Home » Hardware » Scanner » Begini 6 Penyebab Hasil Scan Miring yang Sering Terjadi

Begini 6 Penyebab Hasil Scan Miring yang Sering Terjadi

by Elang Hendy Subrata

Jika kita ingin melakukan proses penyalinan dokumen dalam bentuk kertas ke dalam bentuk file, maka kita harus menggunakan mesin scanner. Jenis scanner saat ini ada dibuat khusus untuk melakukan scanning saja dan ada juga yang digabung dengan mesin printer, dan berbagai macam scanner lainnya.

Saat ini, di setiap perusahaan maupun tempat usaha percetakan paling tidak memiliki satu buah scanner di salah satu ruangannya. Maka dari itu, ketika  kita yang tidak terbiasa menggunakan mesin scanner, pastinya pernah mengalami hal-hal yang aneh saat melakukan scanning seperti hasil scan menjadi miring. Pastinya kamu penasaran, kenapa hal tersebut bisa terjadi. Untuk mengetahuinya, berikut ulasannya.

1. Tidak menempatkan dokumen sesuai tempatnya

Pada umumnya, ukuran mesin scanner di desain dengan ukuran kertas. Umumnya lebih banyak menggunakan ukuran A4. Apabila kamu melakukan scan dengan ukuran yang lebih kecil atau lebih besar dari ukuran A4, maka kemungkinan besar hasil scan bisa menjadi miring. Cobalah untuk selalu memegang kertasnya jika ingin melakukan scanning.

Apabila dokumen yang discan dalam bentuk buku, maka usahakan buku dalam posisi tegak lurus. Selalu ingat untuk selalu menekan buku pada scanner sekencang mungkin. Namun jangan sampai saat menekan buku malah merusak buku itu sendiri. Hal yang terpenting adalah setiap kata-katanya dapat discan semuanya.

2. Ada penghalang saat melakukan scanning

Ketika kamu akan melakukan scanning, usahakan periksalah terlebih dahulu mesin scannernya. Biasanya, mesin scanner yang jarang digunakan akan selalu ada benda-benda asing yang menempel pada bagian kaca scanner. Bisa itu debu, atau mungkin berbagai macam kotoran yang dapat menghalangi saat melakukan scanning. Maka dari itu, cobalah untuk selalu membersihkan kaca scanner seminggu sekali agar scenner selalu terawat dengan baik.

3. Terlalu cepat ambil dokumen saat proses scanning

Proses mesin ketika melakukan scanning biasanya sepersekian detik saja. akan tetapi, jika umur scanner sudah lama, maka kemungkinan mesin scanner pun akan semakin lambat saat melakukan scanning. Nah, hal ini juga menjadi slaah satu penyebab hasil scan selalu miring. Ketika proses scanning selesai, dokumennya jangan langsung diambil. Tunggulah beberapa detik hingga hasil scan benar selesai.

Umumnya, hasil scan dapat dikatakan sudah selesai jika terdapat keterangan “selesai” atau “done”. Jika kata itu sudah keluar, maka kamu dapat mengambil dokumen untuk melakukan scanning selanjutnya.

4. Lampu scanner miring

Kamu pernah melihat lampu bercahaya saat melakukan scanning? Lampu tersebut memiiki fungsi yang sama dengan lampu pada sebuah kamera, yakni untuk mengambil obyek. Posisi yang benar untuk lampu scanner haruslah tegak lurus. Cobalah sekali-kali kamu perhatikan posisi lampu scanner saat melakukan scanning. Apabila lampu scanner justru bergerak miring, maka bisa dipastikan hasil scan pun akan menjadi miring.

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu harus segera memperbaikinya dengan belajar cara mengatasi scanner macet. Hal semacam itu bisa terjadi karena faktor usia atau bisa juga karena ada komponen pengait yang lepas. Jika kamu ragu untuk memperbaikinya sendiri, lebih baik diperbaiki di tempat servis.

5. Kesalahan dalam melakukan setting scanner

Mesin scanner memiliki setting sendiri seperti halnya sebuah printer. Bisa jadi kamu salah melakukan setting sehingga hasilnya selalu miring. Cobalah untuk memeriksa bagian setting scanner apakah ada bagian yang salah setting atau salah dalam hal resolusinya sehingga hasil scan selalu miring. Umumnya kesalahan setting ini hanya terjadi pada scanner yang memiliki tools lengkap seperti mesin foto copy. Sedangkan mesin scanner biasa atau yang digabung dengan printer, kasus seperti ini jarang terjadi.

6. Kesalahan saat save hasil scan

Perlu kamu ketahui bahwa pada saat kita selesai melakukan scanning, bukan berarti hasil scan langsung disimpan secara otomatis. Scanner yang keluaran terbaru saat ini sudah bisa melakukan simpan file secara otomatis ketika selesai melakukan scanning. Akan tetapi untuk scanner keluaran lama, hasil scan harus disimpan secara manual.

Hal ini dimaskudkan agar user dapat mengoreksi kembali hasil scan sebelum di save ke dalam komputer. Nah, biasanya kita tidak selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu dan langsung saja save, apalagi jika jumlah dokumennya sangat banyak.

Oleh sebab itu, setelah melakukan scanning dokumen, usahakan untuk selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah ada dokumen yang miring atau scanning double, dan sebagainya. Di dalam scanner ada beberapa tools yang dapat membantu kita untuk menghapus, bahkan mengedit dokumen sebelum benar-benar di save ke dalam komputer. Kamu tidak perlu khawatir apabila melakukan kesalahan saat melakukan scanning.

Semoga artikel ini dapat menjadi salah satu referensi terbaik untuk Anda.

You may also like