4 Penyebab Motherboard Mati Total Sendiri

Motherboard atau dikenal juga dengan nama mainboard, seperti namanya merupakan komponen komputer (sebenarnya tidak selalu komponen komputer namun dalam artikel ini membahas mengenai motherboard komputer) yang berbentuk papan (board) dan merupakan komponen utama (main) atau induk (mother) dari suatu komputer yang keberadaanya tentu saja sangat penting. (Baca juga : Fungsi Motherboard Pada Komputer , Jenis Motherboard)

ads

Jika motherboard mati total, dapat dipastikan semua fungsi komputer akan mati, oleh karena itu penting untuk kita mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan motherboard komputer mati total sehingga kita dapat mengambil tindakan preventif untuk mencegah kerusakan tersebut, motherboard komputer mati total dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: (Baca juga : Dampak Bahaya Mematikan Komputer tidak Sesuai Prosedur , Efek Komputer Tidak Pernah Dimatikan)

1. Motherboard mendapat pasokan tenaga listrik yang tidak stabil

Pada komputer PC Desktop, power supply merupakan perangkat utama yang menyalurkan energi listrik ke semua perangkat yang terhubung pada komputer, mulai dari motherboard yang mendapat pasokan listrik secara langsung hingga port USB (dan port lain yang ada pada komputer), pemasok tenaga listrik pada komputer laptop umumnya baterai laptop itu sendiri, atau dalam beberapa kasus pengguna sering melepas baterai laptopnya dan menghubungkannya dengan charger dengan alasan untuk menjaga “kesehatan” baterai laptop maka pemasok tenaga listriknya adalah charger tersebut. (Baca juga : Jenis-jenis Power Supply Dan Fungsinya , Tanda Power Supply Komputer Rusak)

Dalam hal pengguna merakit sendiri (atau dibantu oleh orang lain dalam merakit) komputer PC Desktop yang digunakannya, ada kemungkinan ia (pengguna yang merakit tersebut) kurang tepat dalam mempertimbangkan perangkat yang digunakan dalam merakit komputer PC Desktop terutama dalam memilih power supply. (Baca juga : Fungsi Power Supply Pada Komputer)

Dalam beberapa kasus (yang secara pribadi Saya alami), peranan power supply tidak hanya memasok tenaga listrik saja, namun ternyata bertanggungjawab atas kestabilan perangkat (seperti hard disk drive) saat beroperasi, bahkan beberapa komputer PC Desktop juga biasanya menggunakan perangkat bernama stabilizer untuk membantu menstabilkan pasokan listrik dari sumber ke perangkat.(Baca juga : Fungsi Stabilizer , Jenis-Jenis Harddisk)

Sehingga pemilihan jenis power supply yang sesuai dengan spesifikasi komputer PC Desktop yang dirakit juga harus dipertimbangkan dengan sangat matang, misalnya untuk komputer dengan spesifikasi yang mendukung untuk game 3D yang relatif membutuhkan sumber daya grafis yang tinggi, tentunya komputer PC Desktop akan dipasangi VGA Card (tambahan), penambahan perangkat tersebut tentunya membutuhkan pasokan tenaga listrik yang lebih besar dibandingkan dengan komputer PC Desktop dengan spesifikasi dibawahnya. (Baca juga : Power Supply Yang Bagus Untuk PC Gaming , Fungsi VGA Card)

Akibat dari ketidakstabilan pasokan tenaga listrik dari sumber tenaga ke komputer PC Desktop ataupun laptop dapat menyebabkan kerusakan pada komponen motherboard dan tidak menutup kemungkinan motherboard menjadi tidak dapat beroperasi kembali atau mati total, mati total yang dimaksud dalam artikel adalah suatu keadaan dimana motherboard tidak bereaksi sama sekali saat tombol power pada komputer ditekan atau pin power pada motherboard dipicu (biasanya oleh benda logam seperti obeng), tidak ada respon sama sekali.


2. Hubungan arus pendek pada motherboard

Banyak kemungkinan suatu komputer PC Desktop mengalami hubungan arus pendek (korsleting), misalnya kelembaban udara, adanya hewan seperti serangga yang masuk dan “membasahi” motherboard, atau mungkin karena adanya zat cair seperti cipratan air membasahi motherboard dan terjadi hubungan arus pendek yang menyebabkan motherboard “hangus”. (Baca Juga: Penyebab Kerusakan Processor pada Laptop , Penyebab Printer Bergaris)

Selain karena zat cair hubungan arus pendek listrik juga dapat disebabkan oleh beban tenaga listrik yang diterima oleh komponen yang bertanggung jawab sebagai tahanan listrik pada motherboard terlalu besar, seperti telah dijelaskan pada poin sebelumnya, pemilihan jenis power supply yang tidak sesuai dengan spesifikasi komputer atau memang keadaan sumber tenaga listrik yang tidak stabil, peran perangkat stabilizer akan sangat membantu dalam mengatasi keadaan ini.

3. Komponen elektronik yang rusak

Pada motherboard terdapat banyak sekali komponen elektronik seperti chip (termasuk chipset) dan lain sebagainya (elco/kapasitor, resistor), sebut saja salah satu komponen yang terhubung langsung ke power supply (lagi-lagi power supply) rusak sehingga arus listrik tidak tersampaikan dari power supply ke motherboard. (Baca Juga: Fungsi Chipset , Penyebab Komputer Tidak Bisa Booting)

Mengenai komponen apa yang rusak tentunya hal ini perlu dianalisa oleh ahlinya (misalnya teknisi komputer), bisa jadi salah satu atau beberapa soket yang menghubungkan power supply dengan motherboard, chipset yang bertanggungjawab atas pendistribusian tenaga listrik atau komponen lain yang rusak. (Baca juga : Macam-macam Chipset Motherboard)

4. Overheat (panas berlebih) karena pemakaian yang terus menerus tanpa henti

Komputer PC Desktop ataupun laptop sebenarnya sudah dilengkapi dengan perangkat pendingin (umumnya berupa kipas), namun untuk beberapa keadaan komputer PC Desktop ataupun laptop tetap membutuhkan jeda untuk “istirahat” dan mendinginkan seluruh komponennya hingga komponen terkecil seperti dioda, walaupun tidak di shutdown setidaknya komputerdi “sleep” secara periodik untuk beberapa saat sebelum digunakan . (Baca Juga: Cara Mengatasi Komputer Sering Mati Sendiri , Cara Menjaga Keyboard Agar Tidak Cepat Rusak)

Hal tersebut menjadi sangat penting saat komputer PC Desktop atau laptop dipaksa untuk bekerja keras terus menerus dalam waktu lama tanpa henti, meskipun temperatur komponen utama dapat distabilkan dengan pendingin, namun terkadang beberapa komponen “kecil” yang cukup “vital” tidak mampu menangani peningkatan temperatur (meskipun sedikit demi sedikit) sehingga dikhawatirkan terjadi kerusakan. (Baca juga : Penyebab Kerusakan Motherboard , Ciri-ciri Motherboard Rusak)


Bagaimana dengan komputer server? Bukankah mematikan komputer server sekalipun hanya dalam mode “sleep” dapat berpengaruh pada jaringan? Tentu saja, hal tersebut tidak berlaku untuk komputer server, maka dari itulah dalam artikel ini Saya selalu menyebut komputer PC Desktop atau laptop karena penanganan komputer PC Desktop atau laptop dengan komputer server sangat berbeda. (Baca juga : Fungsi Komputer Server , Perbedaan Komputer Server dan Client)

Pada beberapa situs web atau forum, ada solusi ekstrim untuk memperbaiki motherboard yang mati total yaitu dengan merendamnya dengan larutan detergent (untuk mencuci pakaian) lalu menyikatnya perlahan dan menjemurnya dibawah terik matahari, memang lebih mirip lelucon tapi dalam beberapa kasus yang Saya baca pada beberapa situs web atau forum (belum pernah Saya coba sendiri) terbukti berhasil, motherboard tersebut kembali menyala. (Baca juga : Macam Software Database , Macam Software Spreadsheet)

Namun hal tersebut sangat tidak Saya sarankan selain karena kemungkinan yang kecil karena bergantung pada keberuntungan semata, tindakan tersebut juga menunjukkan bahwa “pelakunya” (maaf..) kurang kompeten dalam reparasi motherboard. (Baca juga : Fungsi CMOS , Cara mengatasi BOOTMGR Is Missing)

Oke, sekian pembahasan mengenai penyebab motherboard mati total, konsultasikan dengan orang yang ahli dan Anda percaya sebelum mengambil tindakan untuk memperbaiki motherboard dalam hal Anda tidak (yakin akan) mampu mengatasinya sendiri, keep learning.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , ,
Post Date: Monday 30th, January 2017 / 00:37 Oleh :
Kategori : Motherboard