Home » Hardware » 8 Tips Memilih Stabilizer Untuk Komputer di Rumah dan Perkantoran

8 Tips Memilih Stabilizer Untuk Komputer di Rumah dan Perkantoran

by Elang Hendy Subrata

Komponen-komponen komputer memmiliki banyak sambungan alat-alat listrik yang memiliki daya yang berbeda-beda. Perbedaan daya tersebut membuat dibutuhkan sebuah alat untuk menstablikan arus daya pada setiap komponen komputer, khsusunya pada power supply. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah alat yang bernama stabilizer.

Salah satu fungsi stabilizer adalah dapat menstabilkan arus daya yang masuk pada power suply komputer. Dengan begitu, komponen yang ada di dalam komputer tidak mudah rusak karena perbedaan arus listrik yang masuk. Namun, sebeum Anda membeli stabilizer, ada baiknya Anda perhatikan Tips Memilih Stabilizer Untuk Komputer berikut ini.

1. Ketahui jenis sambungan listrik di tempat

Tips Memilih Stabilizer Untuk Komputer pertama yang harus diperhatikan adalah jenis stabilizer yang digunakan di tempat. Perlu Anda ketahui bahwa setiap rumah maupun perkantoran memiliki jenis sambungan listrik yang berbeda-beda. Jika Anda sudah mengetahui seperti apa jenis sambungan listriknya, maka Anda akan semakin mudah menentukan stabilizer seperti apa yang cocok dipakai.

2. Cek daya listrik di tempat

Pengecekan daya listrik di rumah maupun perkantoran juga merupakan hal penting lainnya yang harus diperhatikan. Perlu Anda ketahui bahwa stabilizer memiliki input voltage yang cukup rentan. Apabila kita memasang stabilizer namun daya input voltagenya kelebihan atau kekurangan, maka stabilizer akan cepat mengalami kerusakan.

Oleh sebab itu, sebelum membeli stabilizer, pastikan Anda mengecek tegangan listrik pada rumah atau kantor Anda dengan menggunakan AVO meter atau menggunakan multitester. Jika hasil yang dikeluarkan 180 V, gunakanlah stabilizer yang memiliki input voltage sekitar 140 V sampai 240 V. Sebaliknya, jika hasil yag keluar sekitar 140 Volt, maka stabilizer yang digunakan bisa mencapai 130 V hingga 240 V.

3. Perhitungkan besaran stabilizer yang dibutuhkan

Hal ini juga penting saat kita akan membeli sebuah stabilizer. Besaran stabilizer yang akan digunakan harus dikalkulasikan dengan besaran daya listrik rumah atau kantor. Dengan memperhitungkan besaran stabilizer ini, kemungkinan terjadinya korsleting listrik dapat dihindarkan. Banyak yang tidak memperhitungkan bagian ini sehingga kasus-kasus kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik terjadi.

4. Gunakan jenis stabilizer yang cocok untuk digunakan

Jenis stabilizer yang ada di pasaran terdapat empat buah. Jenis pertama adalah Stabilizer yang menggunakan servo motor. Jenis yang kedua adalah Stabilizer yang menggunakan relay. Jenis yang ketiga adalah stabilizer yang menggunakan sistem digital control. Jenis yang keempat adalah stabilizer yang menggunakan sistem ferro resonant atau line conditioner.

Untuk jenis stabilizer yang digunakan pada komputer, sebaiknya Anda menggunakan stabilizer jenis servo motor. Jenis stabilizer ini menggunakan jangkauan voltase yang lebih jauh jika dibandingkan dengan jenis stabilizer lainnya. Akan tetapi rseponse timenya cukup lambat. Apabila Anda membutuhkan response time yang lebih cepat, maka Anda bisa gunakan jenis stabilizer yang memakai ferro resonant. Akan tetapi, dari sisi harga jenis stabilizer ferro resonant paling mahal. Semua kembali pada keputusan Anda.

5. Pertimbangkan pemasangan stabilizer

Stabilizer pada zaman sekarang umumnya sudah dipermudah. Hampir semua sistem stabilizer menggunakan sistem plug and play yang artinya kita tinggal hubungkan maka stabilizer langsung dapat digunakan. Akan tetapi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa ada beberapa stabilizer yang harus menggunakan perangkat tambahan agar stabilizer bekerja dengan baik. Jika Anda tidak suka hal yang ribet, maka pilihlah stabilizer yang mudah digunakan

6. Pertimbangkan suku cadangnya

Sama halnya dengan barang-barang elektronik lainnya, stabilizer yang kita beli pun bukan berarti jauh dari masalah. Tips Memilih Stabilizer Untuk Komputer Sebelum membelinya, tanyakanlah pada staffnya apakah ada suku cadangnya atau tidak bila terjadi masalah pada stabilizer. Umumnya, jika Anda membeli stabilizer yang bermerk, suku cadangnya selalu ada di Indonesia. Akan tetapi, jika stabilizer yang Anda beli tidak begitu ternama, maka suku cadangya cukup sulit didapatkan dan harus mememsannya dari luar negeri.

7. Jaminan garansi

Garansi saat pembelian barang elektronik merupakan hal yang perlu diperhatikan. Jaminan garansi ini dapat membuat kita lebih tenang saat terjadi masalah pada stabilizer. Hal ini tidak hanya pada stabilizer saja, pada jenis barang elektronik lainnya pun, Anda perlu memperhatikan bagian penting ini.

8. Perhatikan fisik stabilizer saat membelinya

Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah perhatikan fisik stabilizer sebelum membelinya. Saat pemebelian stabilizer, sebaiknya belilah secara tatap muka dibandingkan membelinya secara online. Kalaupun Anda menginginkan pebelian online, usahakan menggunakan sistem COD untuk mengetahui apakah stabilizer yang dibeli terdapat cacat atau tidak. Ditambah lagi, sebaiknya membeli stabilizer baru dibandingkan membeli seken atau bekas. Bagian ini juga demi keselamatan Anda saat menggunakannya.

Itulah 8 tips memilih stabilizer untuk komputer di rumah dan perkantoran. Kebutuhan stabilizer terutama di daerah perkantoran cukup penting digunakan. Apalagi jika Anda lebih memilih menggunakan komputer PC dibandingkan laptop. Anda bisa mepelajari jenis perangkat keras komputer lainnya seperti fungsi power supply pada komputer sehingga Anda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

You may also like