Home » Ilmu Komputer » Tips & Trick Komputer » 17 Teknik Pengambilan Gambar

17 Teknik Pengambilan Gambar

by Rini Rahmawati
by Rini Rahmawati

Berbicara tentang teknik fotografi dalam dunia fotografi memang sangat beragam, ada banyak macamnya terutama tergantung dari jarak (diambil oleh kamera) atau tergantung dari sudut pengambilan gambar (angle of the camera). Tentu saja, fotografer harus benar-benar memahami hal ini untuk mendapatkan foto yang bagus.

Teknik ini juga dapat digunakan untuk menangkap subjek individu, kelompok, lanskap, dan subjek bergerak. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan teknik pengambilan gambar, akan uraikan secara detail disini.

Teknik Berdasarkan Angle Kamera

Teknik  pertama ini dibedakan dengan sudut pandang kamera. Kamera sudut pandang atau lebih dikenal dengan kamera sudut adalah teknik pengambilan gambar yang disusun untuk menghasilkan foto dengan sudut pandang yang lebih menarik.

1. Low Angle

Low Angle

Pemotretan Low Angle adalah teknik yang digunakan untuk menangkap suatu objek dari posisi yang lebih rendah. Biasanya teknik single shot ini digunakan untuk memberikan kesan derajat ketika subjeknya adalah seseorang.

Kadang-kadang fotografer harus membungkuk atau berbaring dengan kamera di tanah. Dengan begitu, sudut pandang yang dihasilkan akan berfokus pada objek dan membuatnya tampak lebih gagah, kuat, elegan, mewah dan dominan.

Apabila Anda ingin memotret gedung dengan menggunakan teknik low angle ini maka foto yang dihasilkan akan membuat gedung tersebut menjadi tampak lebih megah, begitu juga dengan bangunan besar lainnya.

2. High Angle

High Angle

High Angle adalah sebuah teknik pengambilan gambar yang membuat hasil objek foto terlihat lebih kecil dan lemah. Untuk melakukan teknik ini seorang fotografer harus berada di posisi yang lebih tinggi dari objek atau berasal dari atas sehingga kamera pun harus dihadapkan dengan posisi menunduk (tlit down).

3. Bird Eye Angle

Bird Eye Angle

Sudut mata burung adalah teknik pemotretan dengan posisi tepat di atas subjek yang membantu mengoreksi penglihatan burung. Umumnya, teknik ini digunakan untuk memotret sekumpulan bangunan perkotaan (urban landscapes) yang diambil dari atas dengan helikopter.

Untuk mengakomodasi teknik ini, kamera harus diposisikan jauh lebih tinggi dari subjek dan diambil pada jarak yang cukup jauh. Rentang area yang dapat dicakup oleh teknik ini seringkali sangat besar dan lebih kompleks, sehingga gambar yang dihasilkan seolah-olah memberikan kesan detail tentang situasi pada gambar.

4. Eye Level Angle

Eye Level Angle

Sudut pandang yang diterapkan teknik ini menyesuaikan dengan sudut pandang mata manusia pada umumnya. Untuk menggunakan teknik Eye Level Angle, sudut kamera adalah dimana ketinggian kamera sejajar dengan mata subjek yang ingin dipotret.

Ini akan mirip dengan bagaimana mata manusia melihat objek yang dilihatnya. Umumnya teknik ini digunakan untuk membuat foto yang memiliki kesan realistik sehingga terlihat lebih natural seperti penglihatan manusia.

5. Frog Eye View

Frog Eye View

Seperti namanya, Frog Eye View juga meniru cara katak melihat suatu objek. Teknik ini memiliki fungsi membuat objek tampak lebih besar dari sekitarnya.

Untuk menggunakan teknik ini, kamera dapat diletakkan langsung di tanah, sehingga kamera diposisikan secara horizontal di bawah subjek. Oleh karena itu, fotografer terkadang harus  mengambil posisi berbaring di tanah untuk menangkap subjek dengan lebih mudah.

Teknik kedua ini dibedakan berdasarkan jarak fotografis subjek dari kamera. Pemotretan adalah teknik yang digunakan untuk menampilkan detail bagian tubuh tertentu atau menampilkan potret lanskap secara keseluruhan.

6. Strong Long Shot

Strong Long Shot

Teknik selanjutnya adalah teknik Strong Long Shot. Teknik ini membutuhkan keahlian yang lebih detail dari fotografer, karena mereka harus bisa membuat subjek lebih menyatu dengan area sekitarnya sehingga subjek bisa lebih menonjol dan tidak mengalir dengan latar belakang.

Teknik Extreme Long Shot membuat area di sekitar subjek lebih besar, sehingga area tersebut juga bersinar bersama subjek. Pada dasarnya teknik ini digunakan untuk memotret objek dari jarak yang cukup jauh.

7. Long Shot

Long Shot

Long shot adalah teknik yang menyampaikan interaksi antara area sekitar dan objek yang ada. Biasanya, teknik ini akan membuat area sekitarnya lebih sempit dan subjek tampak lebih besar.

Long Shot diterapkan saat memotret subjek dari jarak jauh dan saat Anda ingin menangkap lebih dari satu subjek manusia, seluruh tubuhnya akan ditampilkan.

8. Medium Shot

Medium Shot

Medium Shot adalah teknik yang memfokuskan pada banyak bagian tubuh agar tampak lebih detail, dan tidak memperlihatkan seluruh tubuh subjek.

Biasanya, teknik ini hanya digunakan untuk memotret tubuh manusia dari kepala hingga pinggang. Teknik ini diterapkan dengan menempatkan kamera di tengah area sekitar subjek yang ingin Anda tangkap.

9. Medium Long Shot

Medium Long Shot

Medium long Shot adalah teknik menembak hanya satu bagian tubuh, dari atas kepala sampai lutut. Teknik pemotretan ini bisa dibilang mirip dengan teknik Medium Shot, hanya saja backgroundnya sedikit lebih lebar.

Umumnya, teknik ini digunakan untuk menyampaikan interaksi yang dilakukan oleh objek saat mereka aktif. Selain itu, teknik ini juga berguna untuk menunjukkan dengan jelas aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh subjek.

10. Close Up

Close Up

Selanjutnya ada teknik Close Up yang digunakan untuk menunjukkan ekspresi wajah seseorang atau menentukan ciri-ciri suatu objek. Teknik ini dapat dilakukan dengan mendekatkan kamera ke subjek, misalnya dari atas kepala hingga atas bahu.

11. Medium Close-up

Medium Close-up

Medium close-up adalah teknik yang digunakan untuk membuat gambar profil lebih tegas. Teknik ini sering digunakan untuk memotret subjek dari atas kepala hingga ke dada. Pemotretan ini dapat diambil dengan menempatkan kamera di tengah subjek untuk menutupi area yang lebih sempit.

12. Big Close Up

Big Close Up

Mirip dengan teknik Close Up, teknik Big Cose Up ini mencakup area yang jauh lebih sempit sehingga dapat tercipta efek foto yang lebih dramatis. Teknik ini hanya akan mengambil ekspresi wajah yang lebih detail sehingga tidak ada bagian yang terpotong. Misalnya mulai dari atas kepala hingga ke dagu.

13. Extreme Close Up

Extreme Close Up

Teknik ini menggunakan sudut kamera yang ditempatkan sangat dekat dengan subjek dan cakupan area bingkai hanya berfokus pada beberapa bagian khusus seperti alis, mata, hidung atau bibir.

Saat menggunakan teknik ini, lensa direkomendasikan sebagai lensa makro agar gambar yang dihasilkan menunjukkan detail dengan lebih jelas.

14. Arc

Arc adalah teknik pemotretan dengan menggerakkan kamera di sekitar subjek (rotasi) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

15. Dolly

Dolly adalah teknik pemotretan yang dimulai dengan menggerakkan kamera mendekati atau menjauhi subjek pada tripod.

16. Tilting

Tilting adalah teknik pengambilan gambar dengan menggerakkan kamera ke atas dan ke bawah.

17. Crabing

Crabing adalah teknik pemotretan dengan menggerakkan kamera sejajar dengan pandangan samping subjek yang sedang berlari.

Tips Pengambilan Gambar Agar Lebih Menarik

Untuk bisa menghasilkan sebuah foto yang lebih menarik dan mempunyai komposisi yang mendekati sempurna. Maka dalam hal ini Anda dapat mengambil foto dengan cara memadukan posisi sudut pandang atau angle dengan semua tipe shot kamera.

Akan tetapi, untuk jenis-jenis teknik pengambilan gambar tersebut memang hanyalah merupakan suatu acuan, dan juga bukan hal yang sangat mutlak harus bisa dilakukan. Dengan menerapkan kombinasi ini, foto yang dihasilkan bisa terlihat lebih menarik. Contoh:

  • Close-up Eye Level
  • Close-up High Angle
  • Telephoto High Angle
  • Low Angle Eye Level

Anda dapat memilih variasi teknik yang tersedia tergantung pada kebutuhan dan keinginan Anda saat ingin menerapkan pengambilan gambar teknik.

Demikian pembahasan tentang teknik fotografi lengkap dengan penjelasan dan contohnya. Pada dasarnya teknik pengambilan gambar perlu dilakukan dengan pencahayaan yang baik dan optimal untuk dapat menghasilkan foto yang baik.

You may also like