Home » Tekno » Telekomunikasi » 3 Perbedaan Output dan Outcome dalam Dunia Telekomunikasi

3 Perbedaan Output dan Outcome dalam Dunia Telekomunikasi

by Elang Hendy Subrata

Output dan Outcome, dua istilah yang cukup familiar jika Anda sering membuat sebuah proposal ke perusahan-perusahaan. Istilah yang satu ini sering ditulis berdampingan seolah-olah tidak dapat dipisahkan. Meskipun dari sisi penulisan sama, namun dari segi arti, baik Output dan Outcome itu nampak berbeda. Istliha ini juga bisa kita rasakan di dunia telekomunikasi saat ini. untuk mengetahuinya lebih dalam, berikut ulasannya.

1. Pengertian

Jika kita melihat dari sisi pengertiannya Output merupakan sebuah hasil yang bisa didapat secara langsung saat proses selesai dilakukan. Pengertian lainnya adalah output ini adalah hasil dari proses aktivitas yang dilakukan. Sementara itu, Outcome adalah hasil yang dapat dirasakan setelah beberapa kali menggunakan barang tersebut. Hasil yang dirasakan bisa secara langsung ataun bahkan dalam waktu yang lama.

Contohnya saja, kita ambil contoh di dunia telekomunikasi seperti smartphone. Perusahaan-perusahaan yang menciptakan smartphone, modem, dan berbagai alat teelkomunikasi lainnya kita sebut Output. Misalnya saja perusahaan Sony membuat smartphone, kamera, speaker, komputer, laptop dan berbagai alat lainnya adalah sebuah “output” dari Sony. Sedangkan “Outcome” dari Sony adalah pengunjung bersedia membeli barang-barang elektronik tersebut dan mempermudah pembeli dalam mendapatkan barang-barang elektronik yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Dari sudut pandang pengunjung pun, Output dan Outcome ini juga bisa kita lihat persamaannya dengan perusahaan Sony tersebut. Contohnya saja, untuk sisi Outputnya pengunjung adalah membeli komputer, kamera atau barang-barang elektronik dari perushaan Sony. Dari sisi Outcome-nya, pengunjung bisa mendapatkan manfaat komputer di bidang komunikasi jaringan global, atau bisa juga mendapatkan manfaat perangkat komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

2. Hasil VS Manfaat

Dari beberapa contoh di atas, kita bisa melihat bahwa output dan outcome  memiliki tujuan yang berbeda. Secara lebih spesifik lagi, Output lebih menitikberatkan pada produk atau jasa yang dihasilkan. Outcome lebih menitikberatkan pada manfaat yang didapatkan dari hasil output tersebut.

Hal ini bisa kita lihat sendiri pada smartphone yang kita punya. saat kita pertama kali membeli smartphone, di dalamnya sudah ada banyak aplikasi bawaan yang sudah dimasukan secara otomatis dari perusahaan smartphone tersebut. Nah, aplikasi-aplikasi tersebut adalah output dari perusahan. Akan tetapi, seberapa banyak aplikasi bawaan yang benar-benar bermanfaat untuk kita? Pertanyaan tersebut adalah Outcome  bagi perusahaan yang berharap semua aplikasi bawaan yang sudah diinstal secara otomatis dapat memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.

Sayangnya beberapa pengguna malah ada yang ingin menghapus secara “paksa” aplikasi bawaan dari perusahaan karena dianggap tida berguna dan hanya memenuhi memori smartphone saja. padahal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Outcome sendiri adalah manfaat jangka panjang yang akan didapatkan oleh pengguna. Artinya, mungkin saa ini kita tidak membutuhkan aplikasi tersebut. Namun, bisa jadi suatu saat nanti, kita justru sangat memerlukan aplikasi bawaan dala keadaan tertentu.

3. Dampak Output dan Outcome

Dampak yang dirasakan pun akan berbeda antara Output dan Outcome. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Output adalah hasil yang bisa dirasakan saat itu juga. Contohnya seperti jaringan internet saat ini. dalam beberapa tahun terakhir para ahli IT terus menerus mengembangkan jaringan 5G yang secara output-nya sebenarnya sudah mulai digunakan dan dirasakan oleh beberapa negara saja. Sebab, sama halnya dengan jaringan 3G dan jaringan 4G saat pertama kali diluncurkan. Butuh waktu yang cukup lama agar jaringan 5G ini bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.

Dari sisi Outcome-nya, jaringan 5G ini tidak hanya memberikan kecepatan internet yang kencang saja. beberapa keunggulan jaringan 5G telah dipikirkan secara matang-matang dan mungkin baru dirasakan setelah jaringan ini sudah benar-benar terealisasikan secara luas. Beberapa manfaat yang mungkin dapat dirasakan dengan jaringan 5G adalah bisa melaksanakan pertemuan tanpa harus hadir di tempat.

Dari sisi bidang jasa, kita bisa melihat pada jaringan operator seluler yang kita gunakan. Misalnya saat kita ingin menggunakan sinyal pada smartphone kita, maka kita gunakan provider yang sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut merupakan output dari perusahaan. Sedangkan outcome dari perusahaan adalah pengguna dapat menggunakan fasilitas jaringan semaksimal mungkin dan juga memberikan  kepuasan pada pelanggan. Hal ini juga berlaku saat kita menyewa provider Internet seperti Indihome, Fastnet, Biznet, dan lain-lain.

Itulah perbedaan output dan outcome di dunia telekomunikasi. Dari penjelasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa baik output dan outcome saling berhubungan satu sama lain. Tanpa adanya outcome, maka tidak akan ada output. Pada dasarnya konsep output dan outcome ini bisa diterapkan pada bidang apapun dan tidak terpaku pada bidang telekomunikasi saja. semoga artikel ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi pembaca dan Anda sendiri.

You may also like