20 Penyebab Komputer Mati Sendiri dan Solusinya

Karena berbagai sebab, PC atau Laptop yang anda gunakan bisa saja tiba – tiba mati sendiri. Tentu hal tersebut cukup membuat panik, apalagi jika hal tersebut bukan hanya terjadi sekali. Misalnya komputer terus menerus kembali mati ketika anda menghidupkannya lagi. Rasa panik akan bertambah jika saat itu anda sedang dikejar deadline tugas atau pekerjaan.

ads

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah berusaha tenang agar bisa berpikir jernih. Berikut ini akan dosenIT paparkan beberapa penyebab yang dapat membuat komputer mati sendiri, agar anda bisa melakukan troubleshooting untuk mengatasinya. sebagai referensi tambahan anda juga bisa membaca penyebab laptop mati tiba-tiba.

Overheating

Komputer yang mengalami overheating secara otomatis akan mati sendiri. Hal ini disebabkan pleh program pencegahan yang ditanam pada komponen inti komputer, seperti processor misalnya. Processor akan mematikan diri sendiri jika mengalami overheating, untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada hardware akibat kepanasan.

Overheating atau keadaan dimana komputer terlalu panas, bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

1. Debu yang menumpuk

Debu yang menumpuk pada komponen di bagian dalam komputer, seperti pada kipas, heatsink, motherboard, serta komponen lain juga sambungan kabel, akan mengakibatkan aliran udara pendinginan komputer terhambat. Sehingga udara panas sulit keluar dan berganti dengan udara dingi, akibatnya udara panas semakin menumpuk didalam dan menyebabkan overheating (baca juga: penyebab komputer tidak bisa booting).

Untuk mengatasi hal ini, anda harus membuka casing PC atau laptop anda dan membersihkan seluruh bagiannya secara seksama. Debu biasanya paling banyak menumpuk pada kipas/ fan processor, heatsing, dan saluran udara keluar. Hati-hati saat melepaskan dan memasangkan casing serta komponen. Ingat posisinya, dan lakukan pemasangan kembali dengan tepat dan kuat (tidak kendor).

2. Kipas/ Fan Processor Rusak

Setelah membersihkan semua debu yang menempel pada komponen-kompenen dalam komputer, pasang kembali kipas/ fan processor. Coba hidupkan PC/ laptop sebelum memasang casingnya kemballi. Cek apakah putaran kipas berjalan dengan normal, atau melambat, atau bahkan sama sekali tidak berputar (baca juga: cara mengatasi komputer no signal).

Jika putaran kipas lambat, apalagi jika ternyata sama sekali tidak berputar, berarti kipas anda mengalami kerusakan. Untuk itu anda harus mengganti atau memperbaiki kipas tersebut. Gunakan kipas sejenis untuk menggantinya. Kipas yang berbeda, selain memiliki daya yang berbeda juga tidak akan pas tempat/ letaknya untuk dipasangkan pada laptop anda.

3. Pasta Processor (Thermal Paste) Kering

Pasta Processor atau thermal paste merupakan zat berupa pasta yang dioleskan pada bagian atas processor; di antara processor dan heatsink. Seperti namanya, thermal paste berfungsi untuk menyalurkan panas dari processor agar segera pindah ke heatsink; yang kemudian segera di dinginkan oleh fan/ kipas processor sehingga processor tidak mengalami panas berlebihan.

Jika pasta processor kering, maka proses penyaluran panas dari processor ke heatsink tidak akan berjalan dengan cepat. Akibatnya panas yang dihasilkan processor tidak segera dibuang,sehingga panas tetap menumpuk pada procerssor hingga akhirnya terjadi overheating (baca juga: cara mengatasi windows boot manager).

Untuk mengatasi hal ini, anda harus mengganti thermal paste. Gunakan thermal paste yang bagus jangan memilih thermal paste abal-abal karena harganya yang murah, kecuali terpaksa untuk sementara saja. Saat mengganti pasta juga lakukan dengan hati-hati, jangan sampai ada pin processor yang bengkok saat melepas dan memasangkan kembali processor tersebut. Oleskan thermal paste secara merata, dan tidak perlu terlalu tebal.

4. Komputer bekerja terlalu berat

Komputer yang dipaksakan bekerja terlalu berat, misalnya melakukan terlalu banyak multitasking program yang berat, atau menjalankan program berat seperti game CS hingga berhari-hari tanpa henti. Komputer yang bekerja terlalu berat, akan memaksa processor serta kompenen bekerja ekstra, hal tersebut bisa menyebabkan panas berlebihan. Apalagi jika hal tersebut berlangsung lama, tanpa henti. Komputer akan mengalami overheating.

Jika komputer anda mengalami hal ini, sebaiknya anda bisarkan komputer tetap mati beberapa waktu (minimal 1-2 jam) hingga seluruh komponen menjadi dingin kembali. Jiga perlu bantu pendinginan dengan menyimpannya di ruang ber-AC atau memasang kipas angin. Setelah yakin semua komponen telah dingin, baru anda hidupkan kembali komputer anda (baca juga: cara mengatasi printer offline).

Komponen Bermasalah

Komponen yang bermasalah/ rusak akan menyebabkan system komputer tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satunya akan menyebabkan komputer mati sendiri. Berikut beberapa permasalahan pada komponen hardware komputer yang bisa menyebabkan komputer anda mati sendiri:

1. Permasalahan Pada Power Supply/ Adaptor

Power supply pada PC atau adaptor pada Laptop merupakan komponen yang membuat komputer mendapatkan daya listrik untuk dapat bekerja. Jika power supply/ adaptor rusak, tantu pasokan daya komputer akan terputus. Akibatnya komputer tidak akan dapat bekerja atau mati (baca juga: ciri ciri adaptor rusak).

Kerusakan pada power supply bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya konsleting listrik, atau juga lonjakan daya listrik. Konsleting listrik bisa menyebabkan komponen dalam power supply rusak, bukan hanya itu, konsleting listik bahkan bisa merambat merusak komponen lain jug. Lonjakan daya listrik tiba-tiba juga bisa merusak komponen dan memutuskan fuse pada adaptor. Jika fuse yang putus, itu lebih baik, karena cukup mudah dan murah menggantinya.

2. Permasalahan pada VGA

VGA yang bermasalah juga akan menyebabkan komputer mati sendiri, biasanya sebelum mati PC/ laptop akan mengalami bluescreen. Anda bisa mencatat tulisan pada layar komputer yang mengalami bluescreeen untuk mengetahui secara pasti penyebab laptop mengalami bluescreen dan mati (baca juga: cara mengembalikan layar laptop terbalik).

Kerusakan VGA bisa disebabkan karena VGA mengalami overheating atau juga umur VGA yang sudah cukup tua, serta berbagai penyebab lainnya. Hampir semua VGA pada laptop bersifat on-board atau ditempel langsung pada mainboard, sehingga cukup sulit untuk menggantinya. Berbeda dengan PC yang rata-rata menyediakan VGA add-on, sehingga cukup mudah untuk menggantinya. Hanya perlu memasang card VGA yang baru tanpa perlu solder menyolder. Anda juga bisa mencoba membersihkan debu pada pin VGA, karna debu yang menempel pada pin juga bisa menyebabkan aliran data tidak berjalan dengan baik.

3. Permasalahan pada Hardisk

Hardisk merupakan tempat penyimpanan semua file program, termasuk file Sistem Operasi komputer. Oleh sebab itu, jika hardisk bermasalah, aliran data pada komputer tidak akan berjalan dengan baik. Program tidak bisa dijalankan, hang lalu mati sendiri, dan bahkan bisa jadi komputer tidak bisa masuk windows (baca juga: cara mengatasi laptop blank).

Penyebab rusaknya hardisk bisa karena usia, hardisk pernah terbentur/ jatuh, terkena virus, atau juga karena overload atau terlalu penuh. Untuk mengatasi ini, sebaiknya anda mengganti hardisk anda. Backup semua data anda pada tempat penyimapan data tambahan, seperti hardisk eksternal atau penyimpanan awan agar hardisk anda tidak terlalu penuh.

4. Permasalahan pada RAM

Ram yang bermasalah atau rusak namun kerusakannya tidak terlalu parah, bisa saja akan berhenti bekerja sehingga menyebabkan komputer mati. Setelah dihidupkan kembali komputer akan kembali normal. Namun sebaiknya anda segera menggantinya. Karena jika telah benar-benar rusak, Ram akan menyebabkan komputer tidak menampilkan apapun pada layar.

Selain karena rusak, debu yang menumpuk dan mengotori pin pada RAM juga bisa menyebabkan komputer menjadi mati, untuk mengatasinya anda perlu membongkar casing komputer, dan membersihkan pin RAM menggunakan penghapus pinsil. Pastikan anda memasangnya kembali dengan benar setelah selesai membersihkannya (baca juga: cara mengatasi scanner macet).

5. Permasalahan pada Motherboard

Motherboard yang bagus sebenarnya jarang sekali rusak, namun tetap saja bisa mengalami kerusakan. Misalnya karena lonjakan daya listrik, konsleting, atau retakan pada rangkaian yang menyebabkan putusnya rangkaian sirkuit tersebut. Jika motherboard mengalami masalah, maka seluruh komponen komputer tidak akan bisa bekerja sebagaimana mestinya. Untuk memperbaiki motherboard cukup sulit, sebaiknya diserahkan pada ahlinya (baca juga: cara-mengatasi sound pc tidak bunyi).

6. Permasalahan Pada Processor

Processor merupakan komponen inti, alias otak komputer. Jadi komputer tidak akan bisa bekerja jika processor bermasalah. Procerssor yang mengalami overhating misalnya, akan menyebabkan komputer lansung mati. Overhating biasanya terjadi karena thermal paste yang sudah kering. Jika terlalu kering, komputer bahkan akan terus menerus mati sendiri ketika dihidupkan, meskipun baru sebentar anda menghidupkannya.

Untuk mengatasi permasalahan pada processor, pertama-tama coba ganti thermal paste. Jika tidak mengatasi, coba ganti processor. Cek terlebih dahulu dengan menggunakan processor sejenis dari komputer lain, untuk mengetahui apakah memang benar processor anda bermasalah (baca juga: cara mengatasi printer canon IP2770 lampu kuning berkedip 3 kali).

Program Mengalami Crash

Program yang mengalami crash jua bisa menyebabkan komputer anda mati sendiri. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemasangan driver yang tidak sesuai dengan hardware serta OS yang dipakai. Untuk mengatasinya, anda harus meng-unginstall program tersebut. Setelah itu baru anda install kembali, namun gunakan driver yang sesuai dengan OS dan hardware yang dipakai, serta pastikan driver tersebut merupakan veris terbaru yang telah diupdate sehingga mendukung komponen terbaru (baca juga: penyebab laptop mati total).


Terserang Virus

Virus yang menyerang komputer, bisa menyebabkan kerusakan pada system komputer, sehingga komputer tidak bisa berjalan dengan baik dan akhirnya mati sendiri. Virus juga bisa membuat processor berkerja keras hingga kewalahan dan akhirnya overheating lalu mati sendiri. Beberapa virus juga mengkonsumsi daya yang cukup besar, sehingga penggunaan daya tersedot oleh virus (baca juga:  ciri ciri komputer terkena viruscara menghapus virus malware).

Untuk mengatasinya anda harus membasmi virus tersebut. Caranya dengan melakukan scanning secara menyeluruh pada komputer menggunakan antivirus terpercaya, dan segera menghapusnya. Sebaiknya scanning dilakukan dalam kondisi save mode. Cara terakhir adalah dengan meninstall ulang system operasi komputer anda, dan segera lakukan scanning pada komputer untuk menghapus ‘bibit’ virus yang tertinggal pada drive lain di hardisk.

Listrik Tidak Stabil

Listrik yang tidak stabil juga bisa menyebabkan PC/ Laptop menjadi mati sendiri. Hal ini disebabkan karena daya yang diterima komputer juga menjadi tidak stabil. Ketika daya yang diterima komputer kurang, beberapa komponen tidak akan bisa berjalan dengan baik karena kekurangan daya, dan kahirnya komputer menjadi mati. Jika berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama, daya yang tidak stabil ini bisa menyebabakan kerusakan pada komponen. Untuk mengatasinya, sebaiknya gunakan stabilizer (baca juga: cara agar komputer tidak lemot).

Sekian artikel mengenai penyebab komputer mati sendiri ini. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang anda butuhkan. Jika ada pertanyaan, pemambahan, atau komentar yang membangun, silahkan tinggalkan pesan, dan jangan lupa berbagi ya jika anda merasa artikel ini bermanfaat. sebagai tambahan anda juga bisa membaca: cara mengatasi komputer restart sendiri).

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Friday 31st, March 2017 / 06:03 Oleh :
Kategori : Troubleshooting