk drive terutama partisi sistem (misalnya drive C: untuk Windows) akan membantu meningkatkan performa kecepatan notebook dengan catatan tidak ada masalah (misalnya bad sector) pada hard disk drive, defrag berarti “menata ulang” file digital pada partisi sehingga dapat diakses oleh sistem operasi dengan lebih cepat.(Baca juga: Fungsi Defragment , Disk Defragmenter)

6. Upgrade RAM

Kapasitas RAM memang berpengaruh besar terhadap kecepatan komputer (tidak hanya notebook), menambah kapasitas RAM bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kecepatan notebook, slot RAM pada notebook umumnya hanya satu sehingga kita tidak dapat meningkatkan kapasitas RAM dengan menambah RAM baru yang identik, namun harus mengganti RAM lama dengan yang baru,misalnya notebook Anda memiliki RAM dengan kapasitas 1GB, Anda dapat menggantinya dengan jenis yang sama namun kapasitas yang lebih besar (misalnya 2GB).(Baca juga: Perbedaan RAM dan ROM , Cara Membedakan RAM DDR 1, DDR 2, DDR 3)

Perlu diingat pada bahwa umumnya notebook menggunakan arsitektur processor 32-bit, sehingga kapasitas maksimal RAM yang digunakan adalah 3GB, namun sayangnya tidak ada RAM dengan kapasitas 3GB, yang ada adalah 4GB, karena keterbatasan kapasitas maksimum yang dapat digunakan oleh notebook, RAM 4GB biasanya tidak terdeteksi oleh notebook (namun tidak semua, tergantung processor dan mungkin chipset yang digunakan), jika Anda bermaskud meng-upgradeRAM Anda dengan RAM diatas 2GB (misalnya 4GB), Saya sarankan Anda membeli RAM di toko komputer konvensional (bukan toko online) sehingga Anda  dapat mencobanya terlebih dahulu.(Baca juga: Macam-macam Chipset Motherboard , Tips Membeli Kapasitas Ram Yang Sesuai Kebutuhan)

sponsored links

7. Ganti Hard Disk Drive dengan yang baru

Hard Disk lama pada notebook Anda mungkin sudah mulai “renta”, kecepatan transfernya sudah mulai menurun, mungkin sudah banyak bad sectornya. Mengganti Hard Disk Drive (jika memungkikan) akan sangat meningkatkan kecepatan notebook Anda, selain itu mengganti Hard Disk Drive juga akan mengharuskan Anda meng-install ulang sistem operasi (kecuali Anda menggunakan teknik Ghost), Hard Disk Drive baru, sistem operasi yang fresh tentunya performa (kecepatan) notebook akan meningkat dari sebelumnya.(Baca juga: Jenis-jenis Hard Disk , Penyebab Harddisk Eksternal tidak Terbaca)

8. Install driver terbaru

Driver berfungsi untuk mengoptimasi kinerja hardware sehingga dapat dikenali dan dikendalikan sesuai fungsinya oleh sistem operasi, semakin baik “hubungan” antara sistem operasi dengan hardware maka akan semakin baik pula kinerja keduanya, masuk akal bukan? Berbeda dengan aplikasi yang (Saya sarankan) untuk menggunakan versi terdahulu saja yang minimum system requirement-nya rendah, untuk driver Saya sangat menyarankan untuk menggunakan driver terbaru, download dari situs resminya atau gunakan aplikasi “driver scanner” atau “driver manager” seperti aplikasi Driver Genius.(Baca juga: Penyebab Printer Offline , Jenis Scanner dan Fungsinya)

Banyak sekali tips untuk mengatasi notebook (atau komputer secara umum) yang lamban/lemot, mulai dari solusi menggunakan software sampai penggantian hardware (sebagian mungkin sama dengan yang kita bahas), namun sebaiknya Anda amati dulu apa masalah utama yang menyebabkan notebook Anda lamban, apakah software (atau sistem operasi) yang system requirement-nya terlalu tinggi (atau pas-pasan), atau memang salah satu (atau beberapa) hardware yang sudah mulai “renta” dan harus diganti dengan yang baru, pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan membeli hardware untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Sponsored Links

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Thursday 24th, November 2016 / 13:16 Oleh :