4 Cara Menghilangkan Virus Autorun di PC dan Flashdisk

Autorun atau autoplay, sejatinya bukanlah virus, melainkan salah satu fitur dari sistem operasi Windows untuk menjalankan (run) suatu perintah atau memainkan (play) suatu media secara otomatis (auto), biasanya media CD atau DVD yang berisi driver suatu perangkat keras selalu di lengkapi dengan autorun sehingga saat di masukkan ke dalam ODD (Optical Disk Drive seperti CD-ROM, DVD-ROM, CD-RW atau DVD-RW), antarmuka instalasi akan langsung di jalankan.

ads

Baca juga:

Satu sisi memang autorun dapat di manfaatkan untuk mempermudah pengguna, namun di tangan yang salah fitur ini dapat di manfaatkan untuk “menularkan” virus ke perangkat komputer melalui berbagai media, yang paling populer adalah media flashdisk (juga di kenal dengan sebutan flashdrive atau pendrive), biasanya jadi terdapat file autorun.inf di dalam flashdisk tersebut, “*.inf” merupakan ekstensi untuk information file, jika Anda tidak melihat ekstensinya, ikuti langkah berikut.

Cara menampilkan ekstensi file pada sistem operasi Windows

Windows XP dan Windows 7

  • Buka Windows Explorer (tekan WinKey + E)
  • Buka  Folder -> Options (untuk Windows XP) atau klik tombol Folder Options (untuk Windows 7)
  • Klik tab View
  • Pada bagian Advanced settings cari opsi (radio button) Show hidden files and folders lalu pilih opsi tersebut
  • Cari opsi (check box) Hide extensions for known file types lalu uncheck (hilangkan tanda check) pada opsi tersebut
  • Klik tombol OK

Windows 8 / 8.1 dan Windows 10

  • Buka File Explorer (tekan WinKey + E)
  • Klik tab View
  • Pada grup Show/hide terdapat checkbox File name extensions dan Hidden items
  • Check opsi File name extensions dan Hidden items

Catatan: Opsi “file name extension” di tujukan untuk menampilkan ekstensi file dan “hidden items” di tujukan untuk menampilkan file atau folder yang di sembunyikan, file autorun.inf biasanya tersebunyi (hidden).

Pengertian File Autorun.inf

File autorun.inf sebenarnya bukan file virus, file tersebut berisi beberapa informasi mengenai perangkat Anda (flashdisk, CD / DVD, dan lain sebagainya) dan biasanya terhubung dengan file yang akan di eksekusi secara otomatis, misalnya file setup (biasanya *.exe atau *.msi), file aplikasi (*.exe), file script (seperti *.vbs) dan lain sebagainya. (Baca juga : Kapasitas RAM Terbesar Saat Ini , Bahasa Pemrograman Web Paling Populer)

Saat perangkat seperti flashdisk di hubungkan ke komputer, Windows akan menjalankan file autorun ini dan akan bekerja sesuai dengan informasi yang ada di dalamnya termasuk mengeksekusi suatu program (setup, aplikasi, atau script), ini lah yang biasa di manfaatkan oleh “penyerang” untuk menyebarkan malware (virus seperti worm, trojan, dan lain sebagainya).

Baca juga :

Apakah File autorun.inf Bisa di Hapus?

Bisa, namun beberapa file autorun.inf tidak cukup di hapus hanya dengan menekan tombol Delete (Del) pada keyboard, biasanya file autorun.inf yang memang terindikasi “di domplengi” oleh virus sengaja di buat sebagai file yang tersembunyi (hidden) dan sebagai file system, untuk menghapus file autorun.inf (file system) dapat di lakukan dengan cara berikut: (Baca juga : Tips Membeli Kapasitas RAM Yang Sesuai Kebutuhan , Penyebab Harddisk Eksternal tidak Terbaca)

  • Cari Command Prompt (ketik “cmd” tanpa tanda kutip pada start menu)
  • Klik kanan lalu pilih Run as Administrator
  • Ketik “G:” tanpa tanda kutip lalu tekan Enter, (G: adalah partition letter untuk flashdisk atau hard disk Anda, sesuaikan dengan partisi target)
  • Ketik “attrib -h -s -r -a *.*” tanpa tanda kutip lalu tekan Enter.
  • Perintah tersebut di maksudkan untuk menghilangkan atribut (attrib) hidden (-h), system (-s), read only (-r), dan archive (-a) dari semua folder dan file dengan ekstensi apapun (*.*).
  • Jika prosesnya sudah selesai dan tidak ada kesalahan, maka seharusnya Anda dapat menghapus file autorun.inf dengan cara biasa.

(Baca juga : Penyebab RAM PC Penuh , Penyebab Kerusakan RAM pada Laptop)

Namun menghapus file autorun.inf tidak serta merta menghilangkan masalah “virus” pada komputer, ingat bahwa file autorun.inf hanya di gunakan sebagai trigger (pemicu) untuk mengeksekusi perangkat lunak berbahaya (malicious software, malware) yang biasanya berekstensi *.exe (bisa juga berekstensi *.vbs bahkan *.bat).

Cara menghilangkan virus autorun dari komputer atau flashdisk :

1. Cari file yang di eksekusi oleh file autorun.inf, lalu hapus file tersebut

File autorun.inf dapat di buka dan di edit (jika tidak beratribut read only) menggunakan aplikasi text editor seperti Notepad, cukup double – click file tersebut dan anda akan melihat beberapa baris kode yang kurang lebih seperti di bawah ini:

[autorun]
open = virus/trojan.exe
icon = setup.exe,1
icon = setup.ico
label = Driver VGA

Anggap saja baris kode di atas merupakan isi dari file autorun.inf yang kita peroleh dari CD / DVD Driver VGA, dalam CD / DVD tersebut terdapat file setup.exe (lihat baris ke tiga) yang merupakan file asli dari installer Driver VGA, namun saat CD / DVD tersebut di masukkan kedalam ODD komputer, file yang pertama kali di eksekusi adalah file trojan.exe yang ada dalam folder virus.

 Baca juga:

Dari contoh di atas Kita asumsikan bahwa CD / DVD Driver VGA tersebut sudah tidak orisinal, dalam arti kontennya (isinya) sudah di “manipulasi” atau di “sabotase” sehingga di sisipi virus, oleh karena itu jika Anda menemukan file autorun.inf pada flashdisk atau pada salah satu partisi hard disk komputer Anda, buka dulu lalu lihat apa yang di “open” (lihat baris ke dua contoh kode autorun di atas) oleh file autorun.inf tersebut, jika Anda merasa file yang di “open” tersebut mencurigakan (terindikasi malware) segera hapus file tersebut.

Jika Anda kesulitan menghapus file virus tersebut, mungkin ia sedang aktif, coba Anda masuk ke safe mode / safe boot lalu coba hapus kembali file virus tersebut, saat Windows masuk ke safe mode / safe boot, aplikasi selain aplikasi inti sistem operasi tidak akan di eksekusi termasuk file virus, oleh karena itu menghapus file virus akan sangat mungkin jika dalam keadaan safe mode / safe boot. (Baca juga : Cara Safe Mode Windows 8)

2. Install Antivirus, lalu update, kemudian full scan komputer berikut flashdisk yang bersangkutan

Antivirus akan selalu menjadi solusi terbaik untuk mengatasi virus, berikut adalah beberapa antivirus sangat mumpuni dalam menanggulangi berbagai ancaman virus:

  • AVG
  • Avira
  • BitDefender
  • Kaspersky
  • Avast
  • McAfee
  • Norton Security
  • ESET
  • Trend Micro
  • Panda Antivirus

(Baca juga : Fungsi Harddisk Pada Komputer , Cara Mengatasi Komputer Sering Mati Sendiri)

Masih banyak lagi antivirus yang beredar, termasuk antivirus lokal yang dulu pernah atau bahkan sekarang pun masih populer di Indonesia, antara lain:

  • SmadAV
  • PCMAV
  • ANSAV
  • ARTAV

Namun layaknya obat yang harus tepat untuk bisa mengobati penyakit tertentu, penggunaan antivirus – pun haruslah bijaksana, jika Anda berkapasitas untuk membeli lisensi antivirus komersil seperti AVG Internet Seciruty, akan jauh lebih baik dan optimal ketimbang menggunakan antivirus gratisan (free version), namun jika tidak gunakanlah antivirus gratis seperti AVG Antivirus Free, jauh lebih baik ketimbang menggunakan antivirus “bajakan”. (Baca juga : Bahaya Menggunakan Software Bajakan)

Penggunaan aplikasi bajakan termasuk antivirus hanya akan meningkatkan resiko komputer terserang virus, asumsikan bahwa antivirus merupakan penjaga keamanan (satpam), apa yang terjadi jika penjaga keamanan tersebut ilegal (layaknya aplikasi ilegal / bajakan)? tentu saja alih – alih menjaga keamanan malah penjaga keamanan tersebut yang menimbulkan masalah keamanan, aplikasi bajakan yang di “crack” atau “patch” biasanya menimbulkan celah keamanan yang cepat atau lambat dapat di susupi oleh malware, spayware atau ancaman lain.  (Baca juga : Cara Mengatasi Notebook Lemot , Fungsi RAM)

Yang tak kalah penting dari penggunaan antivirus selain menghindari antivirus bajakan adalah, update antivirus secara berkala, Saya sarankan paling lambat satu minggu sekali, beberapa provider antivirus seperti AVG rutin menyediakan pembaruan antivirus yang dapat di download langsung melalui antar muka aplikasi, update antivirus di maksudkan untuk meningkatkan kemampuan antivirus dalam mengenali dan menanggulangi ancaman virus yang berkembang.

3. Backup data, format semua partisi, lalu install ulang Windows

Menghilangkan virus autorun sebenarnya cukup dengan antivirus, namun untuk Anda yang bermaksud sekalian “bersih – bersih” data dalam komputer, sebaiknya backup semua data yang ada pada setiap partisi ke media penyimpanan lain seperti hard disk drive eksternal, jangan di backup begitu saja, hindari untuk membackup file atau folder yang “mencurigakan” karena mungkin berisi virus. (Baca juga : Harddisk Eksternal Terbaik)

Setelah selesai membackup semua data penting dari tiap partisi, format semua partisi yang ada (kecuali partisi system, biasanya drive ‘C’), kemudian install ulang sistem operasi Windows, pastikan Anda memformat partisi system saat proses instalasi sistem operasi.

Baca juga:

Setelah selesai menginstall sistem operasi (Windows) dan memformat semua partisi yang ada, instalkan antivirus lalu update, barulah pindahkan data yang di backup tadi ke partisi pada komputer, dengan demikain komputer setiap data yang di pindahkan (cut – paste) atau di salin (copy – paste) dari media backup (hdd eksternal) ke partisi komputer akan terpindai terlebih dahulu oleh antivirus.


4. Gunakan sistem operasi linux (free dan open source)

Saya tidak membenci Windows atau Mac atau sistem operasi komersil lain (karena linux juga ada yang komersil), dan Saya juga bukan aktivis penggagas perangkat lunak atau sistem operasi gratis (free) dan open source, namun jika kita faham mengenai bahaya dari penggunaan aplikasi bajakan sebagaimana telah sedikit kita singgung pada poin ke – 2 di atas, maka penggunaan sistem operasi bajakan pun akan sama bahayanya. (Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Linux)

Jika sistem operasi Windows yang Anda gunakan bukan bajakan (Anda memiliki lisensi resmi), maka hal tersebut akan sangat tidak masalah, malahan sangat bagus karena pihak Microsoft secara rutin menyediakan pembaruan untuk sistem operasi Windows (kecuali Windows XP dan Windows sebelumnya) termasuk pembaruan untuk keamanan.

Baca juga :

Lain halnya jika Anda menggunakan Windows “bajakan”, potensi ancaman akan semakin besar atau bahkan semua kasus “virus” yang selama ini di alami oleh komputer Anda adalah karena sistem operasi Windows yang terinstall pada komputer Anda banyak celah keamanannya karena tidak menerima pembaruan dari Microsoft (Windows bajakan biasanya tidak dapat di update).

Jadi coba Anda pertimbangkan untuk menggunakan salah satu distro linux berikut:

  • Ubuntu (Lubuntu, Xubuntu, Kubuntu)
  • Linux Mint
  • ElementaryOS
  • Puppy Linux
  • Kali Linux

Dan masih banyak lagi distro linux sesuai kebutuhan Anda baik untuk administrasi jaringan (Kali Linux), untuk server (Ubuntu Server) dan lain sebagainya, Saya pikir tidak ada salahnya di coba, selain free dan open source, distro linux juga di kenal karena “kebal” terhadap serangan virus termasuk virus autorun.

Baca juga :

Demikian pembahasan mengenai cara menghilangkan virus autorun, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 06th, June 2017 / 01:20 Oleh :