Home » Kuliah IT » Database » 16 Ciri Ciri Basis Data Terdistribusi yang Harus Diketahui

16 Ciri Ciri Basis Data Terdistribusi yang Harus Diketahui

by variety

Halo pembaca setia Dosen IT, Kali ini saya akan mebahas mengenai database terdistribusi. Database terdistribusi adalah sebuah database yang lokasi penyimpanan dari datanya tidak terhubung atau dilakukan oleh  satu perangkat CPU yang sama antara satu dengan yang lainnya. Perangkat CPU bisa berada pada satu komputer, satu lokasi yang sama, ataupun berada pada lokasi yang berbeda. Asalkan pada saat query data CPU yang digunakan untuk memproses data adalah berbeda maka sistem tersebut dapat dikatakan sebagai sistem data terdistribusi. untuk lebih jelasnya berikut saya jabarkan lebih detail mengenai Ciri Ciri Basis Data Terdistribusi:
Baca Juga:

1. Data Terdistribusi

Pada Basis data terdistribusi, Data yang ada pada sistem database ini akan dipecah pecah menjadi bagian bagian kecil yang akan disebar ke setiap bagian dari jaringan data server. jaringan data server ini nantinya akan berkomunikasi satu dengan yang lainnya saat mendapatkan permintaan data.

2. Terdapat duplikasi atau replikasi pada sebagian atau seluruh data

Pecahan data yang tersebar pada sistem basis data terdistribusi bisa saja memiliki kesamaan dengan pecahan data yang tersebar antar satu server node dengan server node lain. hal ini digunakan untuk backup data sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak dinginkan maka data tidak akan hilang.

3. Server Basis data saling terhubung satu dengan lainnya

Setiap server yang menyusun sitem database terdistribusi pastilah terhubung antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan jaringan baik itu jaringan local maupun jaringan public. Setiap pesan yang dikirim ke satu server node dengan satu node lainnya memiliki operasi yang sudah ditentukan diterima oleh server server lainnya.

4. Data yang terdapat pada tiap server dapat diakses oleh server lain

Setiap node server pada sistem data terdistribusi dapat meminta atau menyimpan data ke node server lainnya. karena pada dasarnya semua node server adalah sebuah kesatuan dari basis data terdistribusi itu sendiri

5. Data pada satu server ditangani oleh DBMS sendiri sendiri

Setiap data yang tersimpan pada sebuah server akan dimanage oleh sebuah aplikasi Database yang terpasang pada node server itu sendiri. jadi dalam pengelolaan databasenya, setiap node server bersifat autonomous.

Baca juga:

6. Request data secara local ditangani oleh DBMS pada setiap server

Pada suatu kejadian dimana terdapat request untuk data yang hanya tersimpan pada suatu server saja. maka Aplikasi database yang terpasang pada node tersebut haruslah sebagai penyedia datanya. Bukan bergantung pada aplikasi database yang terpasang pada node server lain untuk mengambil data semacam ini.

7. Setiap Server harus ikut serta dalam paling tidak sebuah aplikasi global

Pada basis data terdistribusi setiap node server akan berkomunikasi untuk mengangani permintaan data yang bersifat campuran atas data data yang tersebar. paling tidak ada sebuah aplikasi yang menggunakan beberapa node sekaligus untuk dapat memenuhi persyaratan sebuah sistem dapat dikatakan sebagai sebuah sistem basis data terdistribusi.

8. Kegagalan pada satu server tidak akan mempengaruhi server lainnya

Pada suatu kasus dimana terdapat server yang down atau tidak dapat diakses. maka node server lainnya tidak akan terpengaruh dan masih dapat menangani permintaan data local yang berada pada server tersebut.

9. Performa yang meningkat

Setiap database terdistribusi pasti memiliki peningkatan performa jika dibandingkan dengan sebuah sistem serupa dengan data yang tidak distribusika dengan spesifikasi komputer yang sama. (Baca juga: Macam-macam Software Jaringan)

10. Bersifat ekonomis

Dewasa ini, kuantitas lebih murah daripada kualitas. spesifikasi server yang tinggi dengan harga yang sangat mahal dapat diimbangi dengan beberapa node server yang saling bekerja sama satu dengan lainnya meskipun spesifikasi tiap node server tersebut jauhlebih murah dibandingkan dengan sebuah server mahal yang berspesifikasi tinggi tersebut

11. Bersifat Modular

Setiap Node server yang tergabung pada sebuah sistem basis data terdistribusi dapat di tambahkan atau dihilangkan dengan mudah dari sebuah sistem database terdistribusi. sifat modular inilah yang membuat penerapan database terdistribusi sangat ideal bagi startup. karena bila startup berkembangpesat maka tidak perlu melakukan pergantian komputer server yang sangat memakan biaya

12. Dapat berjalan secara terus menerus tanpa waktu offline

Karena setiap node server berjalan dengan sendiri sendiri, asalkan terdapat duplikat server ataupun backup server. sebuah sistem database terdistribusi dapat berjalan terus menerus tanpa waktu offline untuk maintenance. Hal ini bisa terjadi karena maintenance dapat dilakukan secara bergantian antara setiap node server sehingga downtime dapat menjadi zero. (Baca juga: Pengertian Sistem Basis Data Menurut Para Ahli)

13. Lokasi yang bebas

Pengguna yang mengakses sebuah aplikasi yang menggunakan sistem basis data terdistribusi tidak perlu mengetahui lokasi server dimana data tersebut disimpan. data akan disusun oleh sistem dan diberikan ke pengguna secara abstrak

14. OS setiap server dapat berbeda antar node

Tiap node server dari basis data terdistribusi dapat memiliki Operating System yang berbeda satu dengan yang lainnya. Asalkan setiap server tersebut dapat memproses permintaan data yang dilakukan dari server lainnya dengan operasi yang sudah ditentukan, maka perbedaan operating system pun tidak menjadi masalah.

Baca juga:

15. Hardware setiap server dapat berbeda antar node

Begitupun dengan hardware yang digunakan oleh tiap node server pada sistem basis data terdistribusi dapat memiliki perbedaan antar satu node server dengan node server lainnya. misalkan node server A menggunakan merk HP, server B mengunakan merk Asus, dan lain sebagainya. Bahkan perbedaan generasi dari komputer yang digunakan pada tiap node juga tidak akan menjadi masalah. (Baca juga: Komputer Generasi Kelima)

16. Pemroresan query yang terdistribusi

Pada sistem basis data terdistribusi, tiap query akan memiliki kesempatan untuk didistribusikan eksekusinya pada node server yang berbeda. Hal ini membuat optimalnya kecepatan pemrosesan dari sebuah query. Contohnya yaitu pada oracle, setiap query awal akan dieksekusi pada node server tempat pengguna melakukan akses. Setelahnya, node server tresebut akan melakukan subquery ke node server lain untuk melakukan permintaan data dengan menggunakan sub query yang diambil dari query user tadi. (Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Database Oracle)

Demikian Ciri Ciri Basis Data Terdistribusi yang dapat saya tulis pada artikel kali ini.

Baca Juga:

You may also like