9 Cara Membuat Brosur Dengan Microsoft Word paling Mudah

Brosur adalah dokumen informatif biasanya di lipat menjadi tiga bagian, untuk membuat brosur para desainer grafis biasanya menggunakan perangkat lunak khusus desain seperti CorelDRAW, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dan macam-macam software grafis lainnya, namun tahukah Anda jika brosur sederhana sebenarnya dapat di buat dengan perangkat lunak Microsoft Word yang notabene merupakan salah satu dari macam-macam software pengolah kata, bahkan jika Anda kreatif Anda dapat membuat brosur yang kompleks dan tak kalah dengan brosur yang di buat dengan perangkat lunak khusus desain.

ads

1. Cara Praktis, Download Template Brosur Dari Situs Resmi Office.com

Untuk menghemat waktu, atau jika Anda sedang kekurangan ide untuk desain brosur yang akan Anda buat, salah satu cara membuat brosur dengan Microsoft Word adalah dengan men-download template di situs https://templates.office.com/en-us/Brochures, Anda akan menemukan beragam template brosur yang mungkin cocok untuk kebutuhan Anda, perhatikan bagian kiri – bawah item template brosur, di sana terdapat teks Word, PowerPoint, Excel dan lain sebagainya (jika ada), pastikan Anda mendownload template brosur dengan teks ‘Word’ pada bagian kiri – bawah item.

Klik item yang ingin Anda download, kemudian klik tombol ‘Download’ pada halaman yang muncul berikutnya, jangan heran jika yang Anda download tidak selalu berekstensi ‘.docx’ (Word Document), terkadang template Word di sediakan dalam format khusus yakni ‘.dotx’ (Word Template).

Proses download tak akan memakan waktu lama karena ukuran file yang sangat kecil, setelah template brosur selesai di download, double – click file tersebut untuk mengeditnya dengan Microsoft Word, Anda hanya tinggal mengubah konten yang ada dalam brosur sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya mengganti teks, gambar, warna, tema dan lain sebagainya (bila diperlukan).

2. Buka Microsoft Word kemudian buat dokumen kosong (blank document), 

Cara membuat brosur dengan Microsoft Word lainnya adalah dengan membuatnya secara manual, langkah ini di lakukan apabila tidak ada template yang sesuai untuk kebutuhan Anda atau Anda memang lebih senang berkreasi tanpa terpaku pada template, buka Microsoft Word kemudian buat dokumen kosong (blank document), akan lebih baik jika sebelumnya Anda sudah memiliki konsep brosur yang akan di buat, misalnya Anda buat sketsa (tata letak dan desain) pada kertas terlebih dahulu.

3. Mulai dengan menentukan tata letak (layout) brosur.

Sebuah brosur biasanya di buat pada kertas dengan orientasi mendatar, jadi mulailah dengan mengklik tab ‘Layout’ -> ‘Orientation’ -> ‘Landscape’, masih pada tab ‘Layout’ silahkan klik ‘Columns’ -> ‘Three’ agar konten dokumen dapat menjadi tiga kolom, ingat bahwa brosur umumnya di lipat menjadi tiga bagian (kiri – tengah – kanan) yang artinya konten dokumen di bagi menjadi tiga kolom.

Atur juga ukuran kertas yang akan Anda gunakan untuk mencetak brosur pada item ‘Size’ (biasanya A4), mengatur margin pada halaman kertas juga perlu, silahkan klik item ‘Margins’ kemudian atur margin (kiri, kanan, atas, bawah) sesuai dengan kebutuhan, biasanya Saya menggunakan margin kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 1 cm (atau lebih kecil dari itu) agar bagian kosong pada halaman kertas lebih optimal untuk konten.

4. Masukkan (insert) elemen untuk konten.

Masuk ke tab ‘Insert’, masukkan elemen yang di butuhkan pada brosur yang akan Anda buat, elemen untuk konten brosur yang cocok antara lain, ‘Shapes’ untuk memasukkan berbagai bentuk / simbol, mungkin juga ‘Table’ untuk membuat tabel tertentu jika Anda membutuhkannya, tambahkan garis sebagai pembatas antar sub – konten dengan cara membuat garis di Microsoft Word


Anda juga dapat mengklik item ‘Pictures’ untuk memasukkan gambar / foto yang ada pada hard drive, Microsoft Word mendukung gambar vektor seperti ‘.eps’ namun jika Anda sudah mengetahui perbedaan bitmap dan vektor Saya sarankan untuk menggunakan gambar bitmap saja seperti ‘.png’ atau ‘.jpg’.

Jika Anda bermaksud menambahkan teks, Saya sarankan untuk menggunakan ‘Text Box’, Anda dapat menggunakan built-in ‘Text Box’ kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan atau Anda dapat membuat blank ‘Text Box’ (kotak teks kosong) kemudian mengkostumasinya sesuai selera, dengan menggunakan ‘Text Box’ Anda dapat dengan leluasa mengubah ukuran serta memindahkan dengan menyeretnya, masih pada tab ‘Insert’, menambahkan beberapa teks dengan ‘WordArt’ juga ide yang bagus.

5. Selesai dengan tata letak (layout) dan konten, lanjut ke desain (design).

Masuk ke tab ‘Design’, klik item ‘Themes’ untuk menerapkan tema brosur yang ingin Anda buat, Microsoft menyediakan berbagai tema yang dapat Anda pilih sesuai selera dan sesuai dengan tujuan dari brosur yang akan Anda buat, jika Anda merasa semua tema yang di sajikan tidak cocok dengan selera Anda, kostumasi sendiri dengan mengakses item ‘Colors’ -> ‘Costumize Colors’ serta item ‘Fonts’ -> ‘Costumize Colors’.

Mengubah warna halaman (‘Page Color’) juga ide yang bagus untuk memberi kesan yang berbeda pada desain brosur, Anda juga dapat menambahkan ‘Page Border’ yang dapat Anda kostumasi sendiri.

6. Kostumasi elemen gambar pada brosur Anda, agar lebih menarik.

Klik pada salah satu elemen gambar pada brosur Anda, kemudian klik tab ‘Format’, Anda dapat mengkostumasi gambar yang Anda masukkan ke brosur, misalnya menyesuaikan ‘Color Saturation’, ‘Color Tone’, atau ‘Recolor’ (mengubah warna gambar), Anda juga dapat mengoreksi ketajaman dan kecerahan gambar pada ‘Corrections’.

Jika Anda suka, berikan juga beberapa ‘style’ pada gambar di brosur Anda seperti memberikan ‘Frame’, ‘Shadow’ dan masih banyak lagi yang tersedia, menambahkan efek ‘3-D Rotation’, ‘Bevel’, ‘Soft Edges, ‘Glow’, ‘Reflection’ dan lain sebagainya juga merupakan ide yang bagus agar gambar pada brosur Anda lebih variatif.

7. Kostumasi elemen teks pada brosur Anda.

Untuk membuat elemen teks pada brosur lebih menarik, jangan biarkan teks seadanya, Anda dapat mengkostumasi teks (bukan elemen teks box) pada tab ‘Home’, ubah jenis font, ukuran font, format font (tebal, bergaris bawah, di cetak miring, dan lain sebagainya), Anda juga dapat menggunakan ‘Styles’ yang tersedia untuk tampilan yang lebih menarik.

Tak hanya itu, untuk elemen ‘Text Box’, jika Anda klik maka akan muncul tab ‘Format’, masuk ke tab ‘Format’ kemudian kostumasi text box yang ada pada brosur Anda seperti ‘Shape Style’ (variasi gaya dari bentuk text box), ‘WordArt Styles’ dan masih banyak lagi.

8. Bila perlu, tambahkan halaman kosong (blank page) untuk menambahkan halaman belakang.

Brosur biasanya di cetak bolak – balik (depan – belakang), untuk itu Anda mungkin perlu membuat halaman kosong melalui tab ‘Insert’ -> ‘Blank Page’, kemudian mengulangi langkah 3 sampai 7 bila di perlukan untuk membuat halaman belakang brosur, abaikan langkah ini jika Anda berencana membuat brosur dalam satu halaman saja.

9. Simpan dalam dua format, ‘.docx’ dan ‘.pdf’

Langkah ini tidak wajib namun sangat Saya sarankan, untuk brosur siap cetak Saya biasanya menyimpannya ke dalam format .pdf untuk tujuan (salah satunya) menghindari pengeditan dan alasan lain di antaranya konsistensi warna dan kemudahan serta kompatibilitas dalam proses pencetakan (apabila brosur di cetak melalui komputer lain dengan environment yang berbeda, misalnya di komputer tersebut menggunakan versi Word yang berbeda atau font yang di gunakan pada brosur tidak tersedia).

Sedangkan file brosur yang di simpan dalam format / ekstensi ‘.docx’ di maksudkan untuk backup sehingga akan mudah apabila di kemudian hari di perlukan perubahan atas informasi yang ada di dalamnya.

Demikian pembahasan mengenai cara membuat brosur dengan Microsoft Word, ternyata dengan kreatifitas Anda dapat memperluas fungsi software pengolah kata untuk berbagai kebutuhan termasuk kebutuhan grafis, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan, selamat berkreasi dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

, , ,
Oleh :
Kategori : Office