Home » Kuliah IT » Sistem Informasi » Sistem Informasi Manajemen: Pengertian, Fungsi, Manfaat

Sistem Informasi Manajemen: Pengertian, Fungsi, Manfaat

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi, terutama dalam dunia bisnis berkembang dengan pesat. Agar bisnis dapat berjalan dengan baik dan lancar, diperlukan manajemen yang dapat membantu segala kegiatan bisnis salah satunya adalah sistem informasi manajemen.

Hampir seluruh bidang usaha pasti memerlukan sistem untuk mengontrol dan mengatur sebuah informasi secara baik. Tujuan dari sistem informasi itu sendiri adalah membantu kegiatan bisnis dan seluruh pekerjaan manusia yang mana dapat diimplementasikan secara terstruktur. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai sistem informasi manajemen secara jelas dan rinci. Mari kita simak pembahasannya!

Apa Itu Sistem Informasi Manajemen?

Sistem Informasi Manajemen atau yang disingkat dengan SIM merupakan sekumpulan proses pengolahan data termasuk analisis dan menampilkan agar data menjadi bermanfaat dalam membantu pengambilan keputusan.

Sistem informasi manajemen menjadi alat yang bekerja untuk menunjang sekaligus mengendalikan operasi yang ada dalam suatu perusahaan. Tujuan dari sistem infromasi manajemen itu sendiri yakni mengumpulkan dan mengatur seluruh data yang ada dari berbagai tingkat perusahaan, kemudian meringkasnya dan memfasilitasi demi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sehingga produktivitas dan profit perusahaan dapat meningkat.

Sistem yang berbasis komputer ini juga bisa ditemukan dalam bentuk lembar excel maupun plaftform lain yang sifatnya lebih kompleks, yang mana kemudian data tersebut diolah baik secara internal maupun eksternal sehingga sistem yang bekerja dapat menjadi lebih efisien dan produktif.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pengertian sistem informasi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli antara lain sebagai berikut :

  • Menurut Bodnar dan Hopwood (1993), sistem manajemen informasi merupakan kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang diciptakan untuk membantu transformasi data dalam menjadi informasi digital yang dapat dimanfaatkan.
  • Menurut Mc. Leod (1995), sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang menyajikan beragam informasi bagi para penggunanya yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi yang disediakan dari layanan ini merupakan seluruh hal yang telah, sedang, dan mungkin akan terjadi di waktu mendatang. Informasi dapat berupa laporan khusus atau laporan periodik yang dapat digunakan perusahaan dalam analisis dan pemecahan masalah.
  • Menurut James A. F. Stoner (1996), sistem informasi manajemen merupakan metode formal yang menyajikan seluruh informasi yang sifatnya akurat bagi manajemen dalam membantu dan mempermudah analisis serta keputusan pengambilan keputusan, sehingga perusahaan dapat dengan mudah merencanakan, mengawasi, dan mengevaluasi dengan efektif.
  • Menurut Turban, Waterbe, dan Mc. Lean (1999), sistem informasi manajemen merupakan sistem yang melakukan pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analisa, serta penyebara suatu informasi demi sebuah tujuan yang spesifik.
  • Menurut Danu Wira Pangestu (2007), sistem informasi manajemen merupakan sekumpulan interaksi dari sistem informasi yang bertugas dalam melakukan pengumpulan dan pengelolaan data yang berfungsi bagi seluruh tingkatan manajemen dalam proses perencanaan maupun pengendalian.

Dari pengertian yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sistem informasi yang mengkoordinasi data digital secara terpadu di bawah pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai target berdasar kriteria dan standar mutu yang sudah ditetapkan.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Pentingnya sistem informasi manajemen terutama dalam kompleksitas yang tinggi dalam berbisnis sangat membantu dan bermanfaat bagi perusahaan terutama dalam hal pengambilan keputusan. Setiap keputusan organisasi merupakan peran yang penting dalam mewujudkan tujuan dan target.

Jika informasi yang tersedia tidak relevan, maka keputusan yang diambil menjadi langkah yang salah dan dapat menyebabkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, kita perlu memahami bebrapa fungsi dari sistem informasi manajemen, antara lain sebagai berikut :

  • Membantu Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan, dibutuhkan informasi yang valid dan relevan dari sumber terpercaya. Sistem informasi manajemen dapat mengumpulkan data berupa fakta sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah, baik, dan terstruktur.

  • Membantu Koordinasi Antar Departemen

Di dalam dunia bisnis, terdapat beberapa departemen yang memiliki tugas dan fungsinya masing – masing. Dengan adanya sistem informasi manajemen, setiap departemen dapat terkoordinasi di dalam sebuah sistem dengan baik.

Oleh karena itu, masing – masing departemen akan sangat terbantu dengan adanya koordinasi dari sistem informasi manajemen itu sendiri.

  • Membantu Menemukan Masalah

Sistem informasi manajemen dapat memberikan informasi atau data yang relevan di dalam seluruh aspek kegiatan. Namun, jika ada suatu kesalahan dalam manejemn, sistem informasi manajemen inilah yang akan membantu mengumpulkan informasi dan memberi solusi untuk masalah yang sedang terjadi.

  • Membantu Membandingkan Kinerja Bisnis

Sistem informasi manajemen menyimpan riwayat data dan juga seluruh basis data yang mana dapat sangat berguna dalam membandingkan kinerja bisnis secara mudah, cepat dan juga akurat.

  • Meningkatkan Produktivitas dan Efektivitas

Dengan adanya sistem informasi manajemen, dapat membantu perusahaan dalam menekam biaya dan membantu meningkatkan produktifitas perusahaan maupun organisasi. Penekanan biaya ini dapat dilakukan dengan menggunakan unit kerja berbasis teknologi sehingga pekerjaan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen dapat memberikan banyak manfaat dalam berbagai hal terutama dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh dari sistem informasi manajemen antara lain :

  • Sistem informasi manajemen dapat membantu memperoleh gambaran secara umum mengenai seluruh operasi kerja.
  • Sistem informasi manajemen mampu memberikan umpan balik mengenai kinerja perusahaan.
  • Dengan adanya sistem informasi manajemen, organisasi maupun perusahaan dapat memaksimalkan profit misalnya dengan investasi dengan melihat sesuatu yang fungsional dari data tersebut.
  • Data yang dikumpulkan dapat bermanfaat untuk menangkap hasil kinerja yang telah direncanakan serta mengorek apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari kinerja.
  • Dengan memantau seluruh informasi yang akurat, perusahaan dapat mendorong kinerja untuk menyelaraskan proses bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik lagi.
  • Mengorganisir sistem unit kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen tersusun atas beberapa komponen yang saling berikatan dan memberikan pengaruh antara informasi satu dengan yang lain. Bebapa komponen sistem informasi manajemen yakni sebagai berikut :

  • Manusia

Sistem informasi manajemen memiliki komponen utama yang sangat penting yakni manusia yang berperan dalam melakukan perancangan, pengolahan, pengoperasian, membangun, serta menggunakan sistem itu sendiri.

Sistem informasi manajemen yang dirancang inilah ditujukan untuk memberikan berbagai manfaat untuk manusia serta bisnis yang sedang dijalankan. Manusia menjadi komponen penting untuk menciptakan sistem informasi yang berjalan secara terstruktur.

  • Informasi

Sistem informasi manajemen pastinya memberikan informasi dari data yang didapatkan baik data yang mentah maupun data olah yang berguna bagi seluruh bisnis dengan syarat infromasi itu sendiri adalah informasi relevan, akurat, tepat waktu, dapat dibandingkan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Sistem

Sistem informasi manajemen memerlukan sebuah sistem yang tersusun atas subsistem dengan tugas yang berbeda namun saling terhubung dan juga terintegrasi. Di sini sistem informasi manajemen bertanggung jawab dalam mengumpulkan, mengolah, sekaligus menyempurnakan data untuk menghasilkan informasi yang akurat.

  • Organisasi Manajemen

Dalam membentuk perusahaan, diperlukan organisasi manajemen yang berguna dalam membantu mencapai tujuan dari bisnis. Organisasi manajemen itu sendiri betanggung jawab untuk mengorganisir, merencanakan, serta mengontrol operasional perusahaan.

  • Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan di sini memanfaatkan informasi relevan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa bantuan sistem informasi manajemen, perusahaan menjadi sulit mengambil suatu keputusan.

Karakteristik Sistem Informasi Manajemen

Adapun beberapa karakteristik sistem informasi manajemen yang perlu kita ketahui antara lain sebagai berikut :

  • Elemen Sistem. Elemen sistem merupakan bagian – bagian sistem yang mengandung bagian terkecil yang sudah tidak bisa diuraikan lagi.
  • Batas Sistem. Batas sistem merupakan daerah batas antara sistem satu dengan lainnya  atau dengan lingkungan lain.
  • Lingkungan Luar. Lingkungan luar termasuk seluruh hal yang ada di luar batas sistem yang berpengaruh dan dipengaruhi oleh operasi sistem.
  • Penghubung Sistem. Merupakan media yang menghubungkan subsistem satu dengan lainnya misalnya input dengan output.

Jenis Laporan yang Dihasilkan

Sistem infromasi berguna untuk melakukan penyimpanan data dan pembuatan laporan pada bisnis profesional yang melakukan analisis dan membuat keputusan. Adapun tiga jenis laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen yakni :

Jenis laporan yang pertama ini merupakan laporan yang bisa langsing dimonitoring dan biasanya dimanfaatkan untuk dapat melihat perubahan informasi yang ada secara langsung tanpa terbatas waktu.

  • Ad-Hoc

Laporan yang kedua merupakan laporan yang dibuat sekali oleh para pengguna yang berguna untuk menjawab pertanyaan yang mana mengubah laporan menjadi laporan terjadwal dan berfungsi untuk membuat laporan jangka pendek.

  • Dijadwalkan

Jenis laporan ketiga merupakan laporan berkala yang memungkinkan perusahaan mengelola data secara terjadwal dari waktu ke waktu demi untuk mengatur sebuah data yang telah disediakan oleh pemohon.

Kategori Sistem Informasi Manajemen

Terdapat sepuluh kategori sistem informasi manajemen antara lain sebagai berikut :

  • Business Intelligence System

Kategori yang pertama ini dimanfaatkan perusahaan yang menciptakan sistem keputusan bisnis dengan mengacu pada pengumpulan, integrasi, serta analisis data berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

  • Executive Information System

SIM kategori ini banyak digunakan oleh perusahaan senior dalam mempermudah pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi organisasi dan perlu dimatangkan oleh eksekutif dibantu dengan data yang memiliki tingkat keakuratan tinggi.

  • Customer Relationship Management

Kategori CRM mampu menyimpan seluruh informasi baik pelanggan, penjualan, serta peluang pendapatan yang dapat diperoleh, yang mana biasanya dimanfaatkan oleh departemen pemasaran, layanan pelanggan, bisnis analis, serta bagian penjualan.

  • Sales Force Automation System

Kategori selanjutnya dapat disingkat dengan SFA yang dapat melakukan otomatisasi pada tugas yang jumlahnya banyak terutama pada departemen penjualan, yang mana komponen ini mencakup seluruh manajemen kontak, pelacakan, hingga pemesanan.

  • Financial Accounting System

Kategori ini dirancang khusus untuk masing – masing departemen yang berfokus di bidang akuntansi keuangan, misalnya menghitung hutang piutang dalam berdagang.

  • Knowledge Management System

Kategori ini merupakan layanan pelanggan yang dapat menjawab dan memberikan informasi bagi setiap pertanyaan pelanggan, kemudian memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi.

  • Marketing Information System

Kategori ini berfungsi untuk melaporkan keefektifan proses pemasaran yang dijalankan serta untuk membantu bagian marketing dalam menganalisa masa yang akan datang.

  • Supply Chain Management System

Kategori ini biasanya dimanfaatkan oleh bisnis retail dan juga manufaktur dalam melakukan pelacakan aliran sumber daya, bahan baku, serta layanan untuk mengembangkan terutama dalam proses pengiriman dan distribusi produk.

  • Transaction Processing System

Kategori ini dapat membantu para wisatawan untuk mencari hotel atau lokasi penginapan secara luas dengan cepat dan berkualitas. Data yang ada di sini dapat digunakan untuk membuat laporan mengenai tren penjualan secara bertahap.

  • Human Resource Management System

Kategori yang terakhir berguna untuk mencatat dan melaporkan kinerja karyawan serta melakukan penyusunan laporan data pegawai.

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Berikut contoh sistem informasi manajemen antara lain :

  • Enterprise Resource Planning

Contoh yang pertama ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar, namun bukan berarti perusahaan kecil rintisan tidak menggunakannya. Sistem ini berfungsi untuk manajemen dan pengelolaan data yang terintergrasi di dalam tiap unit perusahaan.

  • Supply Chain Management

Sistem ini berguna bagi pihak manajemen yang sedang melakukan integrasi data seperti manajemen suplai bahan baku.

  • Transaction Processing System

Sistem ini berguna dalam memproses data yang berjumlah besar sekaligus transaksi besar yang dilakukan rutin yang mana cocok bagis bisnis yang bergerak di bidang keuangan.

  • Office Automation System

Sistem ini berguna untuk memudahkan dan melancarkan komunikasi antar departemen yang ada dalam suatu perusahaan untuk melakukan intergrasi antar server perusahaan.

  • Informatic Management System

Sistem ini mendukung adanya proses spektrum tugas dalam suatu organisasi yang mana membantu menggabungkan beberapa tugas agar saling terintergrasi menjadi satu.

  • Knowledge Work System

Sistem ini mengarahkan integrasi pengetahuan baru pada sebuah organisasi maupun entitas yang mana bertujuan untuk meningkatkan produktivitas suatu bisnis yang sedang berjalan.

  • Group Decision Support System and Computer – Support Collaborative Work System

Sistem ini berguna dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada dengan mengumpulkan pengetahuan di dalam sebuah kelompok dan bukan individu, misalnya skenario, konsultasi, dan kuesioner.

  • Expert System and Artificial Intelligent

Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan dalam penerapannya yang mana berfungsi untuk melakukan analisis permasalahan dibantu dengan tenaa ahli.

  • Executive Support System

Sistem ini memberikan keuntungan bagi manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan bantuan grafik serta alat komunikasi lainnya.

  • Decision Support System

Sistem ini membantu manajer dalam melakukan pengambilan keputusan melalui pengamatan lingkungan dalam perusahaan untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan produktivitas.

You may also like