Home » Hardware » Harddisk » 9 Penyebab Hardisk Tidak Terbaca di Komputer dan Laptop

9 Penyebab Hardisk Tidak Terbaca di Komputer dan Laptop

by Elang Hendy Subrata

Hardisk merupakan salah satu komponen komputer yang sangat penting. Fungsi hardisk sendiri adalah sebagai media penyimpanan berbagai macam file di dalam komputer. Selain itu, fungsi lainnya adalah dapat digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi dan softaware yang ada di dalam komputer maupun laptop.

Dengan fungsinya yang sangat vital tersebut, tentu saja kita sebagai pengguna komputer harus memerhatikan hardisk yang ada di dalam komputer dan juga laptop, khususnya dalam kapasitas memorinya. Biasanya kita lebih sering khawatir dengan ukuran memori pada hardisk yang semkain lama semakin penuh. Padalah solusi untuk masalah tersebut sudah ada dengan menghapus file-file atau software yang tidak digunakan lagi atau menggunakan hardisk eksternal sebagai cadangan.

Masalah yang bikin kesal lainnya adalah hardisk tidak terbaca di dalam komputer atau laptop kita, tentunya hal ini jauh lebih mengesalkan apalagi kita terburu-buru membutuhkan file di dalam hardisk tersebut. Jika hal ini pernah menimpa dirimu, kamu harus melihat dulu apa penyebab hardisk tidak terbaca di komputer dan laptop berikut ini.

1. Usia Hardisk

Jika komputer atau laptop yang kamu gunakan sudah lebih dari lima tahun, maka beberapa hardware yang digunakan pun akan mulai mengalami masalah karena faktor usia.  Hal ini berlaku juga dengan perangkat elektronik lainnya, termasuk juga pada hardisk.

2. Komputer mati mendadak

Apakah pernah mengalami mati listrik saat kamu menggunakan komputer? Perlu kamu ketahui bahwa ketika perangkat komputer mati secara mendadak, hal ini dapat merusak perlangkat keras yang ada di dalamnnya. Maka dari itu, fungsi stabilizer sendiri adalah untuk memberikan waktu pada perangkat komputer agar dapat menyala sementara sehingga komputer dapat dimatikan secara normal.

3. Mematikan komputer atau laptop secara paksa

Pernahkah kamu mematikan komputer atau laptop secara paksa? Perlu kamu ketahui juga jika mematikan perangkat komputer secara paksa juga sama halnya dengan kasus di poin kedua. Jika hanya sekali-kali saja, kamu tidak langsung merasakan kerusakannya. Akan tetapi jika kamu melakukannya terlalu sering, maka tidaklah mengherankan ada bagian hardware yang mengalami kerusakan, termasuk hardisk.

4. Komputer atau laptop pernah terjatuh

Sudah bukan rahasia lagi jika ada sebuah barang elektronik yang pernah terjatuh akan mengalami kerusakan. Tingkat kerusakannya sendiri tergantung kualitas barang dan seberapa parah terjatuhnya. Jika komputer atau laptop sempat terjatuh, maka bisa dipastikan ada bagian hardware yang mengalami kerusakan, termasuk hardisk.

5. Hardisk jarang dilakukan defragment

Salah satu hardisk mudah mengalami kerusakan adalah jarangnya dilakukan defragment pada hardisk. Padahal tujuan dari defragment sendiri adalah untuk mengurangi keberadaan bad sector pada hardisk. Jika hardisk sangat jarang dilakukan defragment maka bad sector pada hardisk akan sangat banyak. Dengan begitu kinerja pada hardisk pun tidak akan maksimal.

6. Terjadinya kerusakan file

Pada saat kamu melakukan pemindahan file dari Drive satu ke Drive lainnya, usahakan jangan sampai terjadi mati listrik atau cabut secara paksa pada hardisk eksternal. Sebab proses perpindahan file yang tidak selesai menyebabkan kerusakan pada file atau istilahnya adalah terjadi crash file. Oleh sebab itu, jika kamu ingin memindahkan file yang besar ke dalam hardisk eksternal, akan lebih baik komputer menggunakan stabilizer seperti yang sudah disampaikan pada poin sebelumnya.

7. Virus Komputer

Hal yang paling menyebalkan ketika terjadi masalah pada komputer atau laptop adalah serangan virus komputer. Tidak hanya menghambat kinerja dari komputer atau laptop saja, tetapi hal ini juga dapat merusak hardware yang ada di dalam komputer dan juga laptop. Salah satunya adalah dapat merusak hardisk.

8. Perbedaan tegangan listrik yang digunakan

Perlu kamu ketahui bahwa setiap tempat memiliki perbedaan tegangan listrik yang digunakan. Oleh sebab itu, ketika kamu akan menggunakan komputer cek terlebih dahulu berapa tegangan listrik yang dipakai di rumahmu. Standarnya, untuk dapat menghidupkan satu buah komputer saja dalam satu rumah minimal tegangan listrik yang digunakan adalah 1300 VA. Jika rumahmu tegangan listriknya kurang dari 1300 VA, akan sangat riskan dalam menggunakan komputer. Hal ini juga akan sama dengan poin kedua, terjadinya mati listrik secara tiba-tiba.

9. Memori pada hardisk terlalu penuh

Salah satu kebiasaan buruk sebagian orang adalah memasukan file ke dalam hardisk yang sudah hampir penuh. Padahal tindakan tersebut malah akan merusak sistem yang ada di dalam hardisk. Sebaiknya kamu menghilangkan beberapa file atau uninstal software dan aplikasi yang ada di dalam hardisk. Jika memang banyak file yang dbutuhkan, lebih baik pindahkan ke hardisk eksternal.

Itulah penyebab hardisk tidak terbaca di komputer atau laptop. Jika ditarik kesimpulan kita dapat mengetahui bahwa sebagian besar penyebab hardisk tidak terbaca adalah kesalahan dari pengguna sendiri. Oleh karena itu, jika kita menginginkan hardware yang awet hingga bertahun-tahun, rawatlah hardware yang kita punya. Semoga artikel ini dapat memberikan pembelajaran untuk kia semua.

You may also like