Home » Jaringan Komputer » Hardware Jaringan » Perbedaan Cara Kerja Hub dan Switch dalam Jaringan Komputer

Perbedaan Cara Kerja Hub dan Switch dalam Jaringan Komputer

by Elang Hendy Subrata

Di dalam jaringan komputer, ada dua benda yang sering dipasang-pasangkan sebagai penghubung antar komputer. Dua benda tersebut adalah Hub dan Switch. Jika kita melihatnya sekilas, nampak tidak ada perbedaan di antara keduanya. Memiliki bentuk kotak dengan ukuran yang hampir sama serta memiliki lubang-lubang penghubung di bagian depan.

Ternyata perbedaan Hub dan Switch cukup terlihat saat kita melihat bagaimana cara kerja dua perangkat tersebut. Untuk lebih memahami seperti apa cara kerja keduanya, berikut ulasannya untuk Anda.

Cara kerja jaringan pada Hub

Konsep jaringan pada Hub adalah bekerja dengan cara menerima data dari beberapa perangkat yang telah terhubung pada bagian port Hub. Setelah itu di dalam Hub data akan dikirimkan berdasarkan perangkat yang telah terhubung. Pada dasarnya, hub tidak dapat mendeteksi tujuan pengiriman sebuah data. Maka dari iru, apabila ada sebuah data yang dikirimkan pada Hub, maka data tersebut akan tersebar ke perangkat manapun yang terhubung pada hub tersebut.

Oleh sebab itu, pengiriman data menggunakan hub sebenarnya tidaklah efektif karena pengiriman data terjadi pada semua port secara bersamaan. Akibatnya, bandwith jaringan mengalami kenaikan. Hal tersebut membuat jaringan komputer yang menggunakan hub menjadi sangat lambat.

Jika kita menghubungkan dua buah komputer saja, makan kita hanya perlu hubungkan dengan memakai kabel jenis UTP saja. Namun, jika kita berbicara menghubungkan komputer dalam jumlah yang banyak seperti 10 buah, maka kita menggunakan hub untuk dapat meneruskan data ke sembilan komputer sekaligus.

Dengan kata lain, saat hub mengirimkan data ke semua perangkat yang terhubung, jaringan bandwidth bisa mengalami kelebihan beban atau istilahnya adalah overload. Dengan kapasitas bandwith yang mengalami overload, maka kecepatan untuk mengakses data akan semakin lambat. Hal tersebut bisa dirasakan ketika kita melakukan browsing atau melakukan akses ke komputer lainnya. untuk itu, Hub dapat bekerja maksimal ketika perangkat yang tergubung hanya dua perangkat saja.

Cara kerja jaringan Switch

Sekarang kita akan melihat bagaimana kerja jaringan Switch pada jaringan komputer. Sebelum masuk ke bagian cara kerja, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu Switch. Switch sendiri merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer yang memiliki fungsi untuk dapat menghubungkan perangkat komputer pada bagian layer sebuah protokol jaringan.

Switch sendiri bisa kita artikan sebagai alat penguat sinyal di dalam jaringan komputer. Dengan begitu, setiap perangkat komputer yang menggunakan switch dapat saling menghubungkan antar komputer meskipun memiliki jarak yang cukup jauh.

Fungsi Switch pada komputer adalah sebagai penyaring atau filter pada jaringan LAN. Maka dari itu, sistem kerja Switch dibagi menjadi dua macam. Pertama adalah Switch yang bekerja pada layer data link (layer 2) serta Switch yang bekerja pada later network (layer 3) berdasarkan OSI model. Dengan begitu, jaringan Switch dapat berjalan pada paket protokol manapun.

Cara kerja Switch adalah menerima serta menganalisis bagian paket data yang berasal dari alamat pengirim yang nantinya akan diteruskan pada tujuan, yakni perangkat komputer. Sistem kerja switch akan menganalisis bagian-bagian paket data yang akan dikirim apakah ada kerusakan data atau tidak. Dengan begitu, data yang akan dikirim dapat dicegah sebelum akhirnya dikirimkan pada perangkat komputer lainnya.

Sistem Switch pun akan menerima data dari satu port atau perangkat lalu dilihat tujuan pengiriman data tersebut akan ke arah mana. Dengan begitu, data yang akan dikirimkan melalui switch hanya fokus pada satu perangkat saja. Sistem pengiriman data seperti ini dapat mengurangi adanya tabrakan data atau biasa kita sebut dengan collision.

Perangkat yang terhubung pada Switch, dapat menerima dan mengirimkan data ke port yang dituju. Dengan begitu, pengiriman data hanya dapat dilakukan pada satu jenis perangkat saja dan tidak akan dikirimkan pada perangkat lainnya. Sistem semacam itu tidak akan mengganggu arus data perangkat lainnya sehingga proses pengiriman dan penerimaan data bisa lebih lancar.

Kesimpulan   

Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa baik hub maupun switch memiliki perbedaan yang cukup jelas terlihat. Fungsi hub hanya bisa bekerja baik jika digunakan pada beberapa perangkat saja. Sedangkan perangkat switch dapat bekerja optimal pada banyak perangkat. Dengan begitu, tidaklah mengherankan jika banyak perusahaan maupun tempat usaha yang berhubungan dengan komputer lebih banyak menggunakan switch dibandingkan hub.

Meskipun begitu, masih ada beberapa orang yang menggunakan hub sebagai perangkat utamanya karena dari sisi harga jauh lebih murah dibandingkan menggunakan switch. Jika Anda masih penasaran dengan hub dan switch ini, Anda bisa pelajari lagi referensi seperti perbedaan hub dan switch secara teknis, fungsi Router Switch, dan masih banyak lagi referensi lainnya. Semoga bisa bermanfaat untuk semua.

You may also like