12 Cara Ampuh Mendeteksi Malware di Laptop

Virus komputer merupakan salah satu bahaya yang bisa mengancam operasional komputer atau laptop, karena bisa mengganggu sistem yang dampaknya bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada komputer atau laptop. Umumnya virus bersifat merusak dan mencuri data, yang pastinya sama-sama merugikan korbannya. Ada banyak jenis virus komputer yang berkembang saat ini, seperti malware, spyware, trojan, dan lainnya.

ads

Artikel kami kali ini akan mengulas lebih detail berkaitan dengan malware. Eh, emang apaan sih itu malware? Malware adalah sebuah program yang sengaja diciptakan untuk merusak, menggandakan, mencuri, menghapus, menyembunyikan, dan mengubah data. Tak hanya itu terkadang malware sering memakan banyak daya pada baterai laptop dan resource lainnya di komputer / laptop. Sehingga, malware bisa menyebabkan komputer atau laptop sering bermasalah, nge-hang, dan sebagainya. Bahkan, beberapa virus komputer paling mematikan di dunia saat ini adalah malware.

Malware akan menjadi lebih berbahaya jika malware tersebut disisipkan dan menyebar pada program lain. Jenis-jenis malware yang menyerang pengguna komputer dan laptop saat ini sudah memiliki kemampuan tersebut. Sehingga program lain akan ikut terkena malware dan malware semakin menyebar pada komputer dan laptop Anda. Jika sudah begitu, Anda sebagai pengguna harus melakukan tidakan untuk menghentikan penyebarannya.

Bicara mengenai malware, pasti Anda semua tidak mau komputer atau laptopnya terinfeksi dong. Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas mengenai cara mendeteksi malware di laptop. Kenapa hanya laptop saja? Karena laptop memiliki spesifikasi yang cukup terbatas. Sumber daya berasal dari baterai, lalu komponen di dalam laptop tidak bisa dimodifikasi layaknya komputer PC. Hal tersebut membuat laptop rentan rusak jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan akibat virus malware. Oke, kami mulai ulasannya yah.

Sebelum mulai mengidentifikasi, coba Anda cek dulu laptop Anda. Jika pada laptop Anda terdapat tanda-tanda atau gejala aneh berikut ini, kemungkinan besar laptop Anda sudah terinfeksi oleh virus:

  • Informasi atau gambar aneh tiba-tiba muncul di layar laptop ketika sedang digunakan.
  • CD atau DVD tray keluar tanpa alasan apapun (ter-eject sendiri tanpa diminta)
  • Sebuah software secara otomatis jalan sendiri. (Ihhhh seremmmm)
  • Ada software yang mencoba akses internet tanpa alasan yang jelas. Jika diizinkan, kuota internet Anda tiba-tiba berkurang drastis.
  • OS pada laptop sering crash atau freeze.
  • Tidak bisa masuk OS atau tidak bisa buka software tertentu.
  • Software berjalan sangat lambat atau berjalan lebih lambat daripada biasanya.
  • Ada satu atau beberapa file / folder yang menghilang atau isinya dimodifikasi secara tiba-tiba.
  • Lampu indikator LED hard disk berkedip-kedip secara terus menerus (non stop) dan cepat.
  • Laptop sering mati sendiri secara mendadak.

Merasa salah satu atau beberapa tanda-tanda di atas terjadi pada laptop Anda? Anda masih kurang yakin? Nah, baru deh sekarang kami berikan cara-cara mendeteksi keberadaan malware di laptop Anda. Yuk disimak:

  1. Coba identifikasi apakah laptop Anda tiba-tiba terasa lambat ketika sedang digunakan dalam bekerja. Jika OS pada laptop Anda terasa begitu berat, bahkan sangat lambat untuk menjalankan sebuah software secara tiba-tiba, maka kemungkinan laptop Anda sudah terinfeksi malware.
  2. Cari tahu apakah ada toolbar atau plugin pada browser yang mencurigakan. Jika Anda menemukan toolbar atau plugin pada browser yang Anda sendiri tidak pernah menginstalnya, kemungkinan besar hal ini mengindikasikan adanya malware pada laptop Anda.
  3. Kecepatan internet juga bisa berkurang, apabila sistem laptop telah terinfeksi malware. Ga percaya? Coba Anda akses situs yang ringan, seperti Google misalnya. Jika penasaran, coba Anda periksa pengaturan homepage pada browser Anda. Apakah telah diganti atau tidak? Jika telah terganti tanpa sepengetahuan Anda, ada indikasi bahwa laptop Anda memiiki ciri-ciri browser kena virus malware, yang terpasang secara diam-diam ketika Anda mengakses internet.
  4. Jika Anda baru saja menginstal sebuah software pada laptop Anda, pastikan tidak ada software lain yang ikut terinstal tanpa sepengetahuan Anda. Malware juga sering disisipkan pada program lain.
  5. Jika sistem laptop sudah overload karena malware, laptop Anda bisa mengalami “freeze” dan bahkan bisa sampai nge-hang. Apabila saat menjalankan software, laptop Anda memakan waktu yang cukup lama, bisa jadi laptop Anda sudah terinfeksi virus malware.
  6. Coba Anda buka Task Manager. Caranya, tekan tombol Ctrl+Alt+Del pada keyboard, lalu pilih “Start Task Manager”. Kemudian, pantau penggunakan RAM untuk semua software yang sedang dijalankan pada laptop Anda. Jika Anda menemukan software yang mencurigakan, dengan pemakaian resource RAM yang berlebihan, ini juga pertanda dari adanya malware di laptop Anda. Malware biasanya memakan cukup banyak memori (RAM) ketika berjalan diam-diam di dalam sistem laptop Anda. Hal ini bisa menyebabkan laptop berjalan lambat dan software lainnya akan terasa lama ketika dijalankan.
  7. Instal software untuk mendeteksi malware pada laptop. Salah satu software yang kami rekomendasikan adalah Rook Security. Software ini sendiri mudah untuk digunakan. Setelah software ini diunduh, Anda cukup mengekstrak isi dari file zip ke laptop Anda. Lalu, buka folder RookMilano dan klik dua kali pada file milano.exe untuk memulai software. Layaknya antivirus lainnya, Anda bisa melakukan scan cepat atau scan penuh pada laptop Anda untuk mendeteksi keberadaan malware di laptop Anda.
  8. Cek situs yang terkena malware. Yup, tak selamanya halaman situs yang Anda buka di internet aman. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengecek situs yang Anda akses sebelum Anda ikut terkena malware yang bersembunyi di dalam situs tersebut. Caranya, Anda kunjungi situs penyedia alat cek virus / malware pada blog dan website di www.urlvoid.com. Setelah situs terbuka, masukkan URL blog atau situs yang ingin Anda periksa dan klik “Submit”. Lihat hasil yang muncul setelahnya. Jika menunjukkan warna hijau, artinya situs atau blog tersebut aman dari malware.
  9. Kunjungi SARC.COM. Di situs ini, Anda bisa mencari referensi antivirus terbaik dan mengikuti saran mereka tentang cara mencegah komputer terkena virus, malware, atau spyware. Selain itu, Anda juga bisa menemukan tips tentang cara untuk menghapus malware secara manual di situs ini.
  10. Gunakan Safe Mode. Caranya, restart Windows di laptop Anda. Lalu ketika laptop Anda reboot, tekan F8 beberapa kali sampai Anda melihat tampilan menu pilihan Safe Mode. Pilih saja “Safe Mode with Network”. Setelah Anda berada di dalam mode itu, hubungkan laptop Anda ke internet untuk mengunjungi MalwareBytes.org. Unduh versi gratis dari MalwareBytes atau versi komersial Malwarebytes (untuk perlindungan secara real-time). Setelah diunduh, instal dan jalankan pada laptop Anda. Jika MalwareBytes mendeteksi sesuatu yang terindikasi malware, hapus dari laptop Anda. Jika sudah tidak terdeteksi adanya malware, reboot komputer ke mode biasa.

  11. Instal antivirus yang menyediakan fitur untuk mendeteksi malware. Bisa antivirus gratis atau berbayar.
  12. Gunakan HijactThis. Jika cara-cara yang telah kami sampaikan di atas tidak membantu menghapus malware pada laptop Anda, Anda perlu mengunduh sebuah program yang disebut Hijack ini, yaitu alat yang sangat kuat yang memungkinkan Anda untuk menghapus BHO (Browser Helper Objects) yang jahat.

Nah, dari berbagai cara di atas, manakah yang akan Anda pilih? Itu semua kembali kepada Anda sebagai pengguna laptop. Sekian artikel kami kali ini. Semoga artikel kali ini bisa membantu Anda untuk mendeteksi adanya malware pada laptop Anda. Jika laptop Anda sudah terlanjur terinfeksi malware, simak cara menghapus virus malware yang telah kami bahas sebelumnya di situs ini.

, , ,
Oleh :