Home » Ilmu Komputer » Komputer Dasar » 9 Fungsi Komputer Analog dalam Kehidupan Sehari-hari

9 Fungsi Komputer Analog dalam Kehidupan Sehari-hari

by Elang Hendy Subrata

Jika Anda pernah melihat atau menggunakan sepeda motor, pada bagian speedometer ada yang menggunakan versi jarum dan ada juga yang menggunakan versi digital. Speedometer yang menggunakan jarum merupakan salah satu contoh dari komputer analog.

Komputer analog adalah sebuah rangkaian mesin yang cara kerjanya secara analog atau tidak menggunakan rangkaian elektronik dalam pengoperasiannya. Komputer analog ini umumnya sering digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari namun sebagian besar tidak menyadarinya bahwa alat yang digunakan adalah bagian dari komputer analog. Untuk mengetahui apa saja Fungsi Komputer Analog ini, berikut ulasannya.

1. Digunakan untuk mengukur objek tertentu

Seperti yang sudah disebutkan salah satu contohnya seperti speedometer. Fungsi speedometer adalah untuk mengukur kecepatan kendaraan saat digunakan di jalan. Selain speedometer, masih banyak lagi alat-alat lainnya yang juga menggunakan teknologi ini seperti voltmeter, seismograf, amperemeter, dan masih banyak lagi. Contoh alat-alat yang disebutkan tadi digunakan untuk mengukur objek-objek tertentu sehingga kita dapat mengetahui informasi berdasarkan hasil dari alat yang menggunakan komputer analog.

2. Tidak membutuhkan aliran listrik

Sebagian besar komputer analog tidak membutuhkan aliran listrik untuk mengoperasikannya. Hal ini tentunya berbeda dengan komputer digital yang sangat membutuhkan adanya daya listrik agar mesin dapat bekerja. Tentunya ini tidak akan mengganggu aktivitas ketika terjadi pemadaman listrik. Meskipun begitu, ada juga beberapa komputer analog yang membutuhkan aliran listrik untuk sistem kerjanya.

3. Mudah dalam pengoperasian

Komputer analog umumnya tidak rumit dalam pengoperasiannya. Contohnya saja pada speedometer. Untuk mengetahui berapa kecepatan kendaraan kita saat melaju di jalanan, kita tinggal jalankan saja mesinnya. Secara otomatis, speedometer akan menunjukan hasilnya. Umumnya, orang yang tidak begitu mengerti komputer analog pun akan mudah memahaminya karena langkah-langkahnya tidak terlalu banyak.

4.  Harga yang lebih murah

Karena rangkaian mesinnya tidak terlalu banyak alat-alat elektronik, maka dari sisi harga pun lebih murah dibandingkan menggunakan komputer digital. Meskipun begitu, suku cadang komputer manual biasanya cukup jarang didapatkan sehingga kita harus hati-hati dalam menggunakan komputer manual agar jangan sampai mudah rusak. Akan tetapi, pada beberapa bagian tertentu, ada alat analog yang harganya justru lebih mahal dari komputer analog seperti seismograf yang berfungsi sebagai alat pengukur getaran gempa.

5. Hasil yang lebih akurat

Fungsi Komputer Analog umumnya memberikan hasil yang lebih akurat saat digunakan. Hal ini sangat membantu pengguna untuk mengetahui berapa jumlah, besaran, dan arus daya dari suatu objek. Maka dari itu umumnya komputer analog lebih banyak menunjukan angka-angka serta jarum  dan angka saja sebagai alat bantu dalam menentukan hasil pengukuran.Meskipun begitu, bukan berarti komputer analog ini tidak akan mengalami kerusakan. Jika kita tidak merawat jenis komputer ini, kerusakan pada beberapa suku cadangannya bisa saja terjadi.

6. Lebih banyak digunakan untuk keperluan industri

Berbeda halnya dengan komputer digital yang memiliki banyak fungsi, pada komputer analog hanya digunakan untuk fungsi-fungsi tertentu khususnya untuk keperluan industri. Pada mesin-mesin industri cukup banyak yang menggunakan mesin analog sebagai mesin utama dalam pengoperasiannya. Hal ini menjadikan komputer analog lebih fokus pada bidang tertentu.

7. Dapat digunakan secara terus-menerus

Salah satu kelebihan menggunakan komputer analog ini adalah dapat digunakan secara terus-menerus. Biasanya kita dapat menemukannya pada pabrik-pabrik. Bisa kita lihat jika mesin-mesin di sana umumnya jarang yang dimatikan dan dapat terus menerus beroperasi selama seharian penuh. Hal ini  membantu hasil produksi dari industri tersebut dapat berjalan terus-menerus.

8. Digunakan untuk mengolah data secara fisik

Kegunaan selanjutnya dari komputer analog ini adalah dapat mengolah data-data yang berupa fisik saja. contohnya seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya seperti speedometer, termometer, seismograf, dan lain-lain. Berbeda halnya dengan komputer digital yang dapat mengolah data-data yang masih mentah yang nanti hasilnya baru bisa di dapat dalam bentuk digital maupun fisik. Oleh sebab itu, komputer analog ini hanya digunakan untuk pengukuran saja.

9. Tidak membutuhkan bahasa

Salah satu alasan komputer analog ini mudah digunakan adalah tidak membutuhkan suatu kode atau bahas tertentu untuk dapat menjalankannya. Jika kita bandingkan dengan komputer digital, perlu pemahaman bahasa pemrograman maupun kode-kode tertentu agar dapat mengoperasikan alatnya. Biasanya, kita tinggal menekan tombol atau menggerakan benda tertentu agar komputernya dapat bekerja sesuai jalur.

Itulah 9 fungsi komputer analog dalam kehidupan sehari-hari. Dari penjelasan di atas, kita baru saja mengetahui bahwa komputer analog sering digunakan pada keseharian kita namun tidak pernah disadari. Umumnya, orang-orang lebih mengenal komputer digital yang sebentar lagi bisa menggantikan komputer analog pada beberapa tahun mendatang. Anda bisa pelajari perbedaan teknologi analog dan digital dan teknologi digital dalam fisika untuk menambah pengetahuan Anda. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk pembaca semua.

You may also like