8 Penyebab Laptop Gagal Booting yang Perlu Kamu Ketahui

Booting adalah proses awal sebuah komputer atau laptop sebelum masuk ke menu utama. Biasanya proses booting pada awalnya adalah tampilan sistem operasi yang digunakan. Contohnya, jika kamu menggunkan windows 7, maka akan muncul logo windows 7  pada saat komputer atau laptop dinyalakan. Tujuan dari proses booting ini adalah untuk persiapan dari semua komponen pada komputer atau laptop sampai akhirnya benar-benar siap digunakan.

ads

Akan tetapi, jika terjadi sesuatu, terkadang komputer tidak bisa melakukan booting. Kejadian semacam ini juga bisa terjadi pada laptop. Ciri-ciri gagal booting adalah pada saat laptop dinyalakan, hanya ada layar kosong  warna hitam dengan sebuah kursor di kiri atas yang hanya kedip-kedip. Normalnya setelah itu masuk ke tampilan windows yang digunakan (bisa window XP, 7,8, dan 10) . Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi. tampilan layar tetap berwarna hitam (kadang biru) dan hanya ada kursor yang kedap-kedip saja.

Hal tersebut tentu saja sangat kesal dibuatnya, apalagi jika kita sedang diberikan tugas yang harus segera dikumpulkan. Sebenarnya kamu tidak perlu panik karena kita sendiri pun bisa mengetahui cara mengatasi komputer yang tidak bisa booting. Akan tetapi, sebelum itu, kita harus mengetahui dulu penyebabnya. Oleh sebab itu, berikut 8 penyebab laptop gagal booting yang perlu kamu ketahui.

1. Activator Windows yang tidak tepat

Activator adalah sebuah aplikasi yang dibuat oleh pihak windows untuk mengurangi adanya pembajakan software. Dengan begitu pada saat akan pemberitahuan cek update dari pihak windows, laptop kita dapat aman digunakan. Hanya saja, Activator windows ini ada berbagai macam versinya. Jika kamu salah dalam memilih activator yang digunakan, maka akan berpengaruh pada laptop yang kamu gunakan. Akibatnya akan berpengaruh pada saat proses booting.

2. Uninstal aplikasi yang belum sempurna

Ketika kamu menguninstal aplikasi, pastikan kalau aplikasi tersebut benar-benar sudah terhapus dari laptopmu. Sebab, jika kamu tidak sempurna menguninstalnya akan berpengaruh pada harddisk laptopmu. Begitu juga dengan proses booting. Aplikasi yang belum sepenuhnya terhapus pada laptop akan menyebabkan sebuah “bug” sehingga sistem di dalam harrdisk akan terganggu.

3. Permasalahan pada harddisk

Nah, sama halnya dengan poin kedua, salah satu permasalahan pada harddisk yakni ada aplikasi yang tidak diuninstal secara sempurna. Selain itu, permasalahan pada harddisk juga bisa karena cakram di dalamnya mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan hardisk bisa terjadi karena pernah jatuh atau karena usianya yang sudah lama. Atau bisa juga ada file-file yang corrupt sehingga menyebabkan booting mengalami kegagalan.

4. Adanya virus

Virus juga dapat membuat booting pada laptop mengalami masalah. Virus-virus seperti Trojan dapat merusak sistem yang ada pada komputer. Bahkan pada saat booting berlangsung. Maka dari itu, diperlukannya antivirus sangatlah penting di dalam laptop. Kamu juga bisa mengetahui ciri-ciri komputer terkena virus.

5. RAM yang terlalu kecil

Kapasitas RAM juga sangat berpengaruh pada laptop. Jika laptop terlalu banyak aplikasi yang ukurannya besar, maka hal tersebut berdampak besar pada memori RAM. Seperti yang sudah diketahui, ukuran RAM sebesar 512MB sudah terlalu kecil jika digunakan pada keadaan sekarang. Oleh sebab itu, kamu sebaiknya mengupgrade RAM yang ada pada laptop agar tidak lama pada saat proses booting berlangsung.

6. Ada file yang corrupt

Hampir sama dengan poin kedua, ketika kita menginstal sebuah program, terkadang ada program atau aplikasi yang gagal terinstal. Nah, aplikasi yang gagal terinstal ini merupakan jenis file yang corrupt atau bahasa indonesianya bisa dikatakan file yang rusak. File yang terkena corrupt itu dapat mengganggu proses booting pada laptop.


7. Laptop mengalami kepanasan

Siapa yang menyangka jika laptop yang kepanasan juga menjadi penyebab booting menagalami kegagalan? Ketika laptop merasakan suhu yang panas, komponen -komponen di dalamnya juga menagalami hal yang sama. Hal ini juga menjadi penyebab kerusakan prosesor pada laptop. Ketika komponen tersebut mengalami kepanasan, maka sistem yang ada di dalamnya juga mengalami gangguan. Hal tersebutlah yang menyebabkan booting menjadi lebih lama bahkan sampai gagal.

8. Update windows yang tidak sempurna

Update pada windows bertujuan untuk melakukan pembaharuan pada sistem windows agar tidak terjadi pencurian data dan juga serangan virus. Akan tetapi, kelebihan dan kekurangan microsoft windows ada pada proses updatenya. Terkadang ada yang cepat, bahkan ada juga yang lama. Hal tersebut membuat kita harus bersabar menunggu hingga selesai. Saat windows sedang update dan kita lupa mengecas baterainya, otomastis laptop mati dan proses update menjadi terputus. Nah, Ketika proses update windows belum sempurna, maka laptop akan mengalami error pada saat booting terjadi.

Itulah 8 penyebab laptop gagal booting yang perlu kamu ketahui. Seperti yang sudah disinggung di awal, kamu  tidak perlu panik ketika laptop gagal booting. Banyak tutorial yang dapat kamu pelajari untuk cara memperbaikinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu semua.

, ,