Home » Jaringan Komputer » Konsep Jaringan » Jaringan LAN, MAN dan WAN

Jaringan LAN, MAN dan WAN

by Dini S.Kom
by Dini S.Kom

Jaringan komputer merupakan suatu kondisi dimana dua atau lebih komputer bisa saling terhubung satu sama lain untuk saling berbagai dan juga mengakses informasi penting. Biasanya jaringan komputer banyak digunakan pada wilayah perkantoan dan juga institusi tertentu, namun tidak menutup kemungkinan bagi user kecil juga menggunakan jaringan komputer.

Pada dasarnya jenis-jenis jaringan komputer memiliki banyak sekali bentuknya, yang terdiri dari beberapa aspek. Seperti aspek jangkauan jaringan komputer, berdasaran distribusi data, berdasarkan transmitter dan metode transmisi yang digunakan, dan juga berdasarkan hubungan antar komputer. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

Berdasarkan Jangkauan Jaringan Komputer

Berdasarkan jangkauannya, jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis jaringan komputer, yaitu:

  • Jaringan Lokal (LAN)
  • Jaringan Metropolitan (MAN)
  • Jaringan Luas (WAN)

Berdasarkan Distribusi Data

Apabila dilihat berdasarkan distribusi datanya, maka jaringan komputer dapat dibagi menjadi dua jenis jaringan, yaitu:

  • Jaringan terpusat, dimana distribusi data di dalam satu jaringan berasal dari satu host atau satu server saja.
  • Jaringan terdistribusi, dimana terdapat beberapa gabungan dari aringan terpusat, yang akan membentu satu sistem jaringan yang baru dan dapa tmemuat informasi lebih banyak dibandingkan jaringan terpusat.

Berdasarkan Metode Transmisi

Berdasarkan metode transmisi jaringan yang digunakan, maka jaringan komputer bisa terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Jaringan kabel, yaitu jaringan yang media dan metode transmisinya menggunakan kabel jaringan.
  • Jaringan nirkabel atau wireless, dimana dalam penerapannya, suatu jaringan kompter menggunakan prinsip metode jaringan tanpa kabel.

Berdasarkan Hubungan Antar Komputer

Bedasarkan hubungan antar komputer, maka suatu jaringan komputer bisa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Client to server connection
  • Peer to Peer Connection

Jaringan LAN, MAN, dan WAN

Jaringan LAN, MAN, dan juga WAN merupakan tiga jenis jaringan komputer yang dilihat dari jangkauan atau cakupannya. Untuk lebih jelasnya mengenai cakupan dari jaringan LAN, MAN, dan juga WAN ini.

Jaringan LAN

Jaringan LAN. Pasti anda sudah sering mendengar istilah yang satu ini. Ya, saat ini jaringan LAN memang sudah banyak sekali digunakan oleh institusi dan juga perknatoran. Jaringan LAN sendiri merupakan kependekan dari jaringan Local Area Network, yang lebih sering juga kita kenal dengan jaringan local. Sesuai dengan namanya, jaringan ini merupakan jenis jaringan yang sifatnya local yang artinya hanya komputer tertentu yang bisa terhubung ke dalam jaringan ini.

LAN atau local area network merupakan bentuk komposisi jenis jaringan yang paling sederhana, karena bisa dibangun hanya dengan menggunakan dua buah komputer saja, yaitu peer to peer LAN. Sekaligus juga bisa menjadi sebuah jaringan yang sangat rumit, karena bisa saling terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan skala luas, seperti WAN dan juga jaringan internet.

Menggunakan Jaringan LAN 

Secara garis besar, untuk bisa menggunakan jaringan LAN, mak asebuah komputer haruslah memilki sebuah NIC atau network interference card, atau yang juga sering dikenal dengan istilah LAN Card. Dengan adanya LAN Card ini, maka sebuah komputer bisa terhubung dan juga terkoneksi ke dalam sebuah jaringna local, dan mengakses informasi dari server dan juga database.

Fungsi LAN card sendiri sebagai pendukung dari koneksi jarngan LAN seperti, membagikan koneksi internet ke ruangan lain, mentransfer data ke beberapa komputer user hingga untuk hiburan seperti bermain game dan lainnya.

Jenis Jaringan Local atau LAN

Pada dasarnya, secaa umum, jaringan local atau jaringan LAN bisa terbagi menjadi dua jenis, yaitu client to server dan juga peer to peer LAN. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya:

Client To Server LAN

Client to Server LAN merupakan jenis jaringan local yang banyak digunakan terutama pada institunsi dan juga perkantoran. Koneksi jarinan LAN ini membutuhkan paling tidak sebuah komputer server sebagai puas data dan juga komputer induk, serta lebih dari satu buah komputer yang berperan sebagai client atau usernya.

Client to Server LAN memungkinkan dua atau lebih komputer dapat saling terhubung dengan server yang sama dalam satu jaringan LAN, dan dapat melakukan pengaksesan informasi dari server secara bersamaan.

(baca juga: perbedaan komputer server dengan komputer client biasa)

Peer to Peer LAN

Berbeda dengan client to server LAN, maka peer to peer LAN tidak membutuhkan komputer server atau client, hal ini disebabkan karena pada peer to peer LAN, kedua komputer memilki pean yang sama sebagai komputer server maupun client. Biasanya, peer to peer lan banyak digunakan pada dua komputer yang saling tehubung untuk keperluan tertentu, misalnya adalah game komputer multiplayer.

Peer to peer LAN merupakan tipe koneksi jaringan komputer yang paling sederhana, karena hanya membutuhkan kabel jaringan saja untuk membangun koneksi, berbeda dengan client to server yang membutuhkan beberapa perangkat jaringan komputer tambahan. Peer to peer juga tidak membutuhkan komputer server untuk dapat bekerja, jadi bisa diaplikasikan pada komputer personal biasa.

Apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah koneksi LAN?

Untuk dapat membangun sebuah koneksi LAN atau jaringan local, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Topologi Jaringan yang Akan Digunakan

Secara singkat, topologi jaringna komputer adalah desain dari jaringan komputer, yang menentukan bagaiamana paket data dan juga informasi ditransmisikan antar komputer di dalam jaringan tersebut. Untuk pembuatan jaringan local (LAN), maka ada beberapa topologi yang bisa diimplementasikan, yaitu:

Topologi ring merupakan salah satu jenis topologi kuno, namun cukup efektif untuk menghandle pembuatan jaringan lokal dari komputer yang jumlahnya sedikit. Toplogi ring akan memungkinkan sebuah paket data atau informasi dapat diakses oleh komputer client dalam sebuah siklus ring tertentu. Jadi, suatu informasi baru bisa diakses oleh client nomor 4, setelah diakses oleh client nomor 1, 2, dan juga 3 terlebih dahulu.

Topologi Bus merupakan jenis topologi yang cukup murah, karena hanya menggunakan kebel dan juga konektor saja untuk membangun sebuah jaringan local. Topologi bus menggunakan konektor dan juga terminator untuk membuat sebuah jaringan local dapat bekerja.

Topologi star merupakan jenis topologi yang banyak digunakan, pada jaringan local. Topologi star memungkinkan satu server dapat melayani lebih dari dua komputer client secara bersamaan, dengan bantuan perangkat keras jaringan, seperti switch dan juga hub.

  • Topologi Tree

Topologi tree memungkinkan beberapa jaringan local kecil di dalam satu gedung digabungkan sehingga menjadi satu kesatuan jaringan local yang besar. Selain topologi tree juga dapat memungkinkan tehubungnya komputer di dalam sebuah jaringan dengan tingkatan atau hierarki yang berbeda. Cocok untuk penggunaan jaringan LAN di dalam gedung bertingkat.

  • Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan jenis topologi jaringan local yang memungkinkan setiap komputer bisa melakukan feedback satu sama lain. TIdak cocok digunakan pada jaringan LAN yang besar, karena akan menyulitkan pengawasan.

  1. Perangkat Keras yang Akan Digunakan

Apabila ingin membuat suatu jaringan local, maka paling tidak ada beberapa jenis perangkat keras yang harus diperhatikan penggunaannya, sesuat dengan topologi yangakan diimplementasikan. Berikut ini adalah beberapa perangkat keras yang harus ada untuk membangun sebuah jaringan local:

  • NIC ; merupakan perangkat keras yang wajib ada, karena dapa tmenghubungkan setiap komputer dengan sebuah jaringan local. Disebut juga dengan nama LAN Card. (baca juga: fungsi LAN card)
  • Kabel jaringan ; kabel jaringan wajib ada untuk koneksi jaringan komputer yang menggunakan sisitem kabel. Kualitas dan jenis kabel akan mempengaruhi kecepatan dari transfer data dan juga informasi di dalam jaringan. (baca juga: jenis kabel jaringan komputer)
  • Hub / Switch ; perangkat ini sangat penting untuk pembuatan sebuah jaringan yang menggunakan topologi star dan juga tree. (baca juga: fungsi hub dan fungsi switch)
  • Bridge ; digunakan untuk menjembatani antar jaringan LAN kecil menjadi sebuah jaringan LAN besar dalam topologi tree.
  1. Tujuan Pembuatan dari Jaringan Local

Tujuan pembuatan jaringan LAN juga harus didefinisikan, sehingga setiap teknisi jaringan tahu harus menggunakan jenis topologi jaringan seperti apa, sehingga nantinya pembuatan jaringan tidak akan menjadi sia – sia, karena kesalahan analisa tujuan.

  1. Budget yang Dimiliki

Budget juga menentukan jenis topologi jaringan komputer apa yang cocok untuk diimplementasikan pada jaringan LAN. Untuk budget rendah dengan jumlah komputer sedikit, mungkin bisa menggunakan topologi star dengan hub. Untuk jaringan local yang besar, maka dibutuhkan switch dan juga bridge.

Contoh Pengaplikasian Jaringan Local (LAN)

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan jaringan local atau LAN di dalam kehidupan sehari-hari:

LAN pada Kampus

Biasanya, satu lokasi kampus terdiri dari beberapa gedung, dimana setiap gedung memiliki koneksi LAN kecil. Agar seluruh gedung bisa menggunakan koneksi jaringan LAN, maka dibuatlah sebuah topologi tree menggunakan bridge, sehingga terbentuknlah sebuah jaringan LAN besar yang bisa diakses oleh seluruh gedung di dalam kompleks kampus tersebut.

LAN pada Warnet

LAN pada warnet juga merupakan salah satu contoh umum di kehidupan sehari-hari. LAN pada warnet biasanya menggunakan topologi star, dimana setiap client dapat terhubung dengan satu buah server.

Jaringan MAN

Jaringan MAN atau yang merupakan kependekan dari Metropolitan Area Network merupakan jenis jaringan komputer yang sifatnya jauh lebih luas dibandingkan sebuah jaringan LAN besar. Biasanya MAN merupakan konsep jaringan komputer yang berada di dalam satu kota, atau beberapa kota yang saling berdekatan.

Sama seperti koneksi jaringan LAN, setiap komputer yang akan terhubung dengan MAN akan membutuhkan sebuah NIC atau Network Interface Card, yang dapat membuat setiap komputer dapat terhubung dengan jaringan MAN yang tersedia.

Pada umumnya, penggunaan jaringan komputer metropolotan atau MAN ini menggunakan jenis jaringan komputer client to server, dimana komputer server akan dilokasikan pada lokasi tertentu, yang kemudian akan menjadi pusat data dan komputer induk bagi setiap client yang terhubung ke dalam jaringan MAN tersebut.

Konsep dari Jaringan Komputer Metropolitan atau MAN

Pada dasarnya, konsep dari pembuatan sebuah jaringan MAN ini menggunakan topologi jaringan tree. Sama seperti fungsi pada jaringan LAN, topologi tree ini nantinya akan menggabungkan semua jaringan LAN besar di dalam satu lokasi tertentu, menjadi sebuah jaringan metropolitan, dari beberapa buah jaringan LAN yang besar yang terletak di dalam satu kota, ataupun kota yang berdekatan.

Contoh dari Jaringan MAN

Salah satu contoh dari jaringan MAN yang bisa kita lihat adalah penggunaan jaringan pada sebuah kampus yang lokasi nya berada di beberapa kota yang berdekatan.

Sebuah kampus A memiliki 3 kampus pada kota Z dan 2 kampus pada kota Y. Total jumlah kampus yang dimiliki adalah 5 buah kampus dengan nama kampus 1, kampus 2, kampus 3 hingga kampus 5.

Setiap kampus, mulai dari kampus 1 hingga kampus 5 sudah memilki sebuah jaringan LAN besar tersendiri, seperti deskripsi jaringan LAN yang sudah dibahas sebelumnya. Untuk dapat menghubungkan setiap jaringan LAN antar kampus 1 hingga kampus 5, maka dibutuhkanlah sebuah jaringan komputer yang bersifat metropolitan, atau MAN, yang memungkinkan satu server kampus dapat melayani kebutuhan dari semua kampus yang berbeda lokasi, namun masih berada dalam radius satu kota.

Perangkat Keras yang Digunakan untuk Membangun MAN

Pada dasarnya, untuk membangun sebuah konektivitas jaringan MAN, membutuhkan perangkat keras jaringan komputer yang sama seperti jaringan LAN, yaitu Hub, Switch, NIC, dan juga kabel, serta bridge untuk membangun jaringan lokalnya terlebih dahulu.

Setelah topologi dan juga persiapan untuk jaringan local sudah selesai, maka barulah jaringan MAN atau metropolitan ini dibangun. Perangkat paling penting yang harus dimilki untuk pembuatan sebuah jaringan metropolitan ini adalah bridge. Bridge disini berfungsi untuk menggabungkan jaringan LAN besar pada masing-masing kampus, agar menjadi satu buah jaringan metropolitan secara utuh. (baca juga: manfaat bridge)

Bridge yang biasa digunakan untuk membuat jaringan MAN ini ada dua pilihan, yaitu:

1. Bridge Remote

Bridge remote merupakan jenis bridge yang memang di desain untuk melakukan pembangunan koneksi jaringan secara MAN atau metropolitan. Bridge remote masih menggunakan prinsip kabel jaringan untuk dapat menggabungkan koneksi LAN besar menjadi satu buah jarinan MAN.

Kelemahan dari bridge remote ini tentu saja kerepotan installer dalam melakukan instalasi kabel, yang cukup rumit dan memakan waktu, serta biaya yang lebih tinggi.

2. Bridge Wireless

Sesuai dengan namanya, bridge wireless menggunakan koneksi tanpa kabel, sehingga membuat proses transmisi data menjadi lebih efektif,n tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih dan juga tenaga lebih dalam melakukan instalasi kabel. Akan tetapi, terkadang bridge wireless dapat terkendala cuaca dan juga gangguan sinyal yang bisa saja terganggu oleh banyak hal.

Apabila disimpulkan mengenai MAN, maka bisa dikatakan bahwa MAN merupakan salah satu cara yang efektif untuk menggabungkan setiap jaringan di dalam kota yang saling berdekatan. MAN sangat cocok digunakan pada kampus dan juga intitusi pendidikan, yang bisanya terpecah-pecah lokasinya di dalam beberapa kota yang berdekatan, sehingga proses akses data di tiap kampus akan sama dan tidak mengalami perbedaan.

Jaringan WAN

Jenis jaringan yang terakhir adalah jenis jaringan WAN. WAN, atau yang dikenal dengan kependekan dari Wide Area Network merupakan jenis jaringan yang paling luas. Perbedaanya dengan jaringan MAN adalah terdapat pada wilayahnya saja. Biasanya jaringan WAN mencakup hubungan jaringan antar pulau, Negara dan juga benua. Tentu saja apabila dibandingkan dengan MAN, jaringan WAN jauh lebih luas dan juga lebih kompleks kegunaannya.

Penggunaan dari Jaringan WAN

Jaringan WAN banyak digunakan pada bentuk perusahaan yang sifatnya multinasional, bahkan internasional. Dimana kantor nya memiliki cabang di beberapa pulau, benua dan juga beberapa Negara. Bagi Negara kepulauan, seperti di Indonesia tentu saja jaringan WAN sangat cocok diterapkan bagi perusahaan yang sifatnya multinasional.

Sama seperti MAN, jaringan WAN mengabungkan konektivitas jaringan LAN dari satu gedung atau lokasi menjadi satu kesatuan jaringan yang sangat luas, dengan cakupan geografis yang besar. Hal ini memungkinkan setiap kantor cabang atau perwakilan yang terletak di luar pulau, benua dan juga Negara bisa saling terhubung ke dalam jaringan LAN perusahaan secara bersamaan.

Contoh dari Jaringan WAN

Untuk lebih jelas dan juga lebih memahami mengenai jaringan WAN dan juga implementasinya, maka ada satu contoh implementasi dari penggunaan jaringan WAN dalam kehidupan sehari-hari:

  • Perusahaan X adalah sebuah perusahaan internasional yang berpusat di Jakarta. Perusahaan X memilki kantor cabang di Jambi, Makassar, Balikpapan, serta di beberapa Negara Asia, seperti Jepang, Malaysia, China, dan Inggris.

Disinilah implementasi dari jaringan WAN berperan sangat penting. Dengan adanya implementasi dari jaringan WAN, maka setiap kantor di berbagai kota dan juga Negara bisa saling terhubung dengan satu server atau komputer induk utama, yang berada di Jakarta.

Komputer induk atau server yang ada di kota Jakarta ini disebut dengan istilah host, yang menyediakan segala bentuk informasi. Seperti database dari perusahaan tersebut, sehingga bisa diakses oleh seluruh kantor yang berada di berabagai kota dan juga Negara.

Impelemtasi Jaringan WAN

Jaringan WAN ini memang sangat cocok untuk digunakan pada sebuah perusahaan multinasional dan juga internasional. Selain itu, jaringan WAN juga cocok untuk diimplementasikan pada pemerintahan. Contohnya adalah WAN pada Samsat, yang membuat setiap orang dapat membayar pajak dan memperpanjang STNK kendaraan mereka dimana saja, tanpa perlu pergi ke SAMSAT penerbit STNK.

Namun sayangnya, penggunaan WAN pada sistem pemerintahan kurang berkembang, sehingga kurang bisa dinikmati, padahal pada dasarnya jaringan WAN seperti ini sangat mempermudah birokrasi dan juga menghemat waktu serta biaya dari masyarakat dan juga para aparat Negara.

Perangkat Keras yang Digunakan pada Jaringan WAN

Sama seperti jaringan MAN, jaringan WAN inijuga membutuhkan perangkat keras penghubung, seperti Bridge remote maupun wireless. Banyak juga yang menempatkan router pada jaringan WAN ini, sehingga dapat lebih mempermudah proses transmisi jaringan.

Dan juga dapat menghemat waktu, terutama apabila menggunaan router dynamic yang dapat memodifikasi sendiri tabel routingnya ketika ada jaringan baru yang bertambah atau dihilangkan dari sistem.

Kelebihan dan Kekurangan dari Jaringan WAN

Pada dasarnya, penggunaan jaringan WAN memiliki kelebihan, sekaligus kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan juga kekurangan dari jaringan WAN:

  1. Jaringan WAN hemat, sekaligus memakan banyak biaya

Hemat, karena jaringan WAN cukup membutuhkan satu server saja sebagai host, sehingga tidak perlu menyiapkan server untuk setiap kantor di berbagai kota. Namun demikian, pembuatan satu jaringan WAN membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tidak hanya dari perangkat yang dibutuhkan, perijinan pembuatan jaringan dan biaya satelit dan lainnya juga harus diperhitungkan dalam pembuatan jaringan WAN.

  1. Jaringan WAN cukup rumit untuk diimplementasikan

Jaringan WAN membutuhkan banyak sekali parameter, mulai dari perangkat keras yang digunakan, metode transmisi, hingga bagaimana cara mentransmisikan data. Konsep jaringan yang sangat luas akan sangat merepotkan apabila terjdi gangguan. Misalnya jaringan WAN yang menggunakan kabel di bawah laut, tentu saja instalasinya sangat rumit dan apabila mengalami kerusakan akan sulit untuk diperbaiki.

  1. Akses informasi menjadi mudah

Askes informasi, seperti penerapan sistem informasi manajemen menjadi lebih mudah, karena setiap kantor cabang akan memiliki informasi yang sama seperti apa yang ada pada kantor pusat.

  1. Mengurangi terjadinya misskomunikasi

Dengan sumber host alias pusat informasi yang sama, maka kemungkinan untuk terjadinya miskomunikasi akan menjadi berkurang

You may also like