Home » Jaringan Komputer » Hardware Jaringan » 6 Perbedaan Hub dan Switch Pada Jaringan Komputer

6 Perbedaan Hub dan Switch Pada Jaringan Komputer

by Elang Hendy Subrata

Pada saat kita kita akan membuat jaringan komputer yang cukup luas di dalam ruangan, umumnya kita butuh sebuah perangkat khusus  yakni sebuah switch dan hub. Sekilas kedua perangkat ini memiliki bentuk yang hampi sama serta fungsinya juga hampir sama. Meskipun begitu, baik Hub dan Switch ternyata memiliki beberapa perbedaan. Sebelum Anda memutuskan apakah akan memasang Switch atau Hub, sebaiknya simak terlebih dahulu beberapa perbedaan berikut ini.

1. Berdasarkan tipe

Tipe jaringan penghubung yang menggunakan Switch maupun Hub ternyata memiliki perbedaan yang cukup mencolok, terutama dari tipe-tipe yang digunakan. Pada Hub, port yang digunakan memiliki banyak port. Contohnya yang paing standar adalah 4 port, 5 port, dan beberapa jumlah port lainnya. Apabila Anda menyambungkan satu paket ke dalam satu port di bagian Hub, maka port yang lainnya akan tersalin secara otomatis pada Hub lainnya.

Pada fungsi Hub sendiri memiliki dua jenis tipe Hub. Hub yang pertama tipe Hub pasif, dan kedua adalah tipe Hub Aktif. Pada Hub Aktif, fungsinya sendiri bisa dijadikan sebagai repeater. Dengan begitu, jenis Hub tipe aktif dapat mengirimkan sebauha transmisi yang telah diperkuat sebelumnya. pada Hub Pasif, fungsi yang diberikan dapat memisahkan serta membagi sinyal yang telah masuk ke transmisi jaringan.

Pada fungsi Switch sendiri juga memiliki dua jenis, yakni switch manage dan juga switch unmanaged. Switch manage sendiri adalah jenis switch yang dapat diatur pada skala yang lebih luas, contohnya adalah pada gedung bertingkat, atau sebuah tempat yang cukup luas dan memiliki banyak bagian. Sedangkan pada Switch unmanaged, dapat digunakan pada jangkauan jaringan yang lebih kecil seperti rumah, kantir kecil atau sebuah ruangan yang tidak terlalu luas.

Pada jaringan yang menggunakan Hub, port yang telah masuk ke dalam satu port akan melakukan salinan pada setiap port Hub. Sedangkan pada Switch, pengaturan port dapat diatur oleh kita sebagai pengguna. Bisa dikatakan Switch ini dapat menghubungkan banyak jaringan.

2. Berdasarkan Open System Interconnection yang digunakan

Jika kita melaihat dari sisi OSI atau Open System Interconnection yang digunakan, baik Hub, maupun Switch memiliki perbedaan. Pada Hub, jaringan yang didapatkan hanya bekerja pada OSI layer pertama. Artinya, Hub hanya dapat mengirimkan data saja melalui transmisi yang sudah dihubungkan. Pada Switch, jenis OSI yang digunakan dapat menjangkau jenis layer 2. Artinya, pada Switch, kita tidak hanya dapat melakukan transmisi data saja, tetapi juga kita dapat menambahkan MAC Address pada paket.

3. Sistem Kerja

Umumnya Hub tidak dapat memroses data yang telah masuk. Hub hanya bisa melakukan penerimaan serta pengiriman sinyal-sinyal listrik dari beberapa kabel yang telah disambung. Maka dari itu, Hub haya bersifat sebagai jembata saja antara data yang datang dari perangkat satu ke perangkat yang lain.

Sedangkan pada Switch, sistem kerjanya tidak hanya sebagai perantara saja. saat ada sebuah data yang masuk, switch dapat melakukan pemrosesan data informasi yang terdapat pada bagian layer data link. Selain itu, Switch ini juga dapat digunakan untuk arus lalu lintas data seperti menerima maupun mengirimkan data.

4. Kecepatan data

Jika kita bandingkan kecepatan data Antara Switch dan Hub, maka hasilnya mungkin sudah bisa Anda tebak. Ya, dengan beberapa keunggulan yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, Switch ini memiliki keunggulan juga dalam hal kecepatan data transfer. Maka dari itu, dari beberapa instansi dan perusahaan lebih banyak menggunakan switch sebagai standar pembagian jaringan yang terbaik.

Switch juga dapat melakukan prioritas transmisi data dari MAC Address yang telah dituju. Dengan begitu, transmisi paket data dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan hub yang hanya mampu menyebarkan paket data ke seluruh komputer yang terhubung jaringannya saja.

5. Sistem keamanan

Seperti yang kita tahu bahwa tidak selamanya jaringan akan selalu aman terkendali. Apalagi jika satu perangkat komputer tersebut memiliki data virus. Maka sebab itu, dibutuhkan sebuah penghubung yang memiliki “saringan” agar virus yang dikirimkan dapat ditahan terlebih dahulu agar tidak terlalu menyebar.

Untuk bagian ini, kembali Switch memiliki sistem keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Hub. Switch memiliki sistem seleksi terhadap komputer yang telah terhubung melalui MAC Address. Apabila terdapat MAC Address yang bermasalah, maka sistem paa Switch dapat memblokir jaringan tersebut tanpa mengganggu jaringan yang lain.

6. Sistem Pengaturan

Sistem pengaturan pada Hub lebih simpel jika dibandingkan dengan Switch. Namun, pada dasarnya Hub tidak memiliki pengaturan sama sekali. Jadi, saat Anda ingin menghubungkan perangkat, tinggal dihubungkan saja, maka perangkat tersebut langsung terhubung.

Sedangkan pada Switch Anda harus melakukan pengaturan terlebih dahulu. Hal ini berlaku pada tipe switch manapun. Anda dapat mengatur perangkat mana yang dapat dihubungkan secara langsung dan mana perangkat yang sebaiknya diblokir. Itulah 6 perbedaan hub dan switch sebelum Anda memutuskan akan membelinya. Semoga bisa memberikan manfaat.

You may also like