4 Macam Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Dalam mengelola jaringan, biasanya administrator jaringan mengandalkan sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan (Network Operating System) adalah jenis sistem operasi komputer yang ditujukan untuk menangani sebuah jaringan komputer. Umumnya, sistem operasi ini terdiri dari banyak layanan yang ditujukan untuk melayani pengguna jaringan komputer, contohnya seperti layanan berbagi berkas (file sharing), layanan berbagi alat pencetak (printer sharing), DNS (Domain Name Server), HTTP, dan lainnya.

ads

Adapaun fungsi dari sistem operasi jaringan adalah sebagai berikut:

  • Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya di dalam sebuah jaringan
  • Mengelola sumber daya jaringan
  • Menyediakan layanan untuk pengguna jaringan
  • Menyediakan keamanan jaringan bagi pengguna
  • Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnya
  • Memantau fungsi dari setiap elemen jaringan
  • Distribusi program dan update software ke client
  • Menggunakan kemampuan server secara efisien
  • Menyediakan tolerasi kesalahan

Saat ini, beberapa perusahaan menggunakan sistem operasi jaringan dalam operasionalnya. Baik yang berbasis CLI (Command Line Interface atau teks) ataupun yang berbasis GUI (Graphical User Interface). Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai macam-macam sistem operasi jaringan berbasis GUI. Seperti apa? Berikut ini ulasannya

1. RedHat Linux 

Redhat Linux adalah sistem operasi jaringan berbasis GUI yang paling banyak digunakan. Dengan mahalnya software dan sistem operasi Microsoft Windows, mendorong banyak pemakai komputer baik instansi, perusahaan maupun perkantoran untuk beralih ke Linux. Redhat merupakan suatu perusahaan yang mengembangkan sistem operasi open source yang sudah lama mengembangkan Linux. OS satu ini juga menjadi standar atau dasar pengembangan berbagai distro Linux lainnya, termasuk Mandrake-Linux, ASP-Linux dan lainnya.

Nama Red Hat sendiri adalah salah satu nama perusahaan terbesar dan dikenal akan dedikasinya terhadap perangkat lunak sumber bebas (oper source). Red Hat didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat.

Sejarahnya dimulai pada tahun 1993. Ketika itu, Bob Young mendirikan ACC Corporation, bisnis katalog yang menjual aksesori perangkat lunak Linux dan UNIX. Pada tahun 1994, Marc Ewing membuat distribusi Linux sendiri, yang dia namai Red Hat Linux. Ewing merilisnya pada Oktober tahun tersebut, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995, dan keduanya bergabung menjadi Red Hat Software, dimana Young menjabat sebagai CEO.

Red Hat bisa dioperasikan dengan mode DHCP server. Adapun untuk mengatur DHCP pada RedHat, Anda membutuhkan file yang bernama “dhcpd.conf”. Untuk mendapatkan file ini, bisa Anda copy dari CD ke-2 RedHat atau kita bisa buat sendiri. Cara membuatnya adalah dengan perintah “touch” dan diletakkan pada direktori “/etc/dhcpd”.


Sebelum menggunakan OS ini, alangkah baiknya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan Linux Redhat. Adapun kelebihan dari Redhat Linux adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mengubah alamat IP menjadi domain pada situs web.
  2. Domain tersebt juga bisa digunakan sebagai virtual host dalam dunia maya.
  3. Nama domain lebih mudah diingat ketimbang IP Address.

Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut:

  1. Membutuhkan waktu yang lama untuk mengkonfigurasi jaringan menggunakan OS ini.
  2. Jika koneksi pengguna terputus, maka nama domain tidak dapat diakses lagi.

Jenis Redhat yang masih banyak digunakan oleh masyarakat saat ini adalah Redhat 9. Redhat 9 merupakan pengembangan dari versi Redhat sebelumnya yaitu versi 8, versi 7 dan versi-versi sebelumnya.

Pada awal perkembangannya, Redhat Linux dapat berjalan pada mesin komputer ISA, EISA, VESA Local Bus, atau PCI 80836/80486, dengan spesifikasi perangkat keras pada saat itu yang masih sangat minim. OS Linux sendiri sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang berat. Namun perkembangan hardware atau perangkat keras, tidak menjadikan Linux sebagai sistem operasi yang ketinggalan zaman.

Dengan konsep distribusi open source, para pengembang Linux terus mengembangkan sistem operasi ini agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Prosesor : Pentium I 200 (untuk mode text) atau Pentium II 400 (untuk mode grafik). Yang direkomendasikan adalah jenis Pentium III 600 MB ke atas.
  • Harddisk : 475 MB (Untuk custom installation); 850 MB (Untuk Server); 1,7 GB (Untuk Personal Desktop); 2,1 GB (Untuk Workstation). Yang direkomendasikan adalah 10 GB ke atas.
  • RAM: 64 MB (untuk mode text); 128 MB (Untuk mode grafik); Yang direkomendasikan adalah 192 MB

2. Windows Server 2003

Windows Server 2003 merupakan salah satu versi dari sistem operasi Microsoft Windows yang ditujukan untuk server-server yang digunakan oleh perusahaan. Nomor versi internalnya sendiri adalah Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya, OS ini dikenal dengan nama .NET Server, Windows .NET Server, Windows XP Server, atau Whistler Server. Sistem operasi ini merupakan kelanjutan dari sistem Windows 2000 Server yang juga digunakan sebagia sistem operasi server.

Windows Server 2003 memiliki nama kode “Whistler Server” yang mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation. Proyek itu dulu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft hendak mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus, yaitu Whistler Server dan Whistler Workstation. Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya. Karena jadwal pengembangannya yang ketat, pada awalnya hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk yang kita kenal saat ini sebagai Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.

Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yang memiliki fitur-fitur unggulan yang berbeda di tiap produknya. Produk-produk tersebut adalah sebagai berikut:

  • Windows Server 2003 Standard Edition
  • Windows Server 2003 Enterprise Edition
  • Windows Server 2003 Datacenter Edition
  • Windows Server 2003 Web Edition
  • Windows Small Business Server 2003
  • Windows Storage Server 2003

Pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan Windows Server telah kami bahas pada artikel terpisah di situs ini. Anda bisa membacanya melalui link yang telah kami berikan.

3. LAN Manager

LAN Manager adalah sebuah sistem operasi jaringan berbasis GUI yang dikembangkan oleh Microsoft bersama dengan 3Com Corporation. LAN Manager dibuat sebagai penerus perangkat lunak server jaringan 3+Share yang bisa beroperasi dengan sistem operasi MS-DOS.

LAN Manager dibuat dengan basis IBM OS/2 dan protokol NetBEUI. Hal tersebut sama seperti OS pendahulunya, yaitu MS-NET untuk MS-DOS dan Xenix-NET untuk Xenix. Selain itu, terdapat juga produk LAN Manager/X (LMX) yang ditujukan untuk sistem operasi UNIX.

Pada tahun 1990, Microsoft meluncurkan LAN Manager 2.0 yang menawarkan banyak kelebihan. Versi terakhir LAN Manager, yaitu versi 2.2, dimasukkan ke dalam OS/2 1.31 yang selanjutnya menjadi sistem operasi server Microsoft. LAN Manager selanjutnya digantikan oleh Windows NT Server pada tahun 1994.

Beberapa vendor yang menjual versi LAN Manager adalah sebagai berikut:

  •  3Com 3+Open
  • HP LAN Manager/X
  • IBM LAN Server
  • Tapestry Torus

4. Novell Netware

Novell Netware merupakan sebuah sistem operasi jaringan yang digunakan di dalam komputer IBM PC. Sistem operasi ini dikembangkan dan dibuat oleh Novell Inc. OS jaringan satu ini berbasis protokol jaringan Xerox XNS. Versi terakhir dari Novell Netware dirilis pada April 2007, yaitu versi 6.5 Support Pack 6, yang identik dengan OES-Netware Kernel Support Pack 2. Novell Netware dulu digunakan sebagai “LAN-Based Network Operating System” atau sistem operasi jaringan berbasis LAN. Novell Netware banyak digunakan pada awal sampai pertengahan tahun 1990-an sebelum tergantikan oleh Open Enterprise Server (OES).

Sekian pembahasan kami kali ini seputar macam-macam sistem operasi jaringan berbasis GUI. Semoga informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk Anda.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Software Jaringan