Home » Hardware » Baterai » 5 Penyebab Laptop Mati Saat Cas Dicabut yang tidak disadari

5 Penyebab Laptop Mati Saat Cas Dicabut yang tidak disadari

by Elang Hendy Subrata

Pernahkah kamu mengalami laptop mati setelah dicas? Padahal indikator baterai pada sudha menunjukan 100% dan setelah charger di cabut, laptop langsung mati. Hal tersebut tentunya sangat menjengkelkan sebab bisa dikatakan baterai tidak berfungsi sama sekali.

Awalnya pasti kita berpikir laptop mati karena baterai laptop sudah menurun, namun, apakah hal tersebut hanya satu-satunya masalah utama? sebelum berkesimpulan seperti itu, ada baiknya kamu simak beberapa penyebab umum laptop mati setelah dicas berikut ini.

1. Menggunakan baterai dengan kualitas rendah

Sama halnya dengan baterai pada smartphone, ponsel, ataupun barang elektronik lainnya. Kualitas baterai dapat terlihat saat perangkat elektronik digunakan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Jika baterai pada laptop langsung drop setelah dilakukan pemakaian normal selama berbulan-bulan dan kamu jadi sering melakukan cas, maka bisa dipastikan, kualitas baterai termasuk rendah. Baterai dengan kualitas tinggi akan mengalami penurunan secara bertahap saat pemakaian normal sekalipun. Oleh karena itu, saat baterai dicas, daya listrik langsung mengalir pada komponen komputer dan tidak mengisi daya pada laptop.

Untuk mengatasi hal tersebut, solusinya cukup mudah, yakni mengganti baterainya. Kamu bisa membeli baterai laptop baru yang biasanya dijual di berbagai toko khusus komputer. Pastikan kamu tidak membeli baterai second. Jika kamu membeli baterai second, kualitasnya tidak sebaik baterai lama milikmu.

2. Masalah pada controller

Saat kamu melihat indikator baterai elah memperlihatkan keterangan baterai, hal tersebut bukan jaminan keadaan baterai yang sebenarnya. Ada dua kemungkinan presentase baterai menunjukan hal tersebut. Pertama adalah terdapat masalah pada bagian controller. Controller yang mengalami kerusakan memberikan keterangan “palsu” mengenai presentase baterai. Kemungkinan kedua, baterai tidak dapat melakukan presisi terhadap sensornya.

Untuk masalah pada controller ini, sebaiknya kamu periksakan laptop ke tempat servis kepercayaan milikmu. Sebab, masalah ini sudah memasuki bagian dalam pada laptop dan perlu orang yang lebih ahli untuk menanganinya.

3. Umur baterai yang sudah menurun

Baterai juga memiliki umur. Semakin sering laptop digunakan, maka semakin menurun produktivitasnya. Begitu juga dengan baterai pada laptop. Akan tetapi, seperti pada poin sebelumnya bahwa baterai yang berkualitas baik, jangka waktunya jauh lebih lama dibandingkan baterai yang berkualitas rendah. Setelah baterai sudah mencapai batasnya, maka baterai sudah tidak bisa menampung daya listrik kembali. Maka dari itu, tidaklah mengherankan bila cas dicabut, maka daya listrik pun akan terputus.

Jika kulaitas baterai laptop masih bagus, kamu bisa mencoba pelajari cara memperbaiki baterai laptop agar bisa dioptmalkan kembali. Jika baterai laptop bisa digunakan kembali, kamu juga sebaiknya pelajari cara memperpanjang umur baterai laptop dan juga cara menghemat baterai laptop agar baterainya masih bisa digunakan beberapa waktu lagi.

4. Sering melakukan overcharger

Apa yang akan kamu lakukan jika indkator baterai sudah mencapai 100%? Tentunya charger baterai akan dilepas kan? Akan tetapi, tidak semua orang melakukan hal tersebut. Dengan alasan yang beragam, sebagian orang lebih memilih tidak mencabut charger meskipun baterai sudah dalam keadaan 100%. Kebiasaan buruk tersebut membuat baterai laptop mengalami overcharger. Akibat dari overcharger ini membuat baterai mengalami “kebocoran”. Hal tersebut membuat kualitas baterai dalam menjaga daya listrik semakin menurun sampai akhirnya baterai rusak.

Pada kasus overchager ini, pastikan dulu apakah baterainya masih bisa digunakan atau memang sebaiknya langsung diganti. Kamu bisa coba gunakan cara memperbaiki baterai laptop yang cepat habis. Jika cara tersebu tidak berhasil, maka sebaiknya gantilah baterai laptop dengan yang baru.

5. Kerusakan pada IC Charger

Pada motherboard terdapat IC charger yang fungsinya sebagai alat kontrol untuk perangkat yang melakukan charging. Pada beberapa alat elektronik seperti smartphone, tablet, kamera digital, bahkan laptop pun memiliki IC Charger ini. Nah, jika IC Charger ini mengalami kerusakan, maka hal tersebut berpengaruh terhadap baterai seperti baterai tidak terisi meskipun dilakukan pengecasan. Hal inilah yang membuat baterai juga ikut mengalami kerusakan.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya kamu bawa laptop ke tempat servis yang terpercaya. Sebab, masalah yyang terjadi pada bagian ini sangat membutuhkan tenaga-tenaga ahli. Jika laptop milikmu masih memiliki garansi, gunakanlah garansi tersebut sebagaimana mestinya.

Bisa kita simpulkan bahwa semua penyebab yang terjadi berasal dari baterai dan beberapa komponen yang berhubungan dengan baterai. Kasusnya sendri hampir mirip dengan penyebab baterai laptop cepat habis padahal masih baru.

Maka dari itu, merawat kualitas baterai sangatlah penting baik itu untuk laptop maupun untuk perangkat elektonik lainnya. Jika kamu merasa membutuhkan laptop untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu, sebaiknya kamu mencoba cari-cari referensi laptop yang sesuai dengan kebutuhanmu sehari-hari. Semoga artikel ini dapat dapat menjadi referensi terbaik untuk Anda.  

You may also like