Home » Jaringan Komputer » Konsep Jaringan » Inilah 5 Perbedaan Topologi Star dan Extended Star

Inilah 5 Perbedaan Topologi Star dan Extended Star

by Elang Hendy Subrata

Pernahkan kamu melihat sebuah ruangan yang memiliki banyak komputer secara berjejer? Posisi tersebut bukanlah kebetulan atau penempatan secara acak. Pada dasarnya, hal tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan jaringan. Istilah yang tepat untuk menggambarkannya adalah topologi jaringan komputer.

Topologi pada jaringan komputer memiliki berbagai macam jenisnya. Mulai dari tipe yang sederhana hingga tipe yang sangat kompleks. Beberapa jenis topologi yang sering digunakan di berbaga tempat adalah Topologi Star dan Topologi Extended Star. Sekilas dua nama topologi ini memiliki kemiripan, namun ternyata kedua ada banyak perbedaan. Untuk mengetahuinya, berikut ulasannya.

1. Jumlah Hub yang digunakan

Ciri khas dari topologi star dalam jaringan komputer adalah menggunakan hub sebagai pusat lalu lintas jaringan. Fungsi hub sendiri adalah sebagai jalur lalu lintas jaringan komputer. dari dua jenis topologi, yakni topologi Star dan Topologi Extended star, keduanya terdapat perbedaan.

Pada topologi star, jumlah Hub yang digunakan tidak terlalu banyak. Umumnya, hub yang digunakan hanya satu buah saja. Meskipun perangkat yang digunakan lebih dari sepuluh buah, namun jika port hubnya mampu untuk menghubungkan kesepuluh perangkat tersebut, maka penggunaan topologi star bisa digunakan

Sedagkan pada Topologi Extended Star, jumlah Hub yang digunakan bisa lebih dari satu. Bahkan, pada topologi extended star, antar hub saling behubungan untuk membentuk jaringan yang lebih luas. Umumnya, jumlah hub yang dibutuhkan bisa dua, tiga, atau bahkan lima hub dalam satu jaringan.

2. Jumlah perangkat yang digunakan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa jaringan yang menggunakan konsep topologi star dan topologi extended star adalah menggunakan hub sebagai terminalnya. Selain itu, jumlah perangkat yang terhubung pada kedua topologi ini juga terdapat perbedaan.

Pada topologi star, memang jumlah perangkat yang digunakan cukup banyak. Contohnya saja, jika di dalam ruangan terdapat komputer yang jumlahnya sepukuh buah, maka lihatlah pada bagian hub yang digunakan. jika terdapat satu hub saja, maka topologi jaringan yang digunakan adalah topologi star.

Pada topologi extended star, jumlah perangkat dan hub yang digunakan dua kali lipatnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa jumlah hub yang digunakan lebih banyak. Namun, ternyata tidak hanya jumlah hubnya saja, tetapi juga perangkat yang digunakan pun juga banyak.

3. Lingkungan yang dipakai

Perbedaan selanjutnya adalah pada bagian lingkungan. Mungkin kamu baru memahami bahwa penggunaan topologi jaringan sangat bergantung pada bebrapa faktor. salah satu faktor yang berpengaruh adalah lingkungan.

Untuk topologi star, lingkungan yang dapat digunakan untuk tipe jaringan ini adalah lebih kecil. Satu ruangan pun cukup pas untuk menggunakan sistem topologi star. Sebab, jumlah komputer dan hub yang digunakan tidaklah terlalu banyak.

Karena pada topologi extended star menggunakan hub dan perangkat yang jauh lebih banyak, maka ruangan yang dibutuhkan pun jauh lebih luas. Dengan topologi extended star, ruangan yang dibutuhkan bisa mencapai dua lantai atau bahkan lebih. Bisa dikatakan, topologi extended star lebih luas dibandingkan toplogi star.

4. Besaran biaya yang dikeluarkan

Faktor selanjutnya untuk menentukan jaringan topologi yang digunakan adalah biaya yang dikeluarkan. Faktor biaya juga menjadi salah satu penentu dalam penggunakan jaringan apa yang akan dipilih pada satu ruangan. Jika kita melihat beberapa ulasan sebelumnya, sudah sangat jelas jaringan mana yang membutuhkan biaya yang besar.

Yup, topologi extended star mengeluarkan biaya yang lebih banyak dibandingkan topologi star. Faktor penentunya tentu dibagian perangkat, hub, dan juga kabel. Semakin banyak perangkat yang dibutuhkan maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

5. Permasalahan Hub

Jika ada permasalahan yang menimpa pada topologi star maupun topologi extended star, akan ada perbedaan yang cukup mencolok. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa topologi ini sangat bergantung pada hub. Jika terjadi masalah pada kabel atau perangkatnya saja, hal itu tidak akan berpengaruh pada perangkat lain. Akan tetapi sebaliknya jika permasalahan pada hub, maka aliran data pada perangkat akan bermasalah. Nah, disinlah letak perbedaannya.

Pada topologi star, permasalahan hub akan mempengaruhi semua perangkat yang terhubung. Hal ini disebabkan hub yang dipakai berjumlah satu buah saja. Otomatis, jika ada data yang dikirim oleh satu perangkat, maka perangkat lainnya tidak akan menerimanya karena hubnya mengalami kerusakan.

Sedangkan pada topologi extended star, jika terdapat kerusakan pada satu hub, tidak semua perangkat akan bermasalah. Hal ini disebabkan hub yang digunakan tidak berjumlah satu buah. Contohnya saja, jika yang digunakan ada lima hub dan ada satu hub yang mengalami kerusakan, maka arus data pada hub yang masih bagus tetap berjalan seperti biasa. Akan tetapi, perangkay yang terhubung pada hub yang rusak akan mengalami kesulitan dalam mengirim data.

Itulah perbedaan topologi star dan topologi extended star yang tidak diketahui. Jika kamu ingin menggunakan kedua topologi jaringan tersebut, pastikan kamu mamahami apa saja kelebihan dan kekurangan toplogi star maupun extended star. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

You may also like