10 Dampak Negatif Internet Bagi Anak Anak usia Sekolah

Sudah tidak bisa dihindarkan lagi, internet di zaman sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan utama setiap orang. Jika pada zaman dahulu internet masih asing dan hanya sebatas untuk pebisnis saja, kini setiap orang menggunakan internet untuk keperluan sehari-harinya. Tua, muda, bahkan Anak-anak juga sering menikmati berselancar di dunia maya hampir setiap hari.

ads

Berbicara mengenai anak-anak, dampak positif dan negatif internet bagaikan sebuah pisau. Di satu sisi, dapat memberikan pengetahuan dan juga salah satu metode untuk pembelajaran. Namun di sisi lainnya juga dapat menjerumuskan ke hal-hal yang tidak diinginkan. Apa saja dampak negatif yang ditimbulkan? Berikut 10 dampak negatif internet bagi anak usia sekolah.

1. Unsur Pornografi

Sudah bukan rahasia lagi jika ketakutan terbesar jika anak dapat mengakses internet adalah pornografi. Sebab, konten pornografi di dunia maya dapat diakses oleh siapapun tanpa terkecuali. Biarpun begitu, Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah berusaha untuk menutup situs-situs yang berpotensi menampilkan pornografi. Sayangnya, tetap saja memberantas situs-situs tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan.

Efek yang ditimbulkan jika anak kecanduan pornografi tentu saja sangat berbahaya karena dapat mmerugikan diri sendiri dan juga orang lain. Bahkan, efeknya sama buruknya dengan membunuh orang. Akan sangat berbahaya jika tidak segera ditanggulangi oleh semua pihak.

2. Unsur Kekerasan

Nah, unsur kekerasan juga merupakan salah satu ancaman yang mengintai anak-anak. Selain pornografi, kekerasaan juga dapat memberikan dampak buruk. Hal yang ditakutkan dari kekerasan ini adalah dapat menginspirasi para penerus bangsa untuk melakukan hal yang sama. Ditambah, konten kekerasana dapat “mencuci otak” anak-anak bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan kekerasan.

3. Malas Belajar

Banyaknya konten hiburan yang disajikan di dunia maya tentunya dapat membuat anak menjadi terlena. Jika anak-anak terus menerus menghabiskan waktu hanya untuk melihat konten hiburan tanpa ada nilai edukasinya, dia akan menjadi orang yang malas. Tentu saja, hal ini akan berdampak buruk terhadap prestasinya di sekolah. Maka dari itu, orang tua harus pandai mengatur anaknya agar jangan sampai terlalu lama bemain-main di dunia internet.

4. Kecanduan

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, di dalam dunia maya banyak hal-hal yang membuat orang betah berlama-lama di dalamnya. Di zaman sekarang, anak-anak ramai-ramai memainkan game online. Hal tersebut tentunya dapat membuat anak menjadi kecanduan. Parahnya lagi, ada sebagian anak yang menggunakan uang dari orang tua untuk bermain game onlne. Hal ini sangat memprihatinkan karena anak-anak adalah generasi penerus yang menjadi tegak atau tidaknya suatu negara.

5. Sulit Bersosialisasi di dunia nyata

Dunia maya pun menyajikan sebuah aplikasi media sosial semacam, Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Dengan adanya media sosial tersebut, memang memberikan kemudahan bagi siapapun, termasuk anak-anak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain bahkan dari jarak jauh sekalipun. Hanya saja, dampak positif dan negatif social media tentu saja ada, terutama di kehidupan nyata.

Sosialisasi di dunia maya dan di dunia nyata itu berbeda. Orang yang terbiasa sosialisasi di dunia maya tentunya akan berbeda jika harus berkomunikasi dengan tatap muka. Maka dari itu, anak akan kesulitan bercakap-cakap di kehidupan nyata ketimbang di dunia maya.

6. Menanamkan sikap plagiat

Sikap plagiat juga dapat muncul jika anak dapat menguasai dunia maya. Mengapa bisa seperti itu? Ketika anak ditugaskan guru untuk membuat suatu karya. Si anak terbut hanya tinggal mencari karya yang berhubungan dengan tugas guru itu di internet, lalu dia hanya mengganti namanya saja, dan jadilah karya yang seolah-olah buatan dia sendiri. Tentu saja dengan plagiat ini, anak tersebut akan cepat menyelesaikan tugasnya. Akan tetapi, jangalah heran kalau dia ditanya malah tidak bisa menjawab apa yang sudah dikerjakan.


7. Konten yang mengandung provokasi

Meskipun di dunia internet banyak yang menyajikan berita yang akurat. namun tidak jarang juga terdapat berita-berita atau konten yang mengandung provokasi. Konten-konten seperti itu, tentu saja bertujuan untuk memancing amarah agar mengacaukan ketenangan orang-orang. Oleh sebab itu, anak-anak bisa menjadi salah satu sasaran untuk dicuci otaknya.

8. Pemicu Bullying

Kasus bullying tidak hanya dilakukan secara fisik semata. Bahkan di dunia maya, kasus ini juga bisa terjadi. Bullying bisa terjadi di dunia maya karena nama akun yang digunakan bukanlah nama asli. Apalagi tingkat emosi anak-anak yang masih labil dapat memberikan intimidasi tanpa berpikir lebih jauh. Padahal, bullying sendiri sangat mencederai mental seseorang.

9. Penculikan

Sudah tidak aneh lagi bahwa semua orang suka dengan selfie atau foto diri sendiri. tidak terkecuali anak-anak yang suka bermain di media sosial. Akan tetapi, orang tua harus waspada karena kasus penculikan anak-anak. Penculikan anak yang terjadi akhir-akhir ini mengincar mereka dari foto anak yang selalu diunggah oleh orang tua, maupun si anak sendiri di media sosial. Oleh sebab itu, orang tua harus selalu bijak dalam mengunggah foto anak-anaknya.

10. Bolos Sekolah

Akibat dari poin keempat itu, anak-anak yang sudah kecanduan internet akan memilih bolos dari sekolah. Sudah banyak berita-berita yang isinya penangkapan anak-anak yang bolos. Anak-anak yang masih menggunakan seragam sekolah itu lebih senang nongkrong di tempat warnet atau tempat game online. Hal tersebut bisa mengancam masa depan mereka.

Itulah dampak negatif internet bagi anak-anak usia sekolah. Meskipun ada dampak negatif di kalangan pelajar cukup banyak, namun tidak bisa dipungkiri kalau peran internet terhadap prestasi belajar siswa juga ada manfaatnya. Itu tergantung dari sudut pandang pemakainya. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, tetaplah jaga anak Anda dari kejahatan internet. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk kamu semua.

, , ,
Oleh :
Kategori : Internet