Sponsors Link

11 Perintah Dasar DOS dan Fungsinya

DOS merupakan singkatan dari Disk Operating System, seperti namanya DOS merupakan sebuah sistem operasi perangkat komputer, keluarga DOS yang paling populer adalah Microsoft DOS (MS-DOS), DR-DOS, ROM-DOS, PTS-DOS, FreeDOS, Apple DOS, Apple ProDOS, Atari DOS, Commodore DOS, TRSDOS, dan AmigaDOS.

ads

Baca juga :

Saat ini nampaknya DOS sudah tidak di gunakan sebagai sistem operasi utama pada suatu perangkat komputer, DOS menggunakan antar muka CLI (Command Line Interface) sehingga untuk mengoperasikan DOS pengguna di haruskan menjalankan perintah (command) tertentu. Dalam pembahasan kali ini, Kita akan bahas beberapa perintah dasar DOS.

Baca juga :

1. ARP

Perintah ARP berfungsi untuk menampilkan dan memodifikasi entry dalam cache Address Resolution Protocol (ARP), ARP berisi satu atau beberapa tabel yang di gunakan untuk menyimpan alamat IP dan alamat fisik Ethernet atau Token Ring. Ada tabel terpisah untuk setiap adaptor jaringan Ethernet atau Token Ring yang terpasang pada komputer.

Baca juga :

Contoh :

Untuk menampilkan tabel cache ARP untuk semua interface, ketik perintah berikut:

arp -a

Untuk menampilkan tabel cache ARP dari perangkat yang memiliki IP Address 10.0.0.99, ketik perintah berikut:

arp -a -N 10.0.0.99

Untuk menambahkan entri cache ARP statis yang me-resolve IP Address 10.0.0.99 ke alamat fisik 00-AA-00-4F-2A-9C, ketik perintah berikut:

arp -s 10.0.0.99 00-AA-00-4F-2A-9C

2. ASSOC

Perintah ASSOC berfungsi untuk menampilkan atau mengubah nama asosiasi nama ekstensi file. Suatu ekstensi file berasosiasi dengan suatu format yang di kenali oleh sistem operasi untuk selanjutnya di hubungkan dengan perangkat lunak yang mendukung format file tersebut. Misalnya file dengan ekstensi *.txt berasosiasi dengan format “textfile” yang di dukung oleh perangkat lunak tertentu.

Baca juga :

Contoh :

Untuk melihat asosiasi nama ekstensi file tertentu, misalnya *.txt, ketik perintah berikut:

assoc .txt

Untuk menghapus asosiasi nama ekstensi file tertentu, misalnya *.txt, ketik perintah berikut:

assoc . txt =

Untuk melihat daftar asosiasi nama ekstensi file yang ada pada sistem dalam satu layar, ketik perintah berikut:

assoc | more

Untuk mengirim daftar asosiasi nama ekstensi file yang ada pada sistem ke dalam file assoc.cfg, ketik perintah berikut:

assoc>assoc.cfg

3. ATMADM

Perintah ATMADM berfungsi untuk memantau koneksi dan alamat yang terdaftar oleh ATM Call Manager pada jaringan Asyncronous Transfer Mode (ATM). Perintah ATMADM dapat di gunakan untuk menampilkan statistik panggilan masuk dan keluar pada adapter ATM. Jika di gunakan tanpa parameter, maka ATMADM akan menampilkan statistik untuk memantau status koneksi ATM yang aktif.


Baca juga :

Contoh :

Untuk menampilkan informasi panggilan dari semua koneksi ke adapter jaringan ATM yang terpasang pada komputer, ketik perintah berikut:

atmadm /c

Perintah atmadm /c akan menampilkan output yang serupa dengan output di bawah ini:

Windows ATM Call Manager Statistics
ATM Connections on Interface : [009] Olicom ATM PCI 155 Adapter
   Connection   VPI/VCI   Remote Address/
                          Media Parameters (rates in bytes/sec)
   In  PMP SVC    0/193   47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B
                          Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 1516
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
   Out P-P SVC    0/192   47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B
                          Tx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
   In  PMP SVC    0/191   47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B
                          Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 1516
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
   Out P-P SVC    0/190   47000580FFE1000000F21A2E180020481A2E180B
                          Tx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 1516
   In  P-P SVC    0/475   47000580FFE1000000F21A2E180000C110081501
                          Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 9188
   Out PMP SVC    0/194   47000580FFE1000000F21A2E180000C110081501 (0)
                          Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9180
                          Rx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 0
   Out P-P SVC    0/474   4700918100000000613E5BFE010000C110081500
                          Tx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188
                          Rx:UBR,Peak 16953984,Avg 16953984,MaxSdu 9188
   In  PMP SVC    0/195   47000580FFE1000000F21A2E180000C110081500
                          Tx:UBR,Peak 0,Avg 0,MaxSdu 0
                          Rx:UBR,Peak 16953936,Avg 16953936,MaxSdu 9180

4. AT

AT merupakan perintah yang berfungsi untuk melihat dan mengatur jadwal kerja (task scheduling) dari program yang di jalankan di komputer pada waktu dan tanggal yang di tentukan, perintah AT hanya akan berfungsi jika layanan schedule atau task scheduling sedang berjalan pada komputer target, jika di gunakan tanpa parameter maka perintah AT akan menampilkan daftar perintah terjadwal.

Baca juga :

Contoh :

Untuk menampilkan perintah terjadwal pada server “marketing”, ketik perintah berikut:

at \\marketing

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perintah dengan identifikasi (indeks nomor) 3 pada server “analis”, ketik perintah berikut:

at \\analis 3

Untuk menjadwalkan perintah net share agar berjalan pada komputer server “pusat” pada jam 08:00 dan membagi (sharing) file “tugas.txt” di folder “pekerjaan” ke server “operasional”, ketik perintah berikut:

at \\pusat 08:00 cmd /c "net share pekerjaan=d:\marketing\pekerjaan >> \\maintenance\pekerjaan\tugas.txt"

Untuk mencadangkan (back up) hard drive dari server “pusat” ke tape drive pada tengah malam setiap lima hari sekali, ketik perintah berikut:

at \\pusat 00:00 /every:5,10,15,20,25,30 backup

Untuk membatalkan semua perintah penjadwalan pada server, hapus semua informasi penjadwalan AT dengan mengetik perintah berikut :

at /delete

5. ATTRIB

Menampilkan, mengatur, atau menghapus atribut read-only, archive, system, dan atribut hidden yang di terapkan pada file atau direktori. Jika di gunakan tanpa parameter, attrib menampilkan atribut semua file dalam direktori.

Baca juga :

Contoh :

Untuk menampilkan atribut dari file bernama “laporan”, ketik perintah berikut :

attrib laporan

Untuk menerapkan atribut read-only pada file bernama laporan.txt, ketik perintah berikut :

attrib +r laporan.txt

Untuk menghapus atribut read-only dari file dalam direktori “\public\DosenIT” pada drive “B” termasuk semua file dan sub-direktori di dalamnya, ketik perintah berikut :

attrib -r b:\public\jones\*.* /s

6. BOOTCFG

Mengkonfigurasi atau mengubah pengaturan file “boot.ini”, dengan perintah bootcfg di tambah /addsw pengguna dapat menambahkan opsi beban sistem operasi untuk entri sistem operasi tertentu.

Baca juga :

Contoh :

Perintah di bawah ini menunjukkan bagaimana pengguna dapat menggunakan perintah bootcfg /addsw :

bootcfg /addsw /mm 64 /id 2
bootcfg /addsw /so /id 3
bootcfg /addsw /so /ng /s srvmain /u hiropln /id 2
bootcfg /addsw /ng /id 2
bootcfg /addsw /mm 96 /ng /s srvmain /u maindom\hiropln /p p@ssW23 /id 2

Dengan perintah bootcfg di tambah /copy pengguna dapat membuat salinan konfigurasi boot.ini untuk di terapkan pada komputer lain.

Perintah di bawah ini menunjukkan bagaimana pengguna dapat menggunakan perintah bootcfg /copy :

bootcfg /copy /d "\ABC Server\" /id 1
bootcfg /copy /s srvmain /u maindom\hiropln /p p@ssW23 /d "Windows XP" /id 2
bootcfg /copy /u hiropln /p p@ssW23 /d "AB Ver 1.001" /id 2

7. CALL

Panggilan satu program batch (induk) dari program batch lain tanpa menghentikan program batch induk.

Baca juga :

Contoh :

Untuk menjalankan program batch bernama backup.bat sebagai batch induk, ketik perintah berikut:

call backup

Jika program batch induk dapat menerima dua parameter batch dan pengguna ingin menjalankan perintah tersebut melalui batch induk, maka ketik perintah berikut:

call checknew %1 %2

8. CHCP

Perintah CHCP berfungsi untuk menampilkan nomor halaman kode console yang aktif, atau mengubah halaman kode consoles yang aktif. Jika di gunakan tanpa parameter, maka CHCP menampilkan nomor halaman kode console yang aktif.

Contoh :

Untuk melihat halaman pengaturan kode console yang aktif, ketik perintah berikut :

chcp

Akan tampil pesan yang serupa dengan di bawah ini:

Active code page: 437

Untuk mengganti kode console yang aktif ke 850 (multi-bahasa, multi-language), ketik perintah berikut :

chcp 850

Jika kode yang di masukkan tidak valid, maka akan muncul pesan kesalahan berikut:

Invalid code page

9. CHDIR (CD)

Perintah CHDIR atau CD berfungsi untuk menampilkan daftar nama direktori atau mengubah lokasi folder saat ini. Jika perintah CHDIR atau CD di gunakan hanya dengan drive letter (misalnya chdir C:), maka CHDIR menampilkan nama drive dan folder saat ini. Namun jika perintah CHDIR atau CD di gunakan tanpa parameter, CHDIR menampilkan drive dan direktori saat ini.

Contoh :

Jika di gunakan dengan drive letter, CHDIR atau CD akan menampilkan direktori untuk drive tersebut, contohnya jika pengguna mengetik CD C: di C:\Windows, maka direktori prompt akan menampilkan output berikut:

C:\Temp

Untuk mengganti direktori saat ini ke direktori bernama “laporan” yang ada dalam direktori saai ini, ketik perintah berikut:

chdir \laporan

atau

cd \laporan

Untuk mengganti direktori saat ini ke sub-direktori bernama “\bantuan\sponsor”, ketik perintah berikut :

cd \bantuan\sponsor

10. CHKDSK

Perintah CHKDSK berfungsi untuk membuat dan menampilkan laporan status untuk disk berdasarkan file system. CHKDSK juga mencantumkan kesalahan apa yang di alami disk serta memperbaiki kesalahan pada disk. Jika di gunakan tanpa parameter, chkdsk menampilkan status disk pada drive saat ini.

Contoh :

Untuk melakukan pemeriksaan (checking) disk pada drive D dan memperbaikinya apabila di temukan kesalahan (error), ketik perintah berikut :

chkdsk d: /f


Jika hasil pemeriksaan mendapati adanya kesalahan pada drive tersebut, maka proses CHKDSK akan berhenti dan menampilkan pesan, setelah CHKDSK selesai melakukan pemeriksaan (dan perbaikan apabila di temukan kesalahan) maka akan tampil laporan berupa daftar status dari disk, sebelum CHKDSK selesai melakukan pemeriksaan, Pengguna tidak dapat mengakses drive.

Untuk memeriksa semua file dalam disk dengan file system FAT, ketik perintah berikut :

chkdsk *.*

11. CIPHER

Perintah CIPHER berfungsi untuk menampilkan atau mengubah enkripsi folder dan file pada volume NTFS. Jika digunakan tanpa parameter, CIPHER akan menampilkan kondisi enkripsi folder yang di terapkan saat ini dan file yang ada di dalamnya.

Contoh :

Untuk mengenkripsi sub-folder bernama “pemasanan” dalam folder “perusahaan” menggunakan CIPHER, ketk perintah berikut:

cipher /e perusahaan\pemasaran

Untuk mengenkripsi folder dengan nama “perusahaan” beserta semua sub-folder di dalamnya, ketik perintah berikut:

cipher /e /s:perusahaan

Untuk mengenkripsi file “laporan.xls” dalam folder “pemasaran”, ketik perintah berikut:

cipher /e /a perusahaan\pemasaran\laporan.xls

Baca juga :

Demikian pembahasan mengenai perintah dasar DOS, meskipun MS-DOS sudah tidak di dukung oleh Microsoft (kecuali di sematkan sebagai salah satu fitur pada sistem operasi Windows sebagai Command Prompt) namun beberapa pengembang masih menyediakan dan mendukung pengembangan DOS untuk berbagai keperluan, Saya sendiri biasanya menggunakan DOS bernama FreeDOS untuk keperluan demonstrasi dalam kegiatan pembelajaran, selamat mencoba.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Sunday 17th, September 2017 / 11:40 Oleh :
Kategori : Sistem Informasi