3 Cara Memperbaiki Harddisk Internal yang Tidak Terbaca dengan mudah

Harddisk adalah salah satu komponen penting di dalam komputer. Disebut penting karena fungsi harddisk pada komputer adalah tempat file-file disimpan di dalam komputer. Tanpa Harddisk, kita akan kesulitan saat menyimpan file yang sudah kita buat maupun menyimpan data-data penting di dalam komputer.

ads

Kerusakan yang umum terjadi pada harddisk internal biasanya karena adanya kerusakan secara fisik, adanya bad sector, dan adanya crash pada file. Penyebab kerusakan harddisk terjadi karena pernah mengalami jatuh atau kebanting baik secara sengaja maupun tidak sengaja, slot pada SS kabelnya rusak karena sering buka cabut secara paksa, port USB yang sudah berkarat atau rusak, dan IC triggernya sudah tidak berfungsi lagi.

Sedangkan kerusakan harddisk yang disebabkan adanya crash file itu terjadi bisa karena saat melakukan proses copy paste file data, Harddisk sudah dicabut, atau pada saat menginstal suatu aplikasi harddisknya bermasalah sehingga menyebabkan kerusakan pada Harddisk Internal.

Untuk ciri-ciri harddisk rusak karena bad sector, jenisnya dibagi menjadi dua:

  • Bad Sector Fisik, hal ini terjadi karena secara fisik beberapa bagian pada harddisk sudah rusak. Rusaknya bisa terjadi karena debu atau benda asing lain yang dapat menyebabkan harddisk rusak secara fisik. Untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti bagian yang rusak tersebut dengan barang yang baru.
  • Soft Bad Sector, berbeda dengan fisik, kerusakan di bagian ini terjadi karena rusaknya bukan karena benda asing melainkan pada ECC (error correcting code). untuk memperbaikinya adalah menggunakan software tertentu yang menangani harddisk.

Nah, setelah kita mengetahui penyebabnya sekarang kita akan belajar cara memperbaikinya. Pada dasarnya, permasalahan ini cara menanggulanginya tidak jauh berbeda dengan cara memperbaiki harddisk eksternal. Berikut adalah 3 cara memperbaiki harddisk internal yang tidak terbaca dengan mudah.

  • Menggunakan Check Disk

Perlu diketahui! Untuk menggunakan metode Check Disk,  lebih baik sambungkan Harddisk sebagai eksternal drive ke komputer yang normal. Berikutnya ikuti langkah-langkah selanjutnya:

  1. Biasanya akan muncul notifikasi kotak dialog yang isinya drive kamu perlu diformat. Jika muncul notifikasi seperti itu, klik “NO. Jangan klik “YES” karena semua data yang ada di dalam Hardisk Internal akan terhapus semuanya
  2. klik “Start” kemudian pilih “My Computer”
  3. Setelah itu, akan muncul harddisk yang sudah kamu colok tadi
  4. Kemudian klik kanan dan klik “Properties”
  5. Nanti akan muncul halaman windows yang menampilkan halaman propertinya, Lalu klik tab “Tools”
  6. Setelah itu pilih “Check Now” yang berada di bawah “Error Checking” untuk dilakukan pemeriksaan eror yang terjadi pada harddisk kamu.
  7. Kemudian Centang pada windows pop-up yang berisis pertanyaan apakah kamu ingin Windows membetulkan error yang ditemukan.
  8. lalu centang juga pada kotak yang isinya “Scan for and attempt recovery of bad sectors”. Kemudian klik “Start”. Apabila Windows memberitahukan jika Harddisk tidak terbaca dan perlu untuk diformat, klik saja “NO”.
  9. Apabila cara-cara yang disebutkan tadi masih gagal, maka cobalah pakai command prompt. Caranya, klik “Start->Run->CMD” atau juga bisa dengan klik “Start->ketik di kotak search->CMD”

  10. Setelah command prompt muncul, ketik nama drive yang rusak tadi dengan cara menambahkan tanda titik dua. Contohnya, jika harddisk yang rusak ada pada drive G, maka ketikan “F” dan Enter. Kalau harddisk itu rusak, maka akan muncul peringatan dengan tulisan “The System Cannot Find The Drive Specified’.
  11. Setelah itu, pada command prompt ketikkan “chkdsk”. Lalu tunggulah beberapa saat sampai proses deteksi erornya selesai. Untuk cepat atau tidaknya proses deteksinya tergantung banyaknya data yang tersimpan pada harddisk. Apabila errornya ditemukan, maka Windows akan menawarkan pilihan untuk memperbaikinya. Ketika muncul pemberitahuan seperti itu, pilih “Yes”.

Setelah semua tahapan selesai, maka Hardisk Internal bisa digunakan kembali.

  • Update Driver

Cara yang kedua adalah dengan mengupdate driver harddisknya. Update driver juga merupakan hal yang penting dalam fungsi dan mekanisme pada kinerja hardwarenya. Untuk tahapan-tahapannya bisa dilihat sebagai berikut:

  1. Pertama masuk ke “Device Manager”.
  2. Cara Klik “Start” lalu sorot kursor pada bagian “Computer”
  3. Setelah itu klik kanan dan pilih “Properties”
  4. Setelah muncul halaman properties, klik “Device Manager”
  5. Jika sudah masuk ke halaman Device manager, lihat bagian “Disk Drive” lalu klik .
  6. Setelah diklik, akan muncul  dua buah harddisk. Pertama adalah yang komputer gunakan dan satu lagi adalah harddisk eksternal.
  7. Klik kanan pada harddisk eksternal dan pilih “Uninstall”
  8. Ketika sudah di uninstall, cabut harddisknya lalu colokan kembali ke komputer.
  9. Tunggulah sampai proses pembacaan driver secara default selesai
  10. Setelah itu klik Update Driver bukan Uninstall.

Setelah mengikuti tahapan ini, harddisk kamu sudah diupdate dan sudah bisa digunakan kembali.


  • Gunakan Software Spinrite

Sebenarnya ada 1 cara lagi untuk memperbaiki harddisk internal yang tidak terbaca, yaitu menggunakan software yang bernama Spinrite, Cara menggunakan apalikasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Silakan instal dulu aplikasi Spinritenya ke komputer
  2. Setelah diinstal, pilih “Create ISO or Image File”. Perlu diingat. menu ini hanya untuk yang ingin menggunakan CD untuk memperbaiki hardisknya. Oleh sebab itu kamu juga harus menyiapkan CD terlebih dahulu.
  3. Setelah file ISO sudah jadi, silakan burning ke CD menggunakan aplikasi burning seperti Nero, Daemon tools, aatau aplikasi semacamnya.
  4. Jika ingin menggunakan flashdisk, pilih “Install Spinrite on Drive”.
  5. Setelah itu tahan tombol huruf di keyboard yang sesuai dengan letaj huruf drive flashdisk. Jadi, jika huruf drive flashdisk adalah “F”, maka tahan huruf “F” pada keyboard.
  6. Kemudian, tekan instal Bootable Spinrite dan tunggu sampai proses selesai
  7. Setelah itu restrat komputermu.
  8. Lalu, masuk ke halaman BIOS dulu. Cara masuk ke BIOS pada umumnya adalah tekan tombol “Delete/DEL”.
  9. Setelah masuk ke halaman BIOS, pilih menu boot lalu ke menu “Booting Deces”dan sesuaikan dengan alat yang kamu pakai tadi. Kalau menggunakan CD, masukan ke CD-ROM. Jika menggunakan flashdisk, silakan pilih USB Drivenya.
  10. Jika kamu gunakan flashdisk, pilih menu Hardisk Priority yang letaknya dibawah Booting Device.
  11. Apabila sudah, langsung ke “Exit Bios & Saving” atau tekan “F10” dan pilih “Yes” untuk save.

Setelah kembali proses booting, maka harddisk internalnya akan kembali normal.

Itulah 3 cara memperbaiki harddisk internal yang tidak terbaca dengan mudah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semua.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Harddisk