Home » Kuliah IT » Web » 5 Perbedaan E commerce dan Marketplace yang Perlu Dipahami

5 Perbedaan E commerce dan Marketplace yang Perlu Dipahami

by Elang Hendy Subrata

Toko Online saat ini sudah sangat banyak variasinya. Hal ini memang tidak terlepas dari perkembangan teknologi jaringan komputer saai ini. Ditambah lagi, dengan adanya pengaruh internet marketing terhadap strategi pemasaran online bagi perusahaan toko online ini, cukup banyak keuntungan yang didapat pelanggan maupun penjual. Dari sisi kepraktisan serta pencarian barang yang lebih mudah ditemukan dibandingkan harus mencari satu-satu merupakan salah satu manfaat online shop. Meskipun begtu, masih ada kelebihan dan kekurangan jualan online yang masih perlu dipertimbangkan.

Beberapa istilah yang mungkin pernah Anda dengar adalah E-Commerce dan marketplace. Meskipun sama-sama menjual barang, namun kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk lebih memahaminya lagi, berikut ulasannya.

1. Sisi barang yang dijual

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa baik E-commerce maupun marketplace sama-sama menjual barang secara online. Akan tetapi, barang sepert apa yang dijual? Nah, untuk dari sisi barang, ada perbedaan yang cukup mencolok.

Pada marketplace, layaknya sebuah toko swalayan pada umumnya namun dijual secara online. Di dalam marketplace ini, kita dapat melihat banyak produk-produk yang memiliki jenis serta merk yang beragam. Kita ambil contoh salah satu marketplace yang sangat booming di smartphone seperti Tokopedia maupun Bukalapak. Di dalam aplikasi tersebut kita dapat mencari berbagai macam barang sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari pakaian, makanan, perkakas rumah, barang-barang elektronik, dan lain-lain.

Sedangkan pada E-commerce, kita hanya bisa membeli barang yang dijual berdasarkan brand yang diusung. Meskipun dari bentuk bisa beraneka ragam, akan tetapi barang tersebut berasal dari satu brand. Contohnya adalah salah satu toko olahraga terpopuler, Adidas. Di dalam situs toko online Adidas, kita dapat menemukan berbagai macam barang yang berasal dari Adidas saja. bisa itu sepatu, baju, celana, bola, topi, dan lain-lain.

2. Sisi teknis dan biaya

Untuk bagian sisi teknis dan biaya ini kita bisa melihatnya dari sisi pembuatan website dan juga promosi yang digencarkan. Pada E-Commerce, pembuatan website yang dilakukan harus bagus serta memudahkan pengunjung nantinya. Artinya, brand tersebut harus menyewa seseorang yang ahli dalam pembuatan website. Namun, biaya untuk menyewa seorang programmer bisa dikurangi jika salah satu karyawan dari brand tersebut sudah ahli dalam membuatkan website-nya. Setelah websitenya sudah ada, maka langkah selanjutnya adalah promosi webiste tersebut agar banyak orang yang mau mengunjungi website yang telah dibuat.

Nah, pada marketplace, penjual tidak perlu susah-susah membuat websitenya. Sebab, untuk masalah website dan promosi sudah ditanggung oleh sang pembuat marketplace. Untuk penjual  cukup bikin akun di situs-situs marketplace tersebut lalu unggah foto produk yang akan dijual. Umumnya untuk mendaftar di berbagai marketplace juga gratis sehingga dari sisi biaya bisa ditekan.

3. Sisi sumber profit

Pada Marketplace, transaksi jual beli hanya melibatkan antara penjua dan pembeli saja. lalu apa status marketplace? Marketplace hanya sebagai perantara saja. artinya Marketplace tidak mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi antara penjual serta pembeli. Keuntungan yang didapat oleh marketplace adalah dari iklan banner yang sering terpampang pada situsnya. Oleh sebab itu, saat Anda masuk ke sebuah situs Marketplace, Anda akan melihat cukup banyak iklan di beberapa halaman marketplace tersebut. Hal itu juga saat kita banyak melihat iklan berbagai marketplace di stasiun televisi. E-Commerce sumber pendapatannya murni dari transaksi antara penjual dan pembeli. Meskipun begitu, ada beberapa e-commerce yang mendapatkan keuntungan dari beberapa iklan yang dipasang pada situs-situs mereka.

4. Sisi pembayaran

Pada bagian ini, kita bisa melihatnya dengan cukup jelas. Pada marketplace, mereka berperan sebagai pihak ketiga yang akan menahan uang yang berasal dari pembeli. Saat uang dari pembeli ini ditahan, pihak marketplace akan memeberitahukan pada pihak penjual agar segera mempercepat pengiriman barangnya. Setelah barang dikirim pun, penjual masih belum  mendapatkan uangnya sampai si pembeli sudah benar-benar menerima barang yang telah dipesan. Apabila pembel sudah mengonfirmasi penerimaan barang tanpa masalah, maka pihak marketplace akan mengirimkan uang yang telah ditahan sebelumnya.

Pada E-Commerce, transaksi pembayaran tidak memiliki pihak ketiga seperti marketplace. Jadi, uang yang telah dibayarkan oleh pembeli sudah pasti akan diterima oleh pihak brand. Namun, apabila ada permasalahan yang terjadi antara pihak pembeli dan pihak penjual. Maka kedua belah pihak harus menyelesaikannya secara musyawarah.

5. Sisi Pengiriman

Untuk pengiriman, ada juga perbedaannya meskipun tidak terlalu signifikan. Pada pengiriman melalui marketplace, lokasi pengirimannya berdasarkan tempat penjual tersebut. Contohnya saja, jika sang penjual berasal dari Surabaya, maka pengiriman akan dijual dari Surabaya.

Pada E-Commerce, tempat pengiriman hanya pada satu tempat saja. Misalnya saja pada Adidas yang telah disebutkan sebelumnya. Jika Anda membeli barang dari toko Adidas resmi, umumnya hanya ada di pusat kota saja seperti ibu kota. Jadi, jika Anda ingin membeli barang di Toko Online Adidas, pengiriman sudah pasti dari pusat.

Itulah 5 perbedaan E-Commerce dan marketplace yang perlu diketahui. Jika Anda ingin mengetahui beberapa tentang penjaualan secara online, Anda bisa coba baca referensi mengenai cara cek resi JNE Online, kelebihan dan kekurangan opencart, dan CMS toko online paling bagus. Semoga artikel ini bisa membantu.

You may also like