Home » Kuliah IT » Pemrograman » 4 Tingkatan Bahasa Pemrograman Beserta Contohnya

4 Tingkatan Bahasa Pemrograman Beserta Contohnya

by Dadan Abdullah, S.Kom.
by Dadan Abdullah, S.Kom.

Bahasa pemrograman ( di kenal juga dengan istilah “bahasa komputer” atau “bahasa pemrograman komputer” ) merupakan sebuah instruksi atau sekumpulan instruksi yang di gunakan untuk memerintahkan komputer dalam melakukan suatu pekerjaan ( proses ), seorang programmer ( orang yang membuat suatu program/aplikasi/perangkat lunak dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman ) dapat menentukan secara presisi data yang akan di olah oleh komputer, cara data di simpan atau di teruskan, dan langkah apa yang harus di lakukan oleh komputer dalam berbagai situasi.

Baca juga :

Bahasa pemrograman, menjembatani bahasa manusia atau bahasa yang dapat di fahami oleh manusia dengan bahasa mesin atau bahasa yang dapat di fahami oleh komputer, bahasa pemrograman haruslah di fahami oleh programmer ( manusia ) dalam menyusun instruksi yang di butuhkan serta harus pula di mengerti oleh komputer dalam menjalankan instruksi yang di berikan, beragam bahasa pemrograman banyak bermunculan dan di gunakan oleh para programmer dalam pengembangan perangkat lunak, namun tahukan Anda bahwa ternyata bahasa pemrograman terbagi ke dalam tingkatan-tingkatan tertentu? mari kita bahas bersama.

Semakin mendekati bahasa manusia (bahasa inggris), maka tingkatan bahasa pemrograman tersebut semakin tinggi, sebaliknya semakin mendekati bahasa mesin maka tingkatan bahasa pemrograman tersebut semakin rendah.

Generasi bahasa pemrograman

Jika Anda seorang programmer atau seorang pelajar/mahasiswa yang tengah mempelajari suatu bahasa pemrograman, tentu Anda akan menemukan bahasa pemrograman yang mirip sekali dengan bahasa manusia ( bahasa inggris ) seperti bahasa pemrograman favorit Saya Visual Basic ( .NET ) atau PHP ( walaupun masih banyak melibatkan simbol / karakter khusus ) yang relatif mudah untuk di gunakan ( di hafal dan di fahami strukturnya ) serta mengadopsi prinsip berorientasi obyek, namun bahasa tersebut tidak serta-merta muncul, bahasa pemrograman berkembang hingga kini menginjak generasi ke-5, berikut uraiannya.

  • Generasi ke-1: machine language (bahasa mesin)

Pemrograman dengan bahasa mesin nampaknya sudah jarang di gunakan pada era sekarang untuk membuat suatu perangkat lunak, adapun penggunaannya saat ini mungkin akan sangat terbatas misalnya di lingkungan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, betapa tidak, bahasa mesin dapat di katakan sebagai “bahasa komputer asli” yang hanya terdiri dari karakter “0” ( nol ) dan “1” ( satu ) saja, juga di kenal dengan sebutan “bahasa biner”.

  • Generasi ke-2: assembly language

Pemrograman dengan bahasa pemrograman assembly ( rakitan ) merupakan generasi ke dua setelah generasi bahasa mesin, bahasa pemrograman assembly memiliki keyword yang lebih kompleks dari pada bahasa mesin yang hanya berisi karakter “0” dan “1” saja sehingga relatif lebih mudah di mengerti oleh programmer. Assembler adalah nama bahasa pemrograman ( nama produk ) pada generasi ini.

Kode – kode pada bahasa pemrograman assembly cenderung berupa singkatan yang di kenal dengan sebutan kode mnemonic seperti MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dan lain sebagainya. Kode – kode tersebut mungkin sedikit – banyak mirip dengan kode Terminal ( pada sistem operasi Linux ) atau kode Command Prompt ( pada sistem operasi Windows ), misalnya “mkdir” (make directory, untuk membuat folder baru) namun hal tersebut merupakan kode yang berbeda walaupun sama – sama cenderung mudah di ingat di bandingkan dengan bahasa biner.

  • Generasi ke-3: procedural programming

Pada generasi ini mulai muncul bahasa pemrograman prosedural yang mengadopsi bahasa yang mirip dengan bahasa manusia namun masih mencampurkan unsur simbol/karakter khusus seperti {, }, ?, <<, >>, &&, ||, ; dan lain sebagainya, kemudian pada generasi ini juga mulai di kembangkan otomatisasi pengkodean agar programmer fokus pada fungsi utama program yang di kembangkan, unsur simbol / karakter khusus pun mulai di kurangi bahkan pada beberapa bahasa pemrograman telah di hilangkan.

  • Generasi ke-4: 4 GL ( fourth-generation language )

Generasi ke – 4 adalah generasi bahasa query terstruktur ( SQL, Structured Query Language ), SQL sebenarnya merupakan bahasa pemrograman namun penerapannya saat ini lebih banyak pada basis data ( database ) misalnya MySQL, Oracle Database, SQL Server, PostgreSQL, SQLite dan masih banyak lagi.

Pada bidang pemrograman, SQL umumnya di gunakan sebagai bahasa sekunder dengan library built – in atau terpisah, query yang di sematkan dalam kode suatu bahasa pemrograman tujuannya adalah untuk mendefinisikan basis data dan memanipulasi basis data, di kenal dengan DDL ( Data Definition Language ) dan DML ( Data Manipulation Language ).

  • Generasi ke-5: Programming Language Based Object Oriented & Web Development

Generasi bahasa pemrograman yang ke lima lebih menekankan pada aspek efisiensi dan penggunaan kembali ( re-use-able ) modul – modul yang di buat dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi tertentu, generasi ke – 5 ini juga di kenal dengan nama “intellegent programming” ( pemrograman kecerdasan ) yang menekankan aspek otomatisasi dalam setiap prosesnya.

Tingkatan bahasa pemrograman

Pengklasifikasian bahasa pemrograman ke dalam tingkatan tertentu sebenarnya tidak baku, beberapa sumber mungkin menyatakan tingkatan yang berbeda seperti bahasa pemrograman tingkat rendah, bahasa pemrograman tingkat menengah, dan bahasa pemrograman tingkat tinggi, sumber lain juga menyatukan bahasa pemrograman tingkat menengah dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi sehingga hanya ada bahasa pemrograman tingkat rendah dan bahasa pemrograman tingkat tinggi saja.

Baca juga :

Sumber lain menyatakan ada tingkatan yang lebih tinggi dari bahasa pemrograman tingkat tinggi, di sebut dengan bahasa pemrograman tingkat sangat tinggi (very-high), ada juga yang menyebutnya pemrograman berorientasi obyek ( PBO ) atau pemrograman visual, oleh karena itu pengklasifikasian bahasa pemrograman tidak bersifat mengikat, suatu bahasa pemrograman dapat di kategorikan sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah, tingkat tinggi, atau tingkat sangat tinggi ( PBO / Visual ).

Baca juga :

1. Bahasa pemrograman tingkat rendah

Bahasa mesin atau kode mesin merupakan satu-satunya bahasa yang bisa di olah komputer secara langsung tanpa transformasi sebelumnya (kompilasi). Saat ini, programmer hampir tidak pernah menulis program secara langsung dalam kode mesin, karena memerlukan perhatian pada banyak detail yang di tangani oleh bahasa tingkat tinggi secara otomatis.

Contoh fungsi dalam representasi heksadesimal kode mesin 32-bit x86 untuk menghitung angka Fibonacci ke-n:

8B542408     83FA0077     06B80000     0000C383
FA027706     B8010000     00C353BB     01000000
B9010000     008D0419     83FA0376     078BD989
C14AEBF1     5BC3

Baca juga :

Contoh bahasa pemrograman tingkat rendah :

  • Bahasa mesin (machine language)

Pada jaman bahasa pemrograman masih tergolong tingkat rendah, kompleksitas instruksi masih sangat terbatas sehingga belum ada “nama” bahasa pemrograman yang resmi, seorang programmer menulis “kode mesin” dengan instruksi berupa biner atau di kodekan kembali dengan bentuk yang lebih mudah di baca seperti desimal, oktal, atau heksadesimal yang di terjemahkan oleh program yang di sebut “loader”. Anda dapat menemukan contoh menarik dan interaktif mengenai bahasa mesin di situs web edukasi https://chortle.ccsu.edu/java5/Notes/chap04/ch04_4.html.

2. Bahasa pemrograman tingkat menengah

Bahasa tingkat menengah memberikan satu tingkat abstraksi di atas kode mesin. Bahasa assembly memiliki sedikit semantik atau spesifikasi formal, karena hanya pemetaan simbol yang dapat di baca manusia. Biasanya, satu instruksi mesin di wakili sebagai satu baris kode assembly. Assembler menghasilkan file objek yang bisa dihubungkan dengan file objek lain atau dimuat sendiri.

Contoh bahasa pemrograman tingkat menengah :

  • Assembler
  • Microsoft Macro Assembler (MASM)

Beberapa sumber mengelompokkan assembly sebagai bahasa pemrograman tingkat rendah karena assembly mengonversi bahasa pemrograman ke bahasa mesin tanpa compiler atau interpreter melainkan hanya loader saja, namun karena kita fokus pada pengklasifikasian bahasa pemrograman berdasarkan “kedekatan” bahasanya dengan bahasa yang dapat di mengerti manusia (bahasa inggris), maka di sini Saya akan menempatkan assembly sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah.

Baca juga :

Contoh fungsi untuk menghitung angka Fibonacci ke-n dengan bahasa assembly:

fib:
    mov edx, [esp+8]
    cmp edx, 0
    ja @f
    mov eax, 0
    ret
    
    @@:
    cmp edx, 2
    ja @f
    mov eax, 1
    ret
    
    @@:
    push ebx
    mov ebx, 1
    mov ecx, 1
    
    @@:
        lea eax, [ebx+ecx]
        cmp edx, 3
        jbe @f
        mov ebx, ecx
        mov ecx, eax
        dec edx
    jmp @b
    
    @@:
    pop ebx
    ret

3. Bahasa pemrograman tingkat tinggi

Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) muncul pada generasi ke-3 bahasa pemrograman, saat ini bahasa pemrograman generasi ke – 5 tetap di kategorikan bahasa pemrograman tingkat tinggi meskipun sudah berkembang sangat jauh dari bahasa pemrograman tingkat tinggi semula.

Perkembangan tersebut meliputi pemrograman berorientasi obyek, pemrograman berbasis web ( di kembangkan dengan konsep cloud ), pemrograman basis data, dan masih banyak lagi termasuk pemrograman perangkat mobile yang saat ini marak di gunakan dan manpaknya akan atau tengah menjadi trend perangkat lunak.

Contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi :

  • C++ (Turbo C++)
  • Visual Basic (non – .NET)
  • PHP (prosedural)
  • Delphi (Borland)
  • Pascal (Turbo Pascal)

Baca juga :

Contoh fungsi untuk menampilkan “Message Box” dengan  Visual Basic 6.0 (non – .NET):

Private Sub Form_Load()
    ' Execute a simple message box that says "Hello, World!"
    MsgBox "Hello, World!"
End Sub

4. Bahasa pemrograman tingkat Object – Oriented dan Visual / Very-High Level

Beberapa sumber mungkin akan berpendapat bahwa “bahasa pemrograman tingkat Object – Oriented dan Visual” merupakan “bahasa pemrograman tingkat tinggi”, hal tersebut memang benar karena pendekatan Object – Oriented di terapkan pada bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti PHP atau Visual Basic .NET.

Baca juga :

Namun sumber lain mencantumkan Object – Oriented Programming ( OOP atau PBO, Pemrograman Berorientasi Obyek ) sebagai satu tingkatan khusus, dalam pembahasan ini Saya akan mencantumkan “Object – Oriented dan Visual” dalam satu tingkatan terpisah dengan maksud memperkaya referensi kita semua tanpa menghilangkan keterkaitan antara “Object – Oriented dan Visual” dengan “bahasa pemrograman tingkat tinggi”.

Bahasa pemrograman berorientasi obyek dan visual (Object Oriented Programming & Visual) merupakan bagian dan pengembangan dari bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Satu lagi, “Very High Language Level (VHLL)” kerap kali di setarakan dengan bahasa pemrograman pada tingkat ini, Very High Language Level adalah bahasa pemrograman dengan tingkat abstraksi yang sangat tinggi, yang di gunakan terutama sebagai alat produktivitas programmer profesional.

Baca juga :

Bahasa pemrograman tingkat tinggi biasanya berupa bahasa domain yang spesifik, terbatas pada aplikasi, tujuan, atau jenis tugas yang sangat spesifik. Istilah Very High Language Level digunakan pada tahun 1990-an untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan untuk skrip, seperti Perl, Python, Ruby, dan Visual Basic.

Contoh bahasa pemrograman tingkat Object-Oriented dan Visual :

  • PHP
  • Visual Basic .NET
  • Java (termasuk Java yang di gunakan pada Android Studio)
  • JSP
  • ASP

Contoh fungsi untuk menampilkan “Message Box” dengan  Visual Basic .NET:

Public Class Form1
    Private Sub Button1_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles Button1.Click
        MsgBox("Hello world", MsgBoxStyle.Information, "Hello world!") ' Show a message that says "Hello world!".
    End Sub
End Class

Demikian pembahasan mengenai tingkatan bahasa pemrograman, semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan serta dapat menambah pengetahuan kita khususnya mengenai pemrograman, sampai jumpa di pembahasan DosenIT selanjutnya.

Baca juga:

You may also like