13 Cara Membatasi Pengguna WiFi Bolt Paling Mudah (#WAJIB TAHU)

Modem WiFi ( juga di kenal sebagai Wireless Router atau Mobile WiFi Hotspot ) nampaknya tengah menjadi trend di kalangan para pengguna Internet, pasalnya Mobile WiFi Hotspot memiliki banyak kelebihan jika di bandingkan dengan Modem USB seperti kemudahan dalam pemasangan ( pengguna tidak perlu meng-install aplikasi/driver apapun pada komputer ) serta dapat di gunakan oleh lebih dari satu Pengguna.

ads

Baca juga :

Wireless Router sendiri merupakan perangkat yang menjalankan fungsi router dan juga mencakup fungsi Wireless Access Point. Wireless Router di gunakan untuk menyediakan akses ke Internet atau jaringan komputer pribadi. Wireless Router juga dapat berfungsi dalam Wired LAN ( jaringan area lokal dengan kabel ), dalam Wireless LAN ( W-LAN ), atau dalam jaringan campuran (Wired dengan Wireless), tergantung pada produsen dan modelnya.

Mobile WiFi Hotspot Bolt ( cukup populer dengan sebutan MiFi Bolt, walaupun sebenarnya MiFi adalah nama sebuah merek ) hadir dengan beragam kelebihan di bandingkan dengan produk serupa, fitur andalanya tentu saja mendukung jaringan 4G LTE, jaringan yang di gadang-gadang terbaik di “Jaman Internet” seperti sekarang ini.

4G (Fourth Generation) adalah generasi keempat teknologi jaringan seluler broadband, menggantikan 3G (Third Generation). Sistem 4G menyediakan kemampuan yang potensial dan terbaru mencakup akses mobile web , IP telephony, layanan game, Televisi mobile dengan kualitas high-definition, video conference, dan Televisi 3 Dimensi.

Baca juga:

Cara Membatasi Jumlah Perangkat yang Terhubung ke Wifi Bolt

  1. Pastikan komputer yang Anda gunakan terhubung ke jaringan Bolt yang bersangkutan.
  2. Buka perangkat lunak web browser ( Internet Explorer, Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, Safari dan lain sebagainya ).
  3. Masukkan IP Address 192.168.1.1 ke address bar web browser Anda, tekan Enter.
  4. Web Browser akan menampilkan halaman login.
    • Anda akan diminta untuk memasukkan password pada halaman tersebut, masukkan password yang sesuai.
    • Jika password belum pernah di ubah (modem masih baru), password default-nya adalah “admin”, kemudian klik tombol “Login”.
  5. Selanjutnya Web Browser akan menampilkan halaman “Home” atau “Beranda”.
  6. Klik item-menu “Settings” (atau “Pengaturan”) pada menu-bar dibagian atas.
  7. Klik “WiFi Settings” (atau “Pengaturan WiFi”), kemudian klik “Basic Settings” (atau “Pengaturan Dasar”).
  8. Pada halaman “Basic Settings”, lihat ke bagian bawah halaman, terdapat item pengaturan “Max Station Number”. 

    • Item pengaturan “Max Station Number” berguna untuk menentukan jumlah maksimal pengguna yang terhubung ke jaringan Bolt, istilah yang di gunakan adalah “station” yang merujuk pada perangkat komputer (PC Desktop, Laptop, Notebook), PC Tablet, Smartphone serta perangkat lain yang dapat terhubung ke jaringan nirkabel.
    • Anda dapat memilih untuk menentukan jumlah maksimal pengguna yang terhubung ke jaringan Bolt mulai dari 1 hingga 8, misalnya Anda hanya ingin perangkat Laptop dan Smartphone Anda saja yang dapat terhubung ke jaringan Bolt Anda, maka pilih 2.
    • Klik tombol “Apply” jika sudah yakin, selanjutnya sistem Bolt akan menerapkan pengaturan tersebut, pada beberapa kasus pengaturan baru diterapkan setelah perangkat Bolt di restart.

Cara tersebut di atas sebenarnya sudah cukup jika tujuan utamanya adalah hanya membatasi jumlah maksimal perangkat yang terhubung ke jaringan Bolt yang bersangkutan. Pada kasus di atas anggap saja Anda sebagai pemilik jaringan Bolt hanya ingin menggunakan jaringan tersebut untuk dua perangkat saja ( misalnya Laptop dan Smartphone Anda ).

Namun, pengaturan di atas sebenarnya terbatas pada pengalokasian jumlah maksimal perangkat yang dapat terhubung ( dalam contoh ini 2 perangkat saja ), artinya jika salah satu perangkat tidak terhubung, misalnya perangkat Laptop Anda ( dalam contoh kasus di atas ) tidak terhubung ke jaringan Bolt dan hanya perangkat Smartphone Anda saja yang terhubung, maka akan ada satu “ruang kosong” yang dapat di isi oleh perangkat lain (atau oleh pengguna lain yang mengetahui password jaringan Bolt Anda).

Jika hal tersebut memang di maksudkan seperti demikian maka pengaturan di atas tidak masalah, namun jika Anda bermaksud menggunakan jaringan Bolt Anda hanya untuk perangkat tertentu ( kembali lagi ke contoh kasus di atas di mana perangkat yang “boleh” terhubung ke jaringan Bolt Anda hanya Laptop dan Smartphone Anda ), maka pengaturan di atas menjadi tidak efisien, ingat bahwa perangkat lain pun dapat terhubung ke jaringan Bolt Anda jika terdapat “ruang kosong” dari alokasi yang di tentukan.

Cara untuk mengatasi ketidak-efisienan tersebut adalah dengan mengenalkan “identitas” perangkat ( lebih tepatnya identitas perangkat jaringan atau NIC “Network Interface Controller”) yang di kehendaki, identitas yang di maksud adalah MAC Address. Sehingga hanya perangkat dengan MAC Address yang telah terdaftar saja yang dapat terhubung ke jaringan Bolt Anda.

Sekilas mengenai MAC Address

Media Access Control Address ( MAC Address ) adalah identitas unik yang di miliki NIC (Network Interface Controller) untuk melakukan komunikasi pada data link layer dari segmen jaringan ( Baca juga : Fungsi Data Link Layer ). MAC Address di gunakan sebagai alamat jaringan pada sebagian besar teknologi jaringan IEEE 802, termasuk Ethernet dan Wi-Fi. MAC Address di gunakan di sub-layer protokol media access control dari model referensi OSI. ( Baca juga : Model OSI Layer )

MAC Address di berikan oleh produsen NIC untuk di sematkan pada perangkat kerasnya, seperti Read-Only Memory ( ROM ) atau beberapa mekanisme firmware lainnya ( Baca juga : Fungsi ROM ). MAC Address juga bisa mengkodekan nomor identifikasi produsen dan dapat di sebut sebagai burned-in address ( BIA ). MAC Address juga di kenal sebagai Ethernet Hardware Address ( EHA ).

Perangkat keras jaringan mungkin memiliki beberapa NIC dan masing-masing NIC memiliki MAC Address yang unik. Peralatan jaringan yang canggih seperti switch multilayer atau router mungkin memerlukan satu atau lebih MAC Address yang di tetapkan secara permanen.

Baca juga :

Cara Membatasi Pengguna WiFi Bolt dengan filter MAC Address

  1. Pastikan komputer yang Anda gunakan terhubung ke jaringan Bolt yang bersangkutan.
  2. Buka perangkat lunak web browser.
  3. Masukkan IP Address 192.168.1.1 ke address bar web browser Anda, tekan Enter.
  4. Web Browser akan menampilkan halaman login.
  5. Anda akan diminta untuk memasukkan password pada halaman tersebut, masukkan password yang sesuai.
  6. Selanjutnya Web Browser akan menampilkan halaman “Home” atau “Beranda”.
  7. Klik item-menu “Statistics” (atau “Statistik”) pada menu-bar dibagian atas.
  8. Web Browser akan menampilkan atribut perangkat yang terhubung sekaligus statistik penggunaan data masing-masing perangkat. Atribut perangkat yang tampil berupa IP Address, Nama Host dan MAC Address, pastikan Anda mengenali perangkat yang ingin Anda tambahkan sebagai pengguna jaringan Bolt, bisa di lihat dari Nama Host, biasanya berisi nama perangkat yang bersangkutan.
  9. Copy MAC Address dari perangkat tersebut.
  10. Klik item-menu “Settings” (atau “Pengaturan”) pada menu-bar dibagian atas.
  11. Klik “WiFi Settings” (atau “Pengaturan WiFi”), kemudian klik “Filter MAC WiFi”.
  12. Paste MAC Address yang tadi di-Copy pada kolom yang tersedia, pilih “Ijinkan” ( atau “Allow” ) pada bagian notifikasi.
  13. Klik “Apply”.

Cara di atas juga dapat di gunakan untuk mencegah suatu perangkat dengan MAC Address tertentu mengakses jaringan Bolt Anda, pada langkah ke 12 Anda di beri pilihan untuk “Mengijinkan” ( “Allow” ) atau “Menolak/Mencegah” ( “Deny” ) suatu MAC Address, jika pada langkah ke 12 Anda memilih opsi “Deny” pada suatu MAC Address maka perangkat dengan MAC Address tersebut tidak dapat mengakses jaringan Bolt Anda.

Prinsipnya sama dengan firewall atau proxy dalam mencegah atau mengijinkan suatu perangkat mengakses suatu jaringan dengan filtrasi berdasarkan MAC Address ( beberapa dapat mem-filter beerdasarkan IP Address ), namun dalam sistem Bolt nampaknya hanya menggunakan fitur filter yang sederhana.

Baca juga :

Sebenarnya langkah ke-7 hingga ke-9 dapat Anda lewati apabila Anda mengetahui MAC Address dari suatu perangkat, misalnya untuk mengetahui MAC Address komputer dengan sistem operasi Windows (XP, Vista, 7, 8/8.1, atau 10) caranya adalah sebagai berikut:

  1. Jalankan fitur “Run” (tekan WinKey + R).
  2. Ketik “cmd” ( tanpa tanda kutip ) lalu tekan Enter untuk membuka Command Prompt ( Baca juga : Perintah Dasar CMD Beserta Fungsinya ).
  3. Ketik perintah “ipconfig /all” ( tanpa tanda kutip ) pada commanc-line lalu tekan Enter.
  4. Cari bagian “Wireless LAN adapter”, kemudian lihat atribut “Physical Address” pada blok tersebut.
  5. “Physical Address” berisi informasi mengenai MAC Address. 

Jika Anda menggunakan salah satu sistem operasi dari distro Linux, misalnya Ubuntu. Anda dapat melihat MAC Address dari perangkat tersebut dengan cara yang hampir sama dengan cara di atas, namun kerena Ubuntu menggunakan “Terminal” ( bukan Command Prompt ), perintah yang di jalankan pun sedikit berbeda:

  1. Buka “Terminal”.
  2. Ketik perintah “ifconfig”, tekan Enter.
  3. Terminal akan menampilkan informasi mengenai perangkat NIC yang ada pada komputer.
    • Karena dalam kasus ini kita ingin mengetahui MAC Address dari perangkat WiFi ( Wireless ), maka perhatikan blok “wlan0” ( angka “0” di belakang teks “wlan” mungkin tidak sama dengan komputer lain )
    • Perhatikan baris “Link encap:Ethernet HWadrr”, baris tersebut berisi MAC Address perangkat “wlan0”.
    • Pada Linux, MAC Address di sebut juga “Hardware Address” ( pada Windows di sebut “Physical Address”).

Cara di atas dapat di terapkan pada hampir semua distro linux

Baca juga :

Untuk melihat MAC Address dari perangkat Smartphone-pun tak kalah mudah, pada perangkat mobile dengan sistem operasi Android ( Saya contohkan pada Android 4.2.2 ) silahkan ikuti langkah – langkah berikut:

  1. Buka “Settings”
  2. Scroll ke bagian bawah, klik “About Phone”
  3. Klik “Status”
  4. Klik “Other”
  5. Lihat bagian Wi-Fi MAC Address, itu adalah MAC Address perangkat mobile Android tersebut.

Baca juga :

Baiklah, Saya pikir cukup sekian pembahasan mengenai cara membatasi pengguna WiFi Bolt, semoga bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya pembaca, khususnya Anda yang membutuhkan, ingat untuk selalu mengamankan jaringan Bolt Anda dengan mengganti password default “admin” maupun SSID ( jaringan wireless ) utnuk keamanan jaringan Bolt Anda, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 20th, September 2017 / 05:55 Oleh :